Friday, July 28, 2017

Cengiz Under Roma Mematikan dan Sedikit Menyorot Gaya Main Aceng El Bandito

Cengiz Under Roma
Foto: AS Roma
"Cengiz, sebagaimana yang sudah aku katakan sebelumnya, adalah pemain yang mematikan, ia hanya perlu memperbaiki cara ia berada di lapangan, namun itu normal." Itu perkataan pelatih Eusebio Di Francesco dalam EDF: Cengiz lethal, Peres… di laman Football-Italia (tayang 26 Juli 2017), komentar untuk debut Cengiz Under dalam laga melawan Tottenham di tur pra musim Amerika Serikat, Cengiz Under Roma mematikan ini adalah reaksi cepat aku ketika kali pertama membaca kalimat itu, ada beberapa pengetahuan dari sana (dalam EDF: Cengiz lethal, Peres…) namun hanya Aceng yang mau aku sorot. Sebelumnya, tentu aku tahu (sebagai seseorang yang mendaku adalah Ketua Perkumpulan Aceng El Bandito Menjajah Cinta), bahwa pelatih Di Francesco sudah memuji Cengiz Under sebagai pemain sepakbola muda berbakat, memiliki kualitas yang bagus, pemain sepakbola yang unik, dan dalam laga debutnya Aceng berhasil cetak gol pertamanya padahal baru masuk di pertengahan babak kedua (bagai sebuah pembuktian di lapangan). Jika anda menonton aksinya dalam Cengiz Under Debut, maka anda akan sepakat dengan apa yang dikatakan oleh pelatih Di Francesco, dan setuju juga bahwa Aceng masih perlu memperbaiki cara ia berada di lapangan namun itu normal (sebab Aceng masih muda, dan berpotensi untuk terus berkembang memperbaiki diri, agar cepat bermetamorfosis menjadi Aceng El Bandito). Berdasarkan pengamatanku (dari beberapa video yang kutonton di yutub, termasuk video yang terbaru yakni Cengiz Under Debut bersama AS Roma lawan Tottenham), aku mempunyai gambaran umum tentang gaya main Aceng (selain tentunya pengetahuan mengenai posisi Cengiz Under yang fleksibel di lini serang, bisa sebagai winger, bisa sebagai playmaker, bisa sebagai striker): pemain yang terlihat suka mencari ruang kosong di sisi pertahanan lawan untuk kemudian masuk ke ruang tersebut guna memanfaatkannya (ini terlihat dalam satu adegan di Cengiz Under Debut, di mana Aceng mendapatkan umpan terobosan lambung dari tengah menuju jantung pertahanan lawan, dan pergerakan Aceng inilah yang kumaksud, ia mampu meloloskan diri dari jebakan offside dan berhasil menyambut umpan tersebut kemudian menggiringnya menuju mulut gawang), bertipe Talisman juga (terlihat dari bagaimana Aceng pun mempunyai visi yang bagus dalam memberikan umpan), dan juga tipe pemain yang bisa memancing bek lawan untuk mengejarnya sehingga ada ruang kosong untuk kawan karena bek lawan tadi terpancing oleh aksi Aceng (dan tidak jarang berkat aksinya itu, dengan kualitas teknik yang bagus, bikin pemain lawan kena kartu).

Sila dibaca juga ini brother: Cerita Cengiz Under Debut.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon