Monday, July 17, 2017

Sekedar berita aku sudah melupakan Antonio Rudiger dan sebuah olokan

bek chelsea Antonio Rudiger
Foto: ChelseaNews24
Aku membaca berita berjudul Rudiger: 'Not to be disrespectful...' di laman Football-Italia (Tayang 16 Juli 2017). Ini berita tentang mantan pemain AS Roma Antonio Rudiger yang kini telah resmi menjadi pemain Chelsea (dibeli dari Roma harganya mencapai 39 juta euro). Berita ini lebih menekankan tentang kata-kata Antonio Rudiger kepada BeIn Sports. "Tidak bermaksud untuk tidak respek. Namun saat anda berbicara mengenai Roma dan Chelsea, Chelsea merupakan klub besar. Roma pun klub besar juga di Italia. Tetapi aku pikir Chelsea berada di level berbeda. Tentu saja, bagiku alasan terbesar pindah ke Chelsea adalah pelatih Antonio Conte. Conte adalah pelatih yang fantastis, ia mengembangkan banyak pemain, contohnya Marcos Alonso dan Victor Moses. Mereka memainkan musim yang hebat. Itulah kenapa aku berpikir ini: Aku ingin menjadi bagian daripada itu." Begitulah Antonio Rudiger berbicara, setidaknya sebagai sebuah gambaran untuk kemudian kurenungkan di kepala. Mungkin anda tahu, kalau dulu aku pernah mendaku sebagai bek idolaku adalah Antonio Rudiger, panggilannya Toni. Itu bisa menjadi bayangan bagi anda, bahwa dulu (saat Toni masih pemain Roma), aku dan Toni telah tercipta cinta di antara kita (mengandung arti bahwa di Roma, Toni punya hak istimewa di hatiku), demikian juga menandakan bahwa ada beberapa hal yang kuketahui tentang Antonio Rudiger (sebab wajar, namanya juga penggemar, pasti aku tahu beberapa hal tentang Antonio Rudiger). Dan atas dasar itulah, kemudian kucoba untuk menafsir apa yang menjadi kata-kata Toni itu, aku merasa sebenarnya Toni sedang mengolok-ngolok dirinya sendiri (sekedar mengingatkan ini hanya sudut pandangku saja, atau hanya pradugaku saja). Aku tahu betul, bahwa Toni, saat masih di Roma, mengatakan bahwa ia bahagia di Roma dan ingin tetap bertahan di Roma (yang pada saat itu sudah ada ketertarikan dari Chelsea kepada Toni). Jadi kata-kata Toni itu kutafsir sebagai sebuah olokan (dalam kasus ini untuk dirinya sendiri). Oleh manajemen Roma, ia barangkali merasa dikorbankan karena alasan Financial Fair Play, yang kemudian menyebabkan dirinya dijual sebesar mencapai 39 juta euro ke Chelsea, dan mengingat itu, maka wajar bila Toni berkata seperti itu, dan ia bertekad untuk membalas apa yang telah dilakukan oleh Chelsea (dalam hal ini pelatih Antonio Conte) yang amat menginginkannya, dengan bersikap profesional untuk memberikan yang terbaik bagi Chelsea dengan menampakkan Fighting Spirit yang ia kini telah miliki bersama The Blues Chelsea. Ketika kuraba hatiku, entah kenapa, aku merasa biasa saja dengan kata-kata itu, lalu kucoba untuk merenungkannya, jangan-jangan aku sudah melupakan Antonio Rudiger, jangan-jangan aku sudah kepincut sama pemain baru AS Roma Cengiz Under (yang walaupun Cengiz Under berbeda posisi main dengan Antonio Rudiger, Toni di lini bertahan sementara Aceng di lini serang). Ya, kelihatannya, aku sudah melupakan Antonio Rudiger, dan sudah punya idola baru di Roma, yaitu Cengiz Under, panggilannya Aceng.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon