Thursday, August 17, 2017

BAJU TIDUR KOSTUM PERAWAT SEKSI DAN MASBUK PUNYA TITIT

Seorang perempuan dengan baju tidur kostum perawat seksi sedang duduk bergairah di sofa ruang tamu sebuah rumah, menunggu gemas seorang lelaki yang berprofesi sebagai sales pulsa yang akan membuka sendiri pintu depan rumah. Susan, nama perempuan berbusana aduhai itu, terlihat sedang berlatih beberapa pose yang syur bagai berharap sang lelaki sales pulsa nanti tergoda untuk menembakkan pulsa secara gratis kepadanya.

"Belahan dada ini, paha mulus ini, semoga bisa bikin ia kembali bergairah, aku kangen" batinnya merindu sesuatu yang dulu pernah dirasa menggebu sembari memperhatikan baju tidur kostum perawat seksi yang ia kenakan, model berukuran belahan dada rendah dan potongan rok pendek.

Ia sebenarnya dikenal oleh tetangga di sekitar rumah sebagai perempuan bersuami yang pemalu, yang mesti duluan ditanya kalau ingin berbicara dengannya. Sebesar biji sawi pun tidak kelihatan ada nakal-nakalnya, tidak terlihat suka genit kepada lelaki lain bahkan kepada suaminya. Apalagi berpikir bahwa ia tukang selingkuh, sungguhlah tidak ada satu pun tetangga yang sanggup berprasangka seperti itu. Namun begitu, walau di luaran tampak seperti perempuan baik-baik, bukan berarti di dalam rumah ia tak mampu bertingkah yang macam-macam, setidaknya malam ini terpaksa ia memberanikan diri untuk melakukan perbuatan yang bukan-bukan, menantikan kehadiran seorang lelaki sales pulsa dengan berbusana baju tidur kostum perawat seksi yang menggoda di sofa ruang tamu.

Ini urusan bermain cinta, tentulah malu bila mesti ribut-ribut kepada para tetangga. Sudah lama ia merindu sentuhan lelaki yang amat ia cinta, membawanya terbang ke angkasa, di kasur yang berbusa. Mengingat usianya yang masih muda, dua puluh lima, lumrah jika masih membayang berasyik masyuk dalam gelora cinta yang membara. Apalagi bayang-bayang kegagahan seorang lelaki sales pulsa itu telah terbukti jantan di kasur yang berbusa, bagai tentara yang bersemangat membela negara di medan laga.

Memang benar adanya, ia merasakan sendiri situasinya, seorang lelaki sales pulsa itu dulunya gagah perwira laksana tentara di medan laga, di atas kasur yang berbusa. Bahkan di bulan pertama pernikahan mereka, hampir setiap hari ia kewalahan menghadapi serangan yang bak membabi buta, pagi siang sore umpamanya titit seorang lelaki sales pulsa itu bagai enggan berhenti bertingkah seperti acungan tangan orang yang berpekik merdeka, lalu umpamanya beringas menggempurnya. Tapi itu dua tahun yang lalu, saat bisnis online seorang lelaki sales pulsa sedang berjaya, bahkan bisa sampai kebeli rumah segala walaupun bentuknya sederhana, rumah yang saat ini ia sedang duduk di sofa dengan gincu membara.  

Dua tahun lalu adalah masa di mana suaminya selalu ada di rumah, karena banyak menghabiskan waktu bekerja di rumah, selalu menemukan kesempatan untuk bermain cinta dengan bergairah, ia masih ingat dulu di satu hari yang masih pagi, saat ia sedang cuci pirang dengan mengenakkan rok terusan sejengkal di bawah lutut, tiba-tiba ada yang membenamnya dari belakang yang belakangan ia beri nama 'Masbuk punya titit'. Masbuk adalah nama suaminya, sementara titit diambil dari burung yang dipunya oleh suaminya itu, kenangan itu bikin ia pawaw pawaw.

Barangkali tetangga tidak akan ada yang percaya, di segala penjuru rumah, seperti misal tadi di dapur, sudah pernah terjelajah. Habis bercinta, kata-kata ini yang selalu teringang di kepalanya. "Kau punya senyuman seorang perawat agar pasien mau makan obat, melihatnya aku jadi pengen dirawat biar jadi kuat." Tentu ia sadari bahwa suaminya itu bukanlah pujangga cinta, sehingga ia maklumi suaminya tidak piawai dalam bermain kata-kata, tapi ia mengerti maksudnya, dan kata-kata itu menyelusup masuk merasuki sukma, yang kini menjelma menjadi sebuah kenangan yang amat ia rindukan hadirnya.

Memasuki setahun sudah hidup berumah tangga, memang durasi bermain cinta antara ia dan suaminya tidak semenggebu saat bulan pertama, tidak setiap hari tapi setidaknya malam jumat tetap bisa menggelar laga. Walau usaha telah sedemikian rupa, namun anak tak kunjung dikaruniai juga. Mengenai belum dikasih momongan mereka telah bersepakat berkata. "Tak apa, tetep kudu kita coba, setidaknya malam jumat harus menjadi agenda." Kesepakatan ini bikin mata mereka berdua berbinar, bagai faham malam jumat adalah malam sunah untuk dar der dor.

Setiap hari, sudah hampir tidak menjadi agenda. Malam sunah pun, tidak juga. Berawal dari bisnis online suaminya yang mengalami kemunduran beberapa bulan ke belakang, sudah tidak menghasilkan selama tiga bulan, hidup sehari-hari dari sisa uang tabungan peninggalan kekayaan bisnis kemarin, suaminya kemudian pindah haluan dengan bekerja sebagai sales pulsa. Memang belum sampai sebulan suaminya bekerja sebagai sales pulsa, tapi sudah tiga minggu tiga malam jumat ia tidak kena nafkah batin, merindu dekapan suaminya yang gagah, demikian dirasa lumrah.

Dulu umpamanya suaminya seperti selalu ada di rumah, tapi kini seperti banyak menghabiskan waktu di luar rumah, pulang malam sampai dalam keadaan lelah, tiada lain kegiatan selain langsung tidur mendengkur. Semakin terasa dongkol dirasakan olehnya, ketika malam libur, suaminya malah memilih untuk main badminton jadwal malam hari bersama teman-teman kerjanya yang baru, ya sama saja jadinya pulang main badminton pun suaminya dalam keadaan letih. Ia jadinya merasa jenuh, bagai merindu 'Masbuk punya titit'.

Sebagai perempuan yang diabaikan suami saban malam sudah hampir sebulanan, wajar jika kemudian tumbuh prasangka buruk terhadap dirinya sendiri, jangan-jangan ia tidak cantik dan bohai lagi, ia pun berkaca di suatu hari. "Ah tapi, kelihatannya aku masih cantik." Untuk meyakinkan diri ia mencoba gerakan sedikit memutar. "Dan juga masih bohai." Benarlah memang, ia merupakan perempuan yang cantik dan juga bohai, sebelum sukses dipinang Masbuk, ia sempat jadi rebutan para lelaki.

Hingga ia pun berkesimpulan begini: berarti ada masalah dengan 'Masbuk punya titit'. Bisa jadi karena memang beneran badan lelah sehingga belum apa-apa sudah menyerah, dan ia mengerti itu. Namun begitu, bukan lantas ia menyerah untuk mencari cara agar 'Masbuk punya titit' kembali gagah walaupun dalam keadaan badan lelah, ia berpikir-pikir, beberapa hari ke belakang memang ia memikirkan itu, akibat jenuh tak kena sentuh-sentuh. Sampailah di suatu hari ia menemukan artikel serupa Tips Asmara untuk Membangkitkan Gairah bagi Anda yang Sudah Menikah, mengenai baju tidur kostum perawat seksi merupakan salah satu pengetahuan yang ia dapatkan dari sana.

Ini barangkali gila, pikirnya. Saat mendapatkan paket tiga hari yang lalu, sebuah baju tidur kostum perawat seksi yang ia beli secara online tanpa sepengetahuan suaminya. Benarlah apa kata tetangga, kalau sebenarnya ia sosok perempuan bersuami yang pemalu, sehingga ide ini menjadi terasa tabu baginya. "Bagaimana kalau ketahuan sama tetangga?" Ia pasti ogah keluar-keluar rumah, akibat menanggung beban malu, bagai takut kena olok-olok di jalan sebagai Si Perempuan Kostum Perawat Seksi. Akan tetapi, kerinduan yang sudah membuncah pada titik yang paling tinggi terhadap 'Masbuk punya titit' bikin ia kehilangan urat malu. "Lagi pula rumah ini terbuat dari tembok, bukan dari bilik," ia merasa kelihatannya tidak akan ada yang bisa ngintip. Ini demi suami, pikirnya meyakin-yakinkan diri, agar 'Masbuk punya titit' bisa kembali berdiri tegak bak tiang bendera di hari kemerdekaan.

Pergolakan batin mengenai apakah akan digencarkan strategi Baju Tidur Perawat Seksi apakah tidak, sudah teratasi, yakni: demi 'Masbuk punya titit' yang artinya itu demi suami, ia rela untuk memberanikan diri mengenakkan baju tidur perawat seksi, biarpun nanti bisa saja ia kena olok-olok suami sebagai guyonan yang akan bikin ia jadi malu hati, tidak apa sebab malunya juga sama suami sendiri. Strategi akan diaplikasikan rencananya pada malam sunah ke-empat pada bulan ini, malam ini, malam di mana ia sudah menantikan kehadiran Masbuk suaminya di sofa ruang tamu, menunggu Masbuk suaminya membuka pintu rumah, lalu surprise.

Biasanya Masbuk pulang suka tepat jam sembilan malam, sementara ia sudah persiapan sejak jam delapan malam, dan seperti biasa memang setelah azan isya pintu rumah suka Susan kunci sebab suaminya bawa kunci cadangan, selain untuk menjaga diri sebagai perempuan yang sudah bersuami.

Waktu di jam dinding kini telah menunjuk pukul delapan lewat empat puluh lima, lima belas menit lagi diprediksi Masbuk akan segera membuka pintu rumah. Susan sudah siap tempur dengan baju tidur kostum perawat seksi serta tidak lupa bibirnya bergincu merah, dan juga wangi parfum bunga-bunga. Sudah berbagai pose menggoda dalam keadaan duduk di sofa ia latihan, ada beberapa meniru-niru video klip lagu dangdut Perawan atau Janda yang sebagai janda, dan telah menemukan pose yang akan dijadikan andalan sebagai penjamuan awal, yakni ketika mendengar derit pintu rumah dibuka serta merta ia mendongak ke udara sembari agak merem sementara gestur tubuhnya seolah berkata Abang Pilih yang Mana. Iyaa... Susan seketika melakukan itu saat terdengar jegrek bunyi kunci yang mau membuka pintu depan rumah. Terbukalah pintu depan rumah.

"Sus... Sus..."

"Iyaa Mas..." Susan mengira suaminya Masbuk sudah tergoda, dan panggilan itu ia artikan bukan sebagai Susan melainkan sebagai Suster, dalam keadaan mata yang masih merem jantungnya dag dig dug serrr.

"Ini ada Pak RT mau pinjem raket."

"Hah?!" Susan terkesiap kalang kabut.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon