Friday, July 21, 2017

Berbagai alasan AS Roma menawar masih terlalu rendah harga Riyad Mahrez

Transfer AS Roma Riyad Mahrez
Foto: ESPN FC
Tulisan ini dibangun berdasarkan kata-kata Manajer Leicester City Craig Shakespeare dalam sebuah berita berjudul ‘Roma did bid for Mahrez’ di laman Football-Italia (tayang 21 Juli 2017). "Aku hanya ingin memberikan klarifikasi bahwa pada konferensi pers terakhirku ditulis mengatakan tak ada tawaran untuk Riyad Mahrez. Namun sebetulnya sesudah itu aku baru diberitahu bahwa ada sebuah tawaran dari Roma. Dan tawaran tersebut telah ditolak dengan halus karena nilai tawarannya yang masih terlalu rendah. Tentang persisnya tawaran harganya berapa, jangan tanyakan kepadaku sebab aku tidak tahu dan tidak mau terlibat dalam hal itu," ujar Craig Shakespeare (kira-kira semangatnya begitu) terkait target transfer AS Roma Riyad Mahrez penyerang sayap kanan Leicester City. Ini tentu saja agak membuat kecewa beberapa (atau mungkin sebagian besar) orang-orang yang mencintai Roma, sebab kadung amat mengharap kedatangan Riyad Mahrez, sebab telah beberapa hari ini (lebih dari seminggu) disajikan (atau menunggu kabar) situasi (dalam bentuk berita) mengenai Monchi sedang dalam rangka melakukan komunikasi transfer dengan pihak Leicester untuk mendapatkan penyerang sayap kanan Riyad Mahrez, dan kelihatannya berlangsung alot, hingga kabar terbaru (dari aku menuliskan konten ini) bahwa tawaran harga AS Roma dinilai masih terlalu rendah oleh pihak Leicester. Hasil baca-baca sebelumnya, aku mendengar, tawaran awal Roma untuk Riyad Mahrez ditolak oleh Leicester City, saat itu dilaporkan Roma menawar dengan harga 23 juta euro. Roma kemudian menaikan tawaran, sebagaimana dilansir Sky Sport, dengan harga tawaran mencapai 30 juta euro, dan kalau membaca tutur kata Shakespeare (bukan Williams, melainkan Craig manajer Leicester) berarti tawaran ini pun ditolak. Aku membaca, ada laporan yang mengatakan bahwa Leicester City mematok harga yang mahal untuk setiap klub yang tertarik kepada penyerang sayap kanan Riyad Mahrez, yaitu dikisaran 40 hingga 50 juta euro. Berarti jika Roma menawar sampai 30 juta euro, masih terdapat kesenjangan setidaknya 10 juta euro (bila mengacu nominal yang 40 juta euro) dari harga yang diinginkan oleh Leicester. Sah-sah saja bila kemudian aku bertanya-tanya, berdasarkan beberapa pengetahuan tentang transfer AS Roma Riyad Mahrez yang demikian adanya, kenapa Roma enggak berani nawar langsung dengan rincian mencapai 40 juta euro? (dengan asumsi bahwa Riyad Mahrez adalah profil yang amat tepat untuk menggantikan peran Mohamed Salah yang dijual ke Liverpool). Pertanyaanku ini kemudian menjadi menarik untuk kucari sendiri alasan-alasannya, sebab aku curiga jawabannya tidak mungkin sebuah alasan melainkan berbagai alasan. Pertama, bisa jadi, ini memang strategi komunikasi transfer Monchi di dalam rangka menjalankan rencana agar mendapatkan Riyad Mahrez dengan harga yang masih terlalu murah (menurut sudut pandang pihak Leicester), sebab di kepala Monchi telah ada pengetahuan bahwa Riyad Mahrez sudah ingin meninggalkan Leicester dan bahkan konon kabarnya Riyad Mahrez rela dipotong gajinya demi Roma. Kedua, memang tidak salah bila mengatakan bahwa Riyad Mahrez termasuk mega bintang (pernah didapuk sebagai peraih gelar PFA Player of the Years musim 2015/2016 setelah membawa Leicester City meraih gelar juara Liga Primer Inggris), di mana pada saat itu Riyad Mahrez menorehkan catatan mencetak 18 gol dan 10 assist dari 39 pertandingan yang dilakoni bersama Leicester, nah tapi di musim kemarin (musim 2016/2017) telah mengalami sedikit penurunan prestasi dengan mencetak 10 gol dan 7 assist dalam 48 pertandingan di segala kompetisi bersama Leicester City. Ketiga, karena sebenarnya AS Roma telah berhasil mendatangkan sosok yang berpotensi untuk menggantikan peran Mohamed Salah, yakni dalam diri Gregoire Defrel (yang datang dengan status sebagai wakil Edin Dzeko di pos penyerang sentral, namun Defrel pun bisa ditempatkan di pos penyerang sayap kanan) dan juga Cengiz Under (pemain muda berbakat Turki yang digadang-gadang sebagai The New Paulo Dybala di kancah Serie A), namun barangkali masih agak riskan bila peranan itu (peran Mohamed Salah) dipangku oleh kedua pemain AS Roma yang barusan kusebutkan sebab target Roma adalah tetap masuk akal (jadi perlu mega bintang) untuk meraih gelar juara (terutama) Scudetto, tetapi bila Roma memang mau ambil resiko (dengan memberikan kepercayaan berlebih kepada sosok Defrel apalagi sosok Cengiz Under) maka harapan Scudetto tetaplah (kupikir) menyala dengan asumsi bahwa Gregoire dan Cengiz adalah pemain yang memang sudah direnungkan mendalam oleh Monchi bahwa mereka berdua adalah potensial untuk peran Mohamed Salah, poin ini menandakan bahwa sinyalemen ketidakjadian merekrut mega bintang Riyad Mahrez menjadi menguat. (Aku pikir, jika misal, harga 30 juta euro ditolak Leicester, ini masih agak wajar, tapi kalau misal nanti Roma menawar seharga mencapai 35 juta euro untuk Riyad Mahrez dan tetap ditolak oleh Leicester, maka mendingan sudah saja Roma, mundur dari perburuan, sebab kita punya Cengiz Under yang menarik, Aceng berpotensi untuk menjadi bajingan di kancah persepakbolaan Italia).

Sila dibaca ini juga brother: Di Francesco: Mahrez adalah pemain yang menarik.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon