Wednesday, June 14, 2017

Menghayati kata-kata Francesca Brienza tentang Eusebio Di Francesco pelatih baru Roma

Menghayati kata-kata Francesca Brienza tentang Eusebio Di Francesco pelatih baru Roma
"Di Francesco selalu ingin menjadi pelatih Roma, dan itu akan menjadi kekuatannya! Karena dalam sepakbola harus menggunakan hati, bukan hanya kepala saja. Selamat datang!" Demikian adalah kata-kata Francesca Brienza, presenter ROMA TV, yang kukutip dari postingan halaman fanpage Tifosi As Roma Indonesia di fesbuk--yang bersumber dari akun medsos sang presenter cantik itu.

Aku membayangkan Francesca Brienza, tapi bukan membayang kemolekan tubuhnya, tapi lebih kepada membayangkan akan kata-katanya. Satu kata saja: bagus.

Demikian merupakan ungkapan sambutan untuk kedatangan pelatih baru Roma, Eusebio Di Francesco. Aku tidak tertarik untuk mencercap kata-kata itu seandainya itu bukan hadir dari sosok Francesca Brienza--yang notabene cantik menggoda dan atau hadir dari sosok wanita cantik penggemar AS Roma. Tiba-tiba saja, tidak ada paksaan, aku ingin menghayati kata-kata Francesca Brienza itu--dalam kapasitasku sebagai lelaki jones penggemar AS Roma.

Kau mungkin tidak percaya, kalau di fesbuk aku memiliki kekasih hati, kusebut ia Melati. Kepentinganku di sini bukan bermaksud pamer, melainkan aku ingin mengatakan ini. Bahwa, misal, Melati update status dalam bentuk kata-kata, aku selalu mencercapnya seksama. Pendekatan seperti itulah yang kemudian akan kucoba untuk menghayati kata-kata bagus Francesca Brienza tentang Eusebio Di Francesco pelatih baru Roma itu.

Menurut sudut pandang Francesca Brienza, kupikir, Eusebio Di Francesco merupakan sosok yang telah jatuh cinta kepada Roma. Maka ketika Di Francesco melatih Roma, rasa cinta Di Francesco kepada Roma akan menjadi sebuah kekuatan--bisa disebut kekuatan cinta, dan menurut para pujangga barangkali, tak ada yang bisa mengalahkan kekuatan cinta di dunia ini. Diperindah dengan kalimat lanjutan, sepakbola bukan hanya kepala melainkan hati--terutama bagi seorang pelatih yang bertugas sebagai peracik strategi. Selamat datang, adalah kata penutup dari sebuah optimisme yang telah terbaca dengan terang benderang.

Dari situlah kemudian, demikian, mempertegas keyakinanku bahwa Eusebio Di Francesco adalah orang yang tepat untuk melatih Roma menggantikan Luciano Spalletti. Aku bisa mengatakan bahwa Eusebio Di Francesco adalah masa depan Roma, untuk jaminan sebuah kejayaan. Mudah-mudahan.

Jika kemudian, kuplesetkan tulisan ini kepada sebuah kekonyolan, maka aku curiga, atau jangan-jangan kata-kata Francesca Brienza itu adalah bentuk rayuan maut untuk pelatih baru Roma Eusebio Di Francesco--sebagaimana mungkin kau tahu bahwa saat itu Francesca Brienza pernah dekat dengan pelatih Roma sebelum Spalletti yaitu Rudi Garcia, dan aku tidak tahu, karena sengaja tidak mencari tahu, apakah hubungan asmara Francesca Brienza dengan pelatih Rudi Garcia masih berlanjut apakah bagaimana.


Image: Corriere dello Sport

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon