Saturday, July 8, 2017

The Monchi Say

Setelah Mohamed dan Leo dan Toni, tidak akan ada lagi pemain penting yang pergi. Radja keturunan Indonesia akan tetap bertahan, begitu juga dengan Kostas bek Yunani. Tidak ada kepentingan bagi saya untuk menciptakan Roma seperti Supermaket di hari raya kaum muslimin di Indonesia, waktu penjualan-penjualan pemain penting sudah selesei, kepentingan saya saat ini adalah untuk membangun Roma dengan pilihan yang ada di bursa, dan itu untuk satu tujuan: membentuk tim juara. sudah dulu ya.

#TidakPersisBenarKata2MonchiSepertiItuNamunMengandungSemangatYangSamaDenganKata2MonchiYangAslinyaYangKubacaDiMedia
#TidakUsahLagiGundahGulanaSemogaSajaBenarAdanya
#TetapSemangatUntukBernyanyiRomaRomaRoma :D

Demikian adalah status fesbukku. Aku sedang membicarakan apa yang kubaca dari sumber Football Italia mengenai perkataan Monchi yang menegaskan bahwa Radja Nainggolan akan bertahan di Roma, dan secara garis besarnya adalah apa yang kutuliskan di atas.

Tentu saja perkataan Monchi ini menjadi penting, paling tidak bagiku yang akhir-akhir ini mengamati pergerakan AS Roma di bursa transfer. Aku merasakan kegundahan yang paling dalam adalah ketika Antonio Rudiger masuk dalam daftar jual AS Roma dalam arahan Direktur Olahraga Monchi, sebab Toni adalah salah satu pemain penting yang berpotensi untuk menghasilkan uang yang mewah bila dijual (sampai aku menuliskan konten ini, Toni belum resmi benar ke Chelsea, namun sudah akan melakukan tes medis untuk Chelsea, berarti tinggal menunggu pengumuman resminya saja). Sebab Toni, aku sudah mendaku bahwa bek idolaku adalah Rudiger. Aku mencoba untuk merelakan kepergian Toni seiring waktu bergulir.

Tidak hanya Mohamed Salah. Tidak hanya Leandro Paredes. Tidak hanya Antonio Rudiger. Tidak habis pikir, ketika ketiga pemain penting itu sudah dijual, terdengar kabar pula bahwa ternyata Kostas Manolas pun berpotensi untuk dijual dan juga Radja Nainggolan. Aku sempat berpikir, jika misal Mohamed dan Leo dan Toni berhasil dijual, dan lalu Kostas juga pergi dan Radja juga pergi, maka itu akan menjadi konyol. Atas nama financial fair play, penjualan Mohamed dan Leo dan Toni, sampai sini masih bisa dimengerti, apalagi diiringi juga dengan pembelian Hector dan Rick dan Maxime dan Lorenzo, justru sampai situ kinerja Monchi mesti diakui itu namanya good job--berdasarkan kenyataan bahwa Roma sedang dalam rangka menstabilkan keuangan untuk laporan financial fair play. Akan tetapi, jika sampai Radja juga dijual dan Kostas juga dijual, yang good job itu akan menjadi tolol.

Sebenarnya dari mula aku sudah percaya terhadap direktur olahraga Monchi bahwa ia tidak akan bertindak tolol, namun memang kabar-kabar sebelumnya--setidaknya mengenai Radja dan Kostas--sempat membuatku berpikir ke arah situ. Dan sebagaimana yang dikatakan direktur olahraga Monchi kepada media, paling tidak sampai detik ini, sekali lagi apa yang kutulis di atas sebagai status fesbuk mengandung semangat yang sama dengan kata-kata Monchi yang asli, untuk itu marilah aku beri keplokan buat Monchi karena sejauh ini sudah mempersembahkan kinerja yang brilian--itu artinya aku dengan tegar hati sudah merelakan Toni Rudiger pergi dari Roma, demi Roma secara komprehensif.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon