Sunday, June 25, 2017

Membayang Andre Schurrle tiba-tiba menjadi Gladiator Roma

Membayang Andre Schurrle tiba-tiba menjadi Gladiator Roma
Memang sudah biasa di hari pertama lebaran, kurasakan hari suka terasa melelahkan, paling tidak dalam tahun-tahun terakhir ini, dan termasuk tahun ini. Sudah terbiasa begadang di bulan puasa, kemudian terbawa sampai ke malam takbiran, pagi menuju siang setelah salat ied kulakukan halal bihalal dalam keadaan belum tidur semalaman, sudah azan zuhur bersiap untuk tidur namun hanya sejenak saja--sekitar sejam-an--karena ada beberapa kerabat dekat--yang tinggalnya cukup jauh tapi masih satu kabupaten--datang untuk terus membangunkan--dengan maksud dan tujuan ingin bermaaf-maafan. Itu terjadi lagi menimpaku tahun ini. Dan oleh karena itu, lumrah jika kemudian sekitar jam sepuluh malaman sudah kurasakan mengantuk, sesaat sesudah kubikin status di fesbuk, seketika kutertidur jam segituan. Lalu kuterbangun sekitar jam tiga dini hari. Bangun tidur tanpa segelas kopi, rasanya bagaimana begitu, kurang semangat padahal keadaan tubuh sudah stabil untuk terjaga, dan aku tidak ingin memutuskan untuk mendingan tidur lagi sebab aku takutnya entar kesiangan salat subuh--biasa atmosfer bulan ramadhan masih hangat bersemayam sehingga keimanan bagai masih hot.

Tiba-tiba aku tertarik untuk mendingan memikirkan klub sepakbola yang kucinta yakni AS Roma--sambil kupandang langit kamar sembari menunggu azan subuh menggelegar. Akhir-akhir ini aku lumayan mengamati pergerakan bursa transfer AS Roma bersama direktur olahraga Monchi. Direktur olahraga Monchi berhasil memberikan kejutan kepada orang-orang yang mencintai Roma atas kedatangan bek berpengalaman Hector Moreno--seperti datang secara tiba-tiba tanpa kabar berita sebelum-sebelumnya. Aku pun tertarik untuk mencoba membayang kira-kira apa lagi yang akan diberikan oleh Monchi sebagai kejutan untuk orang-orang yang mencintai Roma. Sebagaimana kutahu, di pemberitaan, banyak tercipta rumor transfer rumor transfer yang menghubungkan AS Roma dengan bebarapa pemain incarannya. Terutama selepas kepergian Mohamed Salah ke Liverpool, maka tersiar kabar-kabar terkait nama-nama kandidat pengganti Mohamed Salah. Pun tentang pemain incaran AS Roma untuk profil sebagai wakil Edin Dzeko di pos penyerang. Marilah kubangun lamunanku ini berdasarkan hal itu.

Tiba-tiba aku teringat sosok Andre Schurrle. Kutahu pertama kali tentang Andre Schurrle saat kumenontonnya dengan balutan jersey timnas Jerman, saat itu aku samar-samar masih ingat bahwa ia datang dari bangku cadangan sebagai sang pengganti namun aku lupa lagi siapakah yang ia ganti pada saat itu. Kemudian semakin tidak asing nama Andre Schurrle adalah pada saat ia pindah ke Chelsea. Kedatangannya ke Chelsea dari Bayern Leverkusen sebagai suatu sinyal bahwa Andre Schurrle merupakan pemain top--mengingat Chelsea setelah dimiliki Roman Abramovich suka mengincar pemain-pemain top. Andre Schurrle hanya bertahan dua musim di Chelsea, untuk kemudian pindah kembali ke tanah Jerman untuk memperkuat Wolfsurg, dan kembalinya Andre Schurrle ke tanah Jerman dari tanah Inggris bukan suatu pertanda bahwa ia telah mengalami kegagalan--melainkan kupikir, lebih kepada, karena di Chelsea banyak pemain top di posisi yang sama, dan itulah yang menimpa Andre Schurrle kala itu dalam arahan pelatih Jose Mourinho, yang kalau kurenungkan secara seksama, hampir sama dan ini bukan berarti aku mengatakan sama, dengan situasi Mohamed Salah yang pindah ke tanah Italia dari Chelsea untuk memperkuat Fiorentina, dan lalu Mohamed Salah semakin berkibar namanya bersama AS Roma di tanah Italia. Belakangan kemudian kutahu, kalau sejak musim kemarin--musim 2016/2017--Andre Schurrle berhasil direkrut oleh Borussia Dortmund.

Secara gambaran umumnya telah terbayang di pikiranku bahwa Andre Schurrle merupakan sosok berpengalaman untuk sektor penyerangan--dan juga sudah masuk ke dalam kategori nama besar di lini serang. Di mana posisi main Andre Schurrle adalah sebagai penyerang sayap--kanan kiri oke--dan juga sepengetahuanku bisa ditempatkan sebagai penyerang murni. Menarik jika kau tahu kenyataan bahwa bilamana Andre Schurrle ditempatkan sebagai penyerang sayap kiri--yang sepengetahuanku di sinilah murninya posisi main Schurrle--maka ia adalah pemain dengan kaki terbalik--yang mana pemain dengan tipe ini adalah cocok dengan gaya serang arahan pelatih Di Francesco. Jika mengacu kepada hal tersebut, maka itu menyinggung tempatnya Diego Perotti dan Stephan El Shaarawy di AS Roma musim kemarin.

Sehingga di kepalaku kini setidaknya terbayang tiga gambaran tentang Andre Schurrle yang dihubungkan dengan klub idolaku Roma. Yaitu. Pertama, Andre Schurrle bisa bermain di posisi Edin Dzeko. Kedua, Andre Schurrle bisa main di posisi Mohamed Salah. Ketiga, akan tetapi jika ingin merujuk kepada kecocokan yang paling cocok dengan gaya main arahan pelatih Di Francesco, posisi murninya adalah di pos yang biasa ditempati oleh Diego Perotti dan atau Stephan El Shaarawy. Namun, mengingat, dan ini untuk mempertegas, bahwa Andre Schurrle merupakan sosok yang sudah terbilang matang di pos lini serang, sebetulnya kuat kumenduga bahwa Andre Schurrle di manapun ditempatkan di lini serang, maka ia akan cocok-cocok saja--dalam arti akan mempunyai kontribusi yang berarti, apalagi secara penampakan juga kelihatannya Schurrle cocok main di AS Roma. Sehingga membayang Andre Schurrle tiba-tiba menjadi Gladiator Roma sungguhlah hal yang menyenangkan--bagiku, tentu saja.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon