Tuesday, June 13, 2017

Gelandang kreatif untuk Roma

Gelandang kreatif untuk Roma
Dalam permainan sepakbola, untuk menunjang taktik di lapangan, sosok gelandang kreatif ibaratnya garam dalam sayur untuk sistem penyerangan. Dialah yang membuat permainan menjadi punya cita rasa. Bagaimana ia mengumpan. Bagaimana ia menggocek. Adalah bumbu-bumbu yang bikin permainan di lapangan terasa sedap di pandang mata. Sosok gelandang kreatif tidak jarang menjadi otak daripada bagaimana sebuah tim menciptakan gol.

Aku membaca berita AS Roma. Dan aku merasa di bursa transfer musim panas ini, terlihat bahwa manajemen Roma--dalam hal ini direktur olahraga Monchi--salah satunya mengincar beberapa nama yang bisa dikatakan sebagai gelandang kreatif. Bisa difahami memang untuk tim sekelas Roma yang--di tanah Italia--terkenal dengan kerap memainkan sepakbola yang menghibur. Kau stabilo kata menghibur dalam dunia sepakbola, maka akan terbayang sosok gelandang kreatif.

Sejauh ini. Belum ada yang resmi. Siapakah yang berhasil didapatkan Roma dengan profil gelandang kreatif. Hakim Ziyech. Oguzhan Ozyakup. Denis Suarez. Dan ada juga beberapa nama lain, namun aku tidak ingin memperdetailnya, kini fokusku hanya pada nama tiga orang yang kusebutkan itu. Karena ketiga orang itulah yang kemudian nyangkut di hatiku, untuk aku setuju menjadikan satu di antara mereka sebagai gelandang kreatif untuk Roma.

Ketiganya masih berusia di bawah 25 tahun. Sehingga ketiganya masih terus bisa berjaya setidaknya sampai lima tahun ke depan. Dan aku sudah menyaksikan sendiri bagaimana cara mereka masing-masing dalam memainkan sepakbola di klubnya masing-masing saat ini--melalui beberapa video yang ada di youtube.

Siapapun di antara mereka bertiga, jika satu di antaranya berhasil didapatkan oleh Roma, maka aku akan memberikan keplokan untuk manajemen Roma--terutama untuk direktur olahraga Monchi. Namun, jika semisal aku ditanya untuk harus memilih di antara mereka bertiga, siapakah yang paling diinginkan olehku menjadi Gladitor Roma, maka aku akan menyebut nama ini: Hakim Ziyech.

Aku pergunakan alasan konyol saja, sebab aku tidak ingin merasa pintar dalam kasus ini, di mana ketiganya--baik Hakim Ziyech maupun Oguzhan Ozyakup maupun Denis Suarez--adalah kuanggap kita sudah pada sama-sama tahu bagaimana kapasitas mereka sebagai seorang gelandang kreatif. Karena namanya Hakim Ziyech--kau tahu namaku bukan, yaitu Diar Nurhakim. Bisa saja sekiranya Hakim Ziyech berhasil menjadi Gladiator Roma, maka--seperti girangnya anak masih SMP baru punya pemain idola--aku mengganti nama profilku di fesbuk jadi begini: Diar Nurhakim Ziyech.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon