Thursday, June 22, 2017

Bilal Basacikoglu penyerang sayap yang cepat

Bilal Basacikoglu penyerang sayap yang cepat
Aku tidak tahu apakah Bilal Basacikoglu termasuk pemain incaran AS Roma apakah bukan, namun aku tidak mendengar--dan atau membaca--bahwa Bilal Basacikoglu merupakan pemain incaran AS Roma--ketika aku menuliskan konten ini. Memang tulisan ini dibangun bukan atas dasar itu, melainkan dibentuk berdasarkan semacam pengamatan saja--ibaratnya posisiku sebagai seorang scout.

Dan pengamatanku dibangun berdasarkan situasi di Roma saat ini: kepergian Mohamed Salah penyerang sayap Roma--yang punya kecepatan begitu dahsyatnya--ke Liverpool, menuju segera resmi.

Tidak sengaja memang, tiba-tiba aku ingin menuliskan tentang Bilal Basacikoglu--pemain berkebangsaan Turki yang saat ini bermain di tanah Belanda bersama klub Feyenoord, saat ini Basacikoglu berumur 22 tahun kelahiran 26 Maret 1995. Ketika aku sedang mencari data mengenai pemain incaran AS Roma lainnya--untuk pos bek kanan--Rick Karsdorp. Kutemukan nama Bilal Basacikoglu sebagai seorang penyerang sayap kanan milik Feyenoord, dan kemudian kutertarik untuk mengamatinya.

Bilal Basacikoglu penyerang sayap yang cepat, inilah yang kemudian terucap olehku ketika membaca seorang Bilal Basacikoglu dari sumber di internet, bisa dikatakan licin juga seperti belut. Bila tim ingin memainkan sepakbola mengumpan lambung maupun datar dari sayap, maka profil pemain yang bisa mewujudkan demikian salah satunya ada dalam diri seorang winger Basacikoglu ini, ia memiliki keahlian Early Cross, ia punya keahlian dalam hal crossing--mempunyai visi bagus dalam memberikan umpan, bila ditinjau dari posisinya sebagai seorang winger, maka bisa dibilang bagus dalam melesakkan umpan silang.

Sebagai seorang penyerang sayap kanan, kupikir Bilal Basacikoglu berbeda gaya mainnya dengan Mohamed Salah. Gaya main Mohamed Salah, menurut pengamatanku, secara garis besarnya adalah ini: seorang penyerang sayap yang gesit namun berkarakter seperti false nine. Jelas tipe pemain sayap seperti Mohamed Salah adalah sesuai dengan gaya main Jurgen Klopp di Liverpool--gambarannya ada pada seorang Roberto Firmino di Liverpool. Namun, gaya main winger seperti Bilal Basacikoglu, menurut pandanganku, cocoknya bermain di kebanyakan klub di tanah Inggris--misal di West Ham mengingat keberadaan striker jangkung Andy Carroll.

Mengingat di AS Roma pun ada penyerang jangkung--dan malah lebih berbahaya daripada Andy Carroll--dalam diri Edin Dzeko, sesungguhnya bisa memiliki seorang winger berkarakter Bilal Basacikoglu adalah hal yang bagus. Akan tetapi, jika kemudian dibenturkan kepada gaya main pelatih Di Francesco, dalam skema 4-3-3, penyerang sayap seperti Bilal Basacikoglu bukanlah hal yang efektif, sebab Basacikoglu bukanlah penyerang sayap berkaki terbalik, konon kabarnya tipe penyerang sayap berkaki terbalik cocok dengan gaya serangan arahan pelatih Di Francesco.

Dan untuk penutup tulisan ini, marilah kusinggung hal yang barangkali tidak penting dalam sepakbola secara praktek, yaitu menyangkut nama--tapi ini tidak ada hubungannya dengan nama besar, dan atau ungkapan ini: manusia mati meninggalkan nama. Melainkan lebih cenderung kepada apa kata Shakespeare, apalah arti sebuah nama. Mohamed Salah dan Bilal Basacikoglu, jika kau simak seksama nama depan keduanya, maka terdapat kesamaan (selain sama-sama berkarakter penyerang sayap cepat), yaitu sama-sama akrab di kalangan orang-orang islam. Coba kau bayangkan komentator streaming yang berbahasa Arab, pasti akan lekoh menyebutkan namanya.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon