Monday, July 31, 2017

Menyorot Permainan Cengiz Under Roma Saat Melawan Si Nyonya Tua di Amerika

Sudah aku duga, kalau Aceng (Cengiz Under) akan bagai menganggap Si Nyonya Tua sebagai jablay, walaupun secara keseluruhan Roma kalah adu penalti lawan Juventus dalam International Champions Cup di Amerika (tur pra musim): Roma 1 vs 1 Juventus (4-5 adu penalti). Pertandingan berjalan, menurutku (aku nonton langsung secara streaming pertandingan ini), sesuai dengan tajuk masih pra musim, terlihat kedua tim masih meraba-raba gaya permainan (dan atau mencoba beberapa pemain) di dalam taktiknya. Di sini, aku hanya ingin menyorot penampilan idola baru gue Cengiz Under, sebagaimana di laga lawan Tottenham sebelumnya, pada pertandingan lawan Juventus pun Aceng dimainkan di pertengahan babak kedua (sekitar menit enam puluhan), dan marilah aku mulai saja. Samar-samar aku masih ingat apa-apa yang terjadi mengenai Cengiz Under di lapangan, dari mulai masuk ke lapangan hingga Aceng menjadi penendang penalti kelima bagi AS Roma. Tidak jauh beda dengan penampilan pertamanya saat melawan Tottenham, begitu pun juga saat lawan Juventus, pergerakan Aceng enak dilihat, bagaimana ia menerima umpan seperti selalu mesti disodok oleh yang jaga, namun Aceng punya teknik untuk berkelit sehingga bola masih dalam kontrolnya dan atau berhasil diamankan dengan cara diumpan kembali kepada kawan, adapun saat di mana bola berhasil disodok namun itu menjadi pelanggaran sehingga bikin pemain lawan kena kartu kuning, kartu kuning ini mesti diterima oleh bek berpengalaman Chiellini saat kewalahan menjaga pergerakan Aceng yang mau meloloskan diri setelah mendapatkan umpan dari kawan, dan bukan saat itu saja Aceng dijatuhkan hingga menghasilkan pelanggaran namun masih ada lagi sebelumnya semisal bagaimana pergerakan Aceng yang hendak meloloskan diri dari kawalan lawan sembari menggiring bola namun Aceng kemudian terjatuh (pergerakan jatuhnya Aceng ini pun berkualitas ya, ini teknik menjatuhkan diri yang bagus) bikin wasit meniup peluit sementara yang jadi terdakwa adalah Sturaro (aku kurang ingat apa Sturaro kena kartu kuning apa enggak, tapi kelihatannya enggak, soalnya posisi Sturaro yang sebenarnya jadi dibikin seolah-olah Aceng yang dilanggar, tapi memang bener itu namanya pelanggaran, hanya saja sedikit berbeda posisi melanggarnya dengan situasi setelahnya yakni saat Aceng dilanggar oleh Chiellini). Kemudian lihatlah bagaimana Aceng melakukan tendangan penalti, bila misal menjadi pembandingnya adalah beberapa pemain Roma sebelumnya yang menendang penalti (Aceng menjadi penendang kelima), Tumminelo (sama-sama pemain muda) gagal melakukan tendangan penalti sebab tendangannya mampu ditepis oleh kiper lawan, Pellegrini tendangannya mampu pula kena tepis namun untungnya bola masuk ke dalam gawang, begitu pula dengan Juan Iturbe yang tendangannya mampu terbaca untungnya Iturbe nendangnya keras sehingga masuk ke dalam gawang, barangkali yang lebih mendingan adalah tendangan penalti yang dilakukan oleh Bruno Peres yang mampu mengecoh pergerakan kiper lawan (Bruno Peres menendang penaltinya agak lari di tempat terlebih dahulu beberapa saat sehingga gerakan itu memperdayai bacaan kiper lawan), dan lalu tiba giliran Aceng yang nendang penalti, sungguh aku melihat ketenangan dalam raut wajah Aceng saat melangkah mau nendang bola (padahal umurnya masih muda), kemudian yang terjadi adalah tendangan penalti Aceng tidak mampu terbaca oleh kiper Juventus, Aceng tendangan penaltinya gokil bak berondong tua (maksudnya masih muda tapi punya kekaleman pemain berpengalaman), ini maksudnya Aceng bagai menganggap Si Nyonya Tua sebagai jablay. Memang, penampilan Aceng tidak sempurna juga, semisal ada satu momen di mana Aceng mengumpan menyasar namun mengenai bek lawan, padahal kalau lebih sabar bisa jadi bagus umpan itu untuk kawan, namun umpan menyasar yang selanjutnya kupikir bagus ya walaupun tidak membuahkan gol (dan atau menjadi assist untuknya).

Sila dibaca juga ini brother: Aceng El Bandito Siap Menjajah Cinta Si Nyonya Tua di Amerika.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon