Friday, June 16, 2017

Bila harus memilih antara Manolas atau Rudiger yang pergi

Antonio Rudiger dan Kostas ManolasTentu saja ini akan membuka ruang untuk berdebat sesama orang-orang yang mencintai Roma. Di satu sisi Manolas bek bagus, di sisi lain Rudiger juga bek bagus, keduanya terlihat sama-sama telah memiliki jiwa Serigala Roma di dalam dadanya masing-masing, dan bila harus memilih siapakah di antara mereka berdua yang harus pergi maka akan terjadi benturan pemikiran. Kupikir, tidak akan semuanya sepakat, untuk menunjuk ringan salah satu di antara mereka berdua biarlah yang pergi mendingan 'ini--atau si anu' saja.

Telah ada wacana yang tersaji di pemberitaan bahwa di antara Kostas Manolas dan Antonio Rudiger, satu di antara keduanya kuat kemungkinan bisa saja pergi dari Roma di bursa transfer musim panas ini. Diperkuat dengan kenyataan, bahwa mereka berdua adalah dua bek tangguh milik Roma yang sudah punya klub yang mengincar--klub-klub Eropa lainnya. Dipertegas pula dengan kenyataan bahwa mereka berdua amat pantas bergaji setidaknya 3 juta euro per musim.

Dan kabar terbaru yang kudengar, ketika Antonio Rudiger dinyatakan akan bertahan di Roma, maka kelihatannya Kostas Manolas yang akan dikorbankan oleh manajemen Roma. Aku akan berbicara berdasarkan pengetahuan yang kudapatkan itu.

Aku membayang. Pengetahuan itu memunculkan dua kubu, kubu yang setuju dan kubu yang tidak setuju. Walau berat sesungguhnya, namun jujur aku berada pada kubu yang setuju. Aku memilih Toni bertahan di Roma, dan Kostas yang pergi. Akan tetapi, alasanku, tidak dibangun berdasarkan ini: karena bek idolaku Rudiger.

Melainkan alasanku bersumber pada pengamatanku di lapangan musim kemarin--pertandingan Roma yang aku tonton. Dan sudut pandangku ini terbuka untuk didebat. Aku mengamati permainan Antonio Rudiger di lapangan. Toni memainkan sepakbola yang menggebu di lapangan dalam perannya sebagai bek--yang kalau dalam formasi empat bek sejajar ia biasa ditempatkan sebagai bek kanan. Justru, itulah kekuatannya, ia telah teruji bagus di kedua pos--bek tengah dan bek kanan. Sudah berulang kali kukatakan bahwa sebagai bek, Toni, merupakan bek yang kuat dan liat dan cepat.

Sementara Kostas Manolas. Aku tidak mengatakan bahwa permainan Kostas buruk, melainkan begini: seperti menurun. Sebelum rumor transfer menuju Inter--yang sempat dibantah oleh Kostas, memang, dan itu yang menjadi pembandingnya. Ditambah Kostas, belum teruji jika misalkan terpaksa ditempatkan di pos bek kanan atau bek kiri oleh pelatih.

Mengenai pos bek kanan, khususnya. Bahwa, kita tidak boleh melupakan kenyataan, ini merupakan salah satu masalah sistem pertahanan Roma musim kemarin. Di mana yang menjadi aktornya adalah: cederanya Florenzi, dan performa yang tidak bagus Peres. Dan keberadaan Antonio Rudiger, dalam kasus ini, menjadi sebuah keuntungan.


Image: Chiesa Di Totti

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon