Thursday, July 6, 2017

Lucas Moura memang akan efektif untuk Roma sebagai penyerang sayap kanan

Lucas Moura memang akan efektif untuk Roma sebagai penyerang sayap kanan
Penyerang sayap kanan agresif. Penyerang sayap yang suka memotong dari sayap untuk masuk ke ruang kosong di antara lini pertahanan lawan, dan tentu saja manuver demikian adalah di dalam rangka untuk menimbulkan masalah dalam sistem pertahanan lawan. Penyerang sayap yang tiba-tiba masuk ke dalam celah di antara barisan pertahanan lawan untuk menyambut umpan lambung terobosan dari tengah menuju jantung pertahanan lawan, dibarengi dengan kecepatan berlari tingkat tinggi untuk kemudian tinggal berhadap-hadapan dengan kiper lawan dan lantas mensonteknya bagai sekilas saja guna mengelabui kiper lawan hingga bola bersarang di jala gawang lawan. Gaya main seperti ini, aku berani mengatakan bahwa Mohamed Salah pun kerap melakukannya saat bermain di Roma. Dan ketika kucoba untuk mengamati bagaimana seorang Lucas Moura dari PSG bermain sepakbola, begitulah pula kira-kira, tak ubahnya Mohamed Salah.

Ini dibangun berdasarkan kabar yang kubaca begini: ide pertukaran penyerang sayap kanan Lucas Moura dari PSG dengan bek tengah Kostas Manolas dari Roma. Memang Roma membutuhkan sosok pengganti Mohamed Salah yang sudah terjual ke Liverpool, dan tapi aku pun tidak akan terlalu membahas mengenai apakah aku setuju dengan ide pertukaran ini, melainkan aku akan mencoba fokus kepada apakah Lucas Moura bagus sebagai pengganti Mohamed Salah apakah tidak--dan tentu saja ini menurut sudut pandangku saja.

Jika anda perhatikan bagaimana pemain Brasil di lini serang--yang berposisi sebagai pemain sayap dan atau penyerang sayap dan atau bahkan penyerang murni--maka anda akan melihat bagaimana mereka piawai dalam memainkan si kulit bundar, dan memang terlihat suka pamer, ambil contoh sebagai gambaran adalah Neymar, sehingga pemain lawan bagai terlihat bodoh alih-alih pintar, dan tapi sebagian penonton dibikin terhibur. Aksi-aksi Trickster seperti itu, dimiliki pula oleh seorang Lucas Moura, atau Lucas Moura bisa melakukan aksi-aksi menghibur seperti itu.

Ini akan menjadi berbahaya, bagi serangan AS Roma--dalam sudut pandang lawan tentu saja. Bila Lucas Moura berhasil menjadi Gladiator Roma. Kemudian mengetahui bagaimana gaya serang pelatih Roma saat ini yaitu pelatih Di Francesco, yakni di sektor penyerang sayap bagai bertumpu pada sosok pemain kaki terbalik, dan ketahuilah bahwa Lucas Moura merupakan tipe penyerang sayap yang cocok untuk gaya serangan arahan pelatih Di Francesco, Lucas Moura berkaki strong kidal namun posisi murninya adalah sebagai seorang penyerang sayap kanan. Itu artinya, kupikir, Lucas Moura memang akan efektif untuk Roma sebagai seorang penyerang sayap kanan untuk menambal lubang--dan atau menyempurnakan--posisi yang ditinggalkan Mohamed Salah di Roma.


Mohon maaf kelihatannya aku salah melakukan pengamatan mengenai kaki strong Lucas Moura, ia bukan pemain kidal, melainkan kaki strongnya kanan--harap dimaklum di sini ibaratnya ngomongin sepakbola di warung kopi, jadi bukan profesional pengamat sepakbola sebagaimana anda saksikan Bung Bung yang ada dalam acara pertandingan sepakbola di layar televisi, namun apabila aku menemukan ada kesalahan semisal begini akan coba segera kuperbaiki dan atau paling tidak diumumkan semisal begini tanpa mengedit tulisan yang sudah tertulis, diumumkan bahwa itu telah terjadi kesalahan. :D

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon