Monday, July 3, 2017

Paredes pergi ke Zenit dan Gonalons datang ke Roma

Paredes pergi ke Zenit dan Gonalons datang ke Roma
Image by Chiesa Di Totti
Ini adalah berita AS Roma tentang pos gelandang tengah. Paredes pergi ke Zenit dan Gonalons datang ke Roma. Bisa jadi, khususnya bagi Roma, ini sebagai strategi transfer atas nama ini: jika ada pemain bagus yang pergi maka harus pemain bagus lagi sebagai pengganti. Tidak boleh munafik juga, untuk mencari keuntungan secara materi namun tidak melupakan kepentingan taktikal di lapangan. Situasi ini, kupikir, dapat diterima oleh akal, walau hati masih setengah-setengah menerimanya--sebab kepergian Leandro Paredes yang sudah ada cinta di antara kita.

Bagaimanapun juga, Leandro Paredes adalah pemain bertalenta yang dimiliki oleh Roma, kontribusinya selama ini--walaupun belum bisa dikatakan sebagai pemain kunci di lini tengah Roma--sudah nyangkut di hati orang-orang yang mencintai Roma. Aku masih ingat, di musim lalu, Leandro Paredes mencetak gol yang kusebut sebagai gol yang patut dibanderol 50 juta euro karena saking menakjubkan, dicetak ke gawang Torino dalam pertandingan serie A pekan ke 25 musim 2016/2017. Ini jelas merupakan gambaran bahwa Leandro Paredes adalah aset masa depan Roma--usianya saat ini masih 23 tahun. Di masa depan, amat mungkin, menjadi pemain kunci seperti halnya De Rossi atau Strootman atau Nainggolan. Mengingat hal itu, jadinya amat disayangkan dengan penjualan Leandro Paredes ke Zenit--yang kemudian melahirkan kesedihan di hati sebagian orang penggemar AS Roma.

Memang situasinya Roma membutuhkan uang untuk menstabilkan keuangan klub atas nama fnancial fair play, dan yang berpotensi untuk diuangkan secara cukup megah adalah salah satunya Leandro Paredes--setelah sebelumnya sukses menguangkan penyerang sayap kanan Mohamed Salah ke Liverpool seharga 42 juta euro ditambah bonus 8 juta euro. Dari laman resmi AS Roma, dikabarkan bahwa kesepakatan telah tercipta antara Roma dan Zenit mengenai transfer Leandro Paredes, di mana sudah resmi, dengan biaya transfer sebesar 23 juta euro ditambah bonus 4 juta euro.

Untuk mengganti peran Leandro Paredes di Roma, kelihatannya nama Maxime Gonalons adalah tepat--atau efektif. Di sini, Leandro Paredes dalam arti sebagai peran Anchor Man--yang menggantikan peran Daniele De Rossi di posisi DMF jika Daniele tidak main (di beberapa pertandingan Roma yang kutonton begitulah kira-kira peran yang kerap dimainkan oleh Leandro Paredes di Roma musim lalu). Jika kerangka pikirnya adalah Anchor Man atau peran DMF, maka justru Gonalons termasuk nama yang berpengalaman--bisa dikatakan juga nama besar setingkat di bawah Daniele De Rossi. Dipertegas dengan jiwa kepemimpinan yang telah dimiliki oleh Maxime Gonalons, maka jika objektif dalam mengambil sudut pandang, justru Roma ada ditempat yang untung, Gonalons sudah berumur 28 tahun memang tapi dibeli dengan harga hanya 5 juta euro--memakai kata hanya dikarenakan pembandingnya adalah harga jual Leandro Paredes ke Zenit.

Dengan tidak melupakan rasa sedih karena telah kehilangan pemain muda bertalenta Leandro Paredes, namun bagaimanapun juga, atas situasi ini, kinerja direktur olahraga Monchi patutlah mendapatkan keplokan. Dan dengan segala terima kasih terhadap apa yang diberikan oleh Leandro Paredes, termasuk rasa cinta Leandro Paredes untuk Roma dan orang-orang yang mencintai Roma, selamat dan sukses bagimu Leo di FC Zenit Saint Petersburg. Dan selamat datang di Roma, Gonalons.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon