Thursday, July 13, 2017

Douglas Costa resmi ke Juventus, I Borrow This Book First If It's Good to Buy

Douglas Costa Juventus
Image: Juventus twitter handle
Aku rasa ini tidak cocok jika dihubungkan dengan judul lagu Iwan Fals Buku Ini Aku Pinjam, ini kalau ibaratnya sebuah novela maka judulnya bisa saja ini I Borrow This Book First If It's Good to Buy. Barangkali seperti itulah Douglas Costa resmi ke Juventus dari Bayern Munich, melalui status pinjaman seharga 6 juta euro selama satu musim dengan opsi pembelian sebesar 40 juta euro (jadi total harganya mencapai 46 juta euro jika dibeli permanen nanti) sebagaimana yang diumumkan di laman resmi Juventus.

Kebetulan ketika pertama kali aku mendengar berita Douglas Costa resmi ke Juventus ini, di malam hari yang sebentar lagi mau azan isya, aku bertemu dengan tetanggaku penggemar Juventus di warung (saat aku mau beli rokok jarcok sebatang dan tetanggaku penggemar Juventus disuruh ibunya untuk membeli obat nyamuk). Kami berbincang di sana dengan serius, membicarakan transfer Juventus.

Ia terlihat begitu bangga karena Juventus sukses mendatangkan Douglas Costa (padahal sesuatu yang sepatutnya tidak berbangga, sebab datangnya minjem dulu), ia bilang. "Hebat Juventus dapetin Douglas Costa, Juventus siap juara lagi Serie A."

Tidak kupungkiri dulu. Ada bayangan tentang bagaimana keahlian Douglas Costa bermain bola, dan itu memang mempesona, Douglas Costa terlihat mahir dalam menggiring bola, dan jago berduel satu lawan satu dalam manuver untuk meloloskan diri (dalam rangka melakukan penetrasi, bahkan sampai ke jantung pertahanan lawan, mengingat posisinya sebagai pemain sayap). Akan tetapi, masalahnya ya itu tadi, tetanggaku penggemar Juventus semestinya tidak jumawa, sebab kehadiran Douglas Costa di Juventus hasil pinjem dulu (memang ada opsi beli), di samping ini terlalu dini. "Anda terlalu dini bila menyebut kehadiran Douglas Costa di Juventus akan bikin Juventus Scudetto lagi, Roma dan Napoli tetap kuat, Milan dan Inter sedang dalam rangka berbenah," kataku mendebatnya.

Dan azan isya pun menggelegar (azan yang di masjid dekat warung). Membuat kami berdua lantas celingukan bagai orang bingung, dan benar memang kami berdua bingung (bahkan juga yang punya warung), bingung itu siapa yang azan soalnya nada suaranya beda dari biasanya (kalau azannya itu sendiri ya sama). Azan beres. Kami berdua bagai lupa dengan perbincangan tadi tentang Douglas Costa, setelah itu kami berdua sama-sama pergi (tetanggaku penggemar Juventus pergi ke rumahnya sementara aku pergi ke rumahku, tetanggaku penggemar Juventus jalannya sambil menenteng obat nyamuk sementara rokok jarcok kuselipkan di kuping).

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon