Friday, July 14, 2017

Pemain muda berbakat Turki Cengiz Under, The New Paulo Dybala

Cengiz Under Roma
Image: Haberturk
"Roma kedatangan The New Paulo Dybala..." kataku mau memulai khotbah di warung, kebetulan di situ ada dua orang jamaah, tetanggaku penggemar Juventus dan yang punya warung. "...Pemain muda berbakat Turki Cengiz Under."

Anda harus tahu, sebelumnya AS Roma mendapatkan persaingan dari Juventus, Chelsea, Arsenal, Manchester United, dan Manchester City, untuk mendapatkan Cengiz Under. Demikian menandakan bahwa fitur-fiturnya menjurus ke pemain muda berbakat Turki. Mengingat umurnya masih 20 tahun (kelahiran 14 Juli 1997). Dan setibanya ia di bandara Fiumicino bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke 20, dan ia pun berbicara kepada wartawan. "Aku bahagia. Sebuah petualangan baru dimulai untukku. Forza Roma!" Di mana nanti Cengiz Under kemudian akan melakukan tes medis untuk Roma, setelah terjadi kesepakatan antara Roma dengan Besaksehir, Roma akan membayar 15 juta euro ditambah 20 persen dari biaya transfer masa depan. Pengetahuan ini kudapatkan ketika membaca berita AS Roma di laman Football-Italia dengan judul berita Cengiz Under: 'Forza Roma!' Tayang 14 Juli 2017.

Cengiz Under, sejak dari bulan-bulan ke belakang sudah disebut-sebut sebagai salah satu bakat muda terbaik di Eropa. Ia posisi murninya sebagai pemain sayap (dan atau penyerang sayap), namun bisa juga dijadikan sebagai gelandang kreatif atau Playmaker, dan bahkan bisa menjadi striker, sebagaimana julukannya The New Paulo Dybala (sebagaimana posisi main Paulo Dybala).

Barangkali dengan data tersebut anda bisa membayang bagaimana seorang Cengiz Under bermain bola, mungkin akan lebih mendekati ketika terbayang bagaimana Paulo Dybala saat masih main untuk Palermo (di mana Dybala kali pertama bermain di tanah Italia, Dybala adalah pemain berkebangsaan Argentina yang saat ini main untuk Juventus). Bukan karena kebangsaan Cengiz Under dijuluki The New Paulo Dybala, melainkan karena perawakannya dan juga karena skill main bolanya, jangan-jangan.

"Mari aku traktir minum kopi untuk merayakannya."

Heran. Kenapa tetanggaku penggemar Juventus tidak mendebat? Barangkali gara-gara mau ditraktir minum kopi, sementara yang punya warung memang menurut yang sudah-sudah kalau aku berkhotbah ceramah sepakbola reaksinya hanya manggut-manggut saja.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon