Sunday, July 23, 2017

Mencoba merumuskan kalimat pembuka pemain baru AS Roma Aleksandar Kolarov

Kolarov resmi ke AS Roma
Foto: AS Roma
Aku mendapatkan pengetahuan mengenai kegembiraan AS Roma yang mengumumkan telah resmi mendatangkan bek berkebangsaan Serbia Aleksandar Kolarov dari Manchester City dengan biaya transfer senilai 5 juta euro (pembelian permanen), disertai Aleksandar Kolarov (yang saat ini berusia 31 tahun) telah menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun sampai 30 Juni 2020. Ini kupikir merupakan pengetahuan dasar dari berita berjudul Kolarov completes Roma move yang kubaca di laman resmi AS Roma. Selain itu, ada yang kemudian mengganggu pikiranku (dalam arti yang positif), untuk kemudian tertarik guna merumuskannya, yakni tentang kalimat pembuka (atau kata-kata) pemain baru AS Roma Aleksandar Kolarov saat dengan bangga memamerkan jersey Giallorossi. "Aku amat senang berada di sini, aku akan memberikan seratus persen dan lebih banyak untuk Roma. Tujuanku selalu sama, yakni menang." Kita tahu, tentang masa lalu Aleksandar Kolarov yang pernah menjadi pemain kebanggaan Lazio, sejarah ini tentunya penting untuk aku angkat sebagai acuan untuk merumuskan ini mengingat secara history antara Roma dan Lazio terdapat persinggungan kekuasaan (siapakah yang terbaik di ibu kota Italia) sebagai sinyal perseteruan abadi dan tajuk Derby della Capitale adalah yang mewadahi, masa lalu Kolarov (sebagai mantan Lazio, bukan sebagai yang baru datang dari Manchester City) ini ditenggarai bakalan memunculkan keraguan (sebagai suatu hal yang alamiah) di hati orang-orang yang mencintai Roma (apalagi mengingat bagaimana kontribusi Kolarov bagi Lazio dulu, bisa saja kita pernah terluka olehnya), jelas tersurat di sana bahwa bek Aleksandar Kolarov mengatakan akan memberikan seratus persen dan lebih banyak untuk Roma, ini seharusnya sudah bisa memupus keraguan itu, bahwa bek Aleksandar Kolarov kini resmi telah menjadi Gladiator Roma, dan kata-kata Kolarov ini pun membuka untuk bisa bikin orang-orang yang mencintai Lazio (yang dulu mereka sempat banggakan) tertusuk hatinya, dan bisa saja membikin jenggot Presiden Lazio (dengan catatan punya jenggot, enggak gitu juga kali, ini metafora) kebakaran. Dan kalimat terakhir dalam kata-kata pembuka itu, menandakan kalau Kolarov sebagai seorang pemain sepakbola profesional yang sudah matang, ditutup dengan bijaksana: tujuanku selalu sama, yakni menang. Seharusnya kita (orang-orang yang mencintai Roma) tidak usah meragu dengan Kolarov dengan melupakan bahwa ia adalah mantan pemain Lazio, sebab Kolarov mengatakan amat senang bergabung dengan Roma dan ini jika dibenturkan dengan kata-kata Monchi (masih terdapat di Kolarov completes Roma move). "Aku ingin berterima kasih atas antusiasme dan kemauan yang ia telah tunjukkan saat ingin datang ke Roma." Kata-kata Kolarov 'amat senang bergabung dengan Roma' selaras dengan kata-kata Monchi 'antusiasme dan kemauannya yang ia tunjukkan saat ingin datang ke Roma'. Dan ini pun semestinya disadari oleh mereka (orang-orang yang mencintai Lazio), bahwa hati mereka sepertinya mendadak uring-uringan bagai sudah diselingkuhi Macan Ternak (ingat, ini metafora).

Sila dibaca juga ini brother: Kolarov dalam sudut pandang Guardiola.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon