Wednesday, July 26, 2017

Cerita Cengiz Under Debut

Cengiz Under AS Roma
Foto: AS Roma
Penasaran dengan bagaimana aksi Cengiz Under melakoni pertandingan pertamanya bersama jersey Giallorossi, dan inilah yang menjadi motif daripada konten ini dibangun. Aku mengamati beberapa video di yutub (aku memang tidak nonton secara langsung pertandingannya), yang mempunyai judul Cengiz Under Debut. Kita sudah tahu, Cengiz Under telah melakukan pertandingan pertamanya bersama AS Roma saat melawan Tottenham dalam laga pra musim di Amerika Serikat. Ini (debut Cengiz Under bermain untuk AS Roma) walaupun masih dalam ajang pra musim, namun hasrat untuk menyaksikan Cengiz Under debut bersama AS Roma terasa menggebu (paling tidak bagiku yang sudah mendaku sebagai Ketua Perkumpulan Aceng El Bandito Menjaja Cinta). Dari awal aku sudah menduga, bahwa video tentang Cengiz Under Debut ini semua adegannya berfokus kepada Aceng, sesuai judulnya. Beberapa video kutonton secara langsung nyedot kuota, satu video sengaja aku downlod biar entar bisa ditonton berulang-ulang tanpa mesti takut nyedot kuota (hampir semua video tentang Cengiz Under Debut berpandangan sama). Sebelum menonton video yang telah disimpan, kupergi ke dapur dulu untuk mengambil beberapa potongan midog (midog: mie instan dicampur telor dibikin laksana fizza, tapi anda mungkin tidak akan menemukannya di restoran Italia). Sambil makan midog, kutonton Aceng beraksi dalam Cengiz Under Debut Tottenham vs AS Roma untuk yang kesekiankalinya (video berdurasi sekitar tiga menitan) tanpa mesti takut habis kuota (sebab sudah disimpan videonya di komputer). Pergerakan pertama yang bermakna adalah ketika Aceng mempunyai visi yang bagus dalam memberikan umpan terobosan mendatar dari tengah menuju kiri pertahanan lawan, namun sayang umpan Aceng terlalu dekat ke pemain bertahan lawan sehingga bek lawan dengan mudah mematahkan laju bola yang menyasar itu. Adegan kedua giliran Aceng yang mendapatkan umpan terobosan bagus, bukan mendatar melainkan melambung melewati barisan bek tengah lawan, dan pergerakan Aceng pun bagus sehingga ia mampu meloloskan diri dari sistem pertahanan dan lolos pula dari jebakan off side, Aceng berhasil menggiring bola hasil umpan tadi menuju mulut gawang lawan namun bek yang tadi sempat terkecoh mampu kemudian bergerak untuk mengejar Aceng, saat mendekati kotak penalti lawan Aceng yang dalam provokasi (pengejaran ketat) bek lawan coba kemudian menendang bola langsung ke gawang, ah namun sayang bola yang ditendang Aceng melenceng jauh ke tiang atas gawang (sebagaimana Aceng yang merasa kesal dengan tendangannya itu, aku pun sama, dan kulampiaskan dengan mencomot sepotong midog), ini peluang yang bagus sebenarnya, akan tetapi kelihatannya Aceng agak kurang sabar (atau sedikit terburu-buru, dan provokasi dari bek lawan juga punya pengaruh kepada bagaimana Aceng menendang bola). Beberapa adegan selanjutnya yang masih terbayang di kepalaku adalah memperlihatkan bagaimana Aceng memiliki kemampuan yang bagus dalam memainkan bola, dan pergerakannya gesit (barangkali kalau menurut pandangan pemilik warung di seberang rumahku, pemilik warung di seberang rumahku umurnya disinyalir saat ini berusia sekitar 45 sampai 50 tahunan, dan kelincahan Aceng di lapangan bakalan mengingatkannya kepada Diego Maradona), kelihatannya Aceng pada pertandingan itu dimainkan sebagai penyerang sayap kanan dan datang sebagai pemain pengganti di babak kedua. Teknik ini yang kemudian kurasakan bagai minum kopi buatan Macan Turki, yakni teknik di mana Aceng dalam kepungan lawan namun kemudian berhasil memberikan umpan dengan tumit kepada Bruno Peres (yang kemudian membikin Bruno Peres lari menyisir sisi kanan sambil menggiring bola hasil umpan ciamik Aceng), hampir saja aku lupa belum menceritakan bagaimana proses terciptanya gol pertama Aceng untuk AS Roma (bukan gol pertama pada pertandingan itu, melainkan gol pertama Aceng untuk AS Roma, walaupun dalam laga masih pra musim), inilah proses terciptanya gol yang dicetak Aceng: dari sisi kiri ada kawan umpan silang setengah mendatar ke jantung pertahanan lawan, maksudnya umpan itu untuk Tumminello, namun umpan itu keburu diblok dengan setengah akrobat oleh pemain lawan, nah tapi bola blok itu justru menjadi bola rebond untuk AS Roma, bagai datang dari belakang yang tak diduga tiba-tiba Aceng (dengan respon dan kecepatan) berhasil menyerobot bola liar di dalam kotak penalti lawan dengan sebuah tendangan yang mampu menggetarkan jala gawang lawan. Ini akan menjadi langkah awal yang baik untuk Aceng dalam nanti melakukan penjelajahan bersama AS Roma di kompetisi yang lebih ketat lagi, aku yakin Aceng akan menjadi berondong gila dalam kancah persepakbolaan Italia pada musim ini, dan orang-orang yang menggilai sepakbola curiga akan setuju jika aku nanti memanggilnya mesra dengan sebutan Aceng El Bandito. Lanjutkan Ceng!

Sila dibaca ini juga brother: Mengamati permainan Cengiz Under sebagai The New Paulo Dybala.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon