Thursday, July 20, 2017

Pemain baru AS Roma Defrel bertipe Goal Poacher

Defrel Roma
Foto: AS Roma
Penyerang yang suka berkeliaran di daerah kotak penalti lawan untuk membuka ruang bagi dirinya sendiri agar mampu menciptakan peluang untuk menciptakan gol, ditunjang dengan mempunyai pergerakan tanpa bola yang bagus dan mempunyai respon yang tinggi disertai dengan memiliki kecepatan, ini adalah gambaran umum tentang penyerang bertipe Goal Poacher, dan hal ini adalah karakter (sebagai gambaran umumnya) pemain baru AS Roma Gregoire Defrel. Iya, berdasarkan berita transfer dari laman resmi AS Roma, AS Roma dengan gembira mengumumkan Defrel sebagai pembelian baru, dibeli dari Sassuolo dengan kesepakatan pinjaman awal dengan biaya senilai 5 juta euro dan memiliki kewajiban melakukan pembelian permanen senilai 15 juta euro bila target tertentu telah terpenuhi (berarti total mencapai 20 juta euro, dan dalam kesepakatan itu pun dikabarkan mencakup pembayaran berkenaan dengan performa senilai 3 juta euro tambahan tergantung kepada prestasi pemain maupun klub). Defrel menandatangani kontrak berdurasi lima tahun bersama AS Roma hingga 30 Juni 2022. Ini sebagai pertanda bahwa Defrel telah resmi menjadi Gladiator Roma. Giallorossi telah kedatangan seorang penyerang dengan tipe Goal Poacher. Selain daripada itu, tentunya ada beberapa kekuatan lain yang dimiliki oleh seorang Defrel untuk dijadikan sebagai bahan mengabdi kepada Roma biar orang-orang yang mencintai Roma berhasil dibikin bagai Eneng memanggil Bang Ojek sayang dalam lagu dangdut Bang Ojek yang nyanyi Zaskia Gotik. Misal, ia pun mempunyai tendangan yang jeger, karena memiliki ciri pemain yang suka mencari posisi di luar kotak penalti untuk melakukan tendangan jarah jauh di mana keahlian ini suka disebut sebagai Long Langer (ini lebih afdol saat ia barangkali berperan sebagai penyerang sayap kanan). Sebagaimana sudah kita tahu, bahwa selain berposisi sebagai penyerang murni (sentral), Defrel pun bisa bermain sebagai penyerang sayap kanan, hal ini pun diamini sendiri oleh Defrel dalam sebuah wawancara pertamanya di laman resmi AS Roma berjudul Defrel’s first interview: ‘I will give everything for this club’. Dan ini tak kalah penting, bahwa Defrel sebelumnya telah bekerja sama dengan pelatih Di Francesco (pelatih Roma sekarang) saat keduanya masih di Sassuolo, ini bisa menjadi sinyal bahwa Defrel telah memahami bagaimana sepakbola dalam arahan pelatih Di Francesco, dipertegas dengan usianya yang sudah matang (Defrel berusia 26 tahun) dan berpengalaman di kancah Serie A, dan ini pun bisa jadi peluang bermakna bagi Defrel sebab ia bisa berkesempatan bermain di Liga Champions bersama AS Roma, lengkaplah sudah situasi ini, menarik ditunggu bagaimana kontribusi Defrel dalam jersey Giallorossi. Dan dalam sudut pandangku saat ini, berdasarkan pengetahuan-pengetahuan itu aku membaca (atau sudah bisa terbayang) bahwa pembelian Defrel ini adalah hal yang efektif untuk AS Roma dalam rangka meraih tujuan untuk menggapai kejayaan (terutama di kancah Serie A, yang suka kita sebut sebagai Scudetto). "Aku tak sabar ingin segera memulainya."

Sila dibaca ini juga brother: Defrel tiba di Trigoria.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon