Saturday, May 13, 2017

Transfer AS Roma: Rudiger pergi tapi Boateng datang kalau begitu kurasakan Dilema Besar

Aku membaca Football Italia. Dalam berita berjudul Roma: Rudiger out, Boateng in? Tayang 13 Mei 2017. Rudiger dan Boateng tahulah aku bagaimana kapasitas mereka sebagai seorang bek tengah tangguh. Sama-sama berstatus sebagai bek tangguh milik Jerman. Sama-sama bisa ditempatkan sebagai bek kanan maupun bek kiri. Dan saudaraku, tahukah kau, bahwasanya ada kabar jikalau Antonio Rudiger pergi dari Roma maka yang menjadi kandidat sebagai pengganti Toni adalah Jerome Boateng. Mengingat bagaimana kedua orang ini sebagai bek berkualitas bagus sungguhlah aku merasakan dilema besar--di sini posisiku sebagai penggemar AS Roma dan Toni lovers.

Tapi sebentar. Adakah kau ingin tahu isi daripada berita itu. Tidakkah kau penasaran. Inilah dia beberapa pengetahuan yang kutemukan di sana. Marilah kutuliskan kembali di sini.

Beginilah dalam Roma: Rudiger out, Boateng in?

Pertama. Corriere dello Sport memberitakan bahwa AS Roma bersiap untuk melakukan pendekatan kepada Jerome Boateng sebagai pengganti Antonio Rudiger.

Kedua. Jerome Boateng telah mengalami situasi yang tidak rutin main di Bayern Munich setelah ia sudah pulih dari cedera serius yang pernah membekapnya.

Ketiga. Corriere dello Sport mewartakan bahwa AS Roma siap mendekati Jerome Boateng dan memberi tawaran main rutin kepadanya.

Keempat. Kontrak Jerome Boateng di Bayern Munich masih berdurasi hingga Juni 2021, akan tetapi direktur olahraga Roma Monchi yakin bahwa Jerome Boateng ingin melanjutkan karirnya menjadi lebih baik--main reguler di Roma.

Kelima. Jerome Boateng ditenggarai akan menjadi strategi yang efektif untuk menggantikan Antonio Rudiger yang sedang diincar oleh Inter, Arsenal, Chelsea, termasuk klub Jerome Boateng saat ini yakni Bayern Munich. Sebagaimana Antonio Rudiger, Jerome Boateng pun selain bisa menjadi bek tengah bisa pula ditempatkan di posisi bek kanan.

Keenam. Jerome Boateng didatangkan Bayern Munich dari Manchester City pada musim panas tahun 2011 dengan biaya transfer sebesar 13,5 juta euro. Pada musim ini, Jerome Boateng hanya mencatatkan 19 kali penampilan di semua kompetisi bersama Bayern Munich.

Ketujuh. Jerome Boateng adalah pemain berkebangsaan Jerman--ia merupakan saudara lelaki mantan pemain AC Milan Kevin-Prince Boateng yang berkebangsaan Ghana. Saat ini Jerome Boateng sudah berumur 28 tahun--kelahiran 3 September 1988.

Demikianlah.

Antonio Rudiger. Sepengetahuanku. Justru pernah digadang-gadang sebagai the new Jerome Boateng--karena sama-sama berkebangsaan Jerman dan masuk dalam skuad timnas Jerman dan mempunyai karakter posisi yang sama. Maka dari itu, kupikir, bila diperbandingkan, maka antara Antonio Rudiger dan Jerome Boateng, ambil sakleknya adalah sepadan.

Sehingga aku mengalami dilema, bahkan dilema besar. Sejujurnya kuakui, bahwa Jerome Boateng merupakan sosok bek yang kukagumi juga--walaupun aku bukanlah pendukung timnas Jerman bila sedang ada Piala Dunia atau Piala Eropa, melainkan aku adalah pendukung timnas Italia. Jerome Boateng terlihat bagus saja dilihat sebagai seorang bek--baik itu sebagai bek tengah maupun bek kanan, dulu aku pernah nonton permainannya saat masih berseragam Manchester City maupun Bayern Munich maupun timnas Jerman. Seperti Toni, ia kuat dan juga memiliki kecepatan.

Baiklah sekarang kuterangkan situasi yang kutangkap yang terjadi berkenaan dengan Antonio Rudiger dan Jerome Boateng. Di sini aku hendak melakukan perbandingan setelah diketahui tadi persamaan antara Antonio Rudiger dan Jerome Boateng.

Mengenai umur, yang menang adalah Antonio Rudiger, karena ia masih lebih muda empat tahun ketimbang Jerome Boateng, akan tetapi justru dari segi pengalaman--jam terbang--Antonio Rudiger kalah daripada Jerome Boateng. Bila mengacu pada situasi terkini, maka Antonio Rudiger kupikir lebih unggul, sebab Antonio Rudiger justru sedang berkembang-berkembangnya, sementara Jerome Boateng sebagaimana telah terungkap di atas bahwa adiknya Kevin-Prince Boateng ini baru bangkit dari cedera serius dan kemudian bagai kurang rutin bermain dalam pertandingan.

Bila boleh memilih, maka dalam sudut pandangku idealnya Antonio Rudiger tetap di Roma dan boleh juga Jerome Boateng didatangkan menjadi Gladiator Roma. Yang jadi pertanyaan kemudian adalah lalu siapakah bek yang harus pergi sebab stok bek Roma jadinya membengkak, jawabannya kurenungkan Juan Jesus saja. Demikian kalau boleh aku memilih. Akan tetapi, aku bukanlah siapa-siapa, hanyalah salah satu penggemar AS Roma berkebangsaan Indonesia.

Akan tetapi. Apabila aku mencoba membayangkan menjadi Monchi--direktur olahraga Roma. Memang kupikir akan menjadi langkah yang efektif sekaligus menguntungkan sekalipun mengandung petaruhan, bahwa bila keputusan ini yang menjadi ketuk palu: Rudiger pergi dan mendatangkan Boateng sebagai penggantinya.

Toni pergi dengan harga yang mahal, dengan harga yang berlipat-lipat dari harga dulu Roma membeli Toni dari VfB Stuttgart, misal dengan biaya transfer 40 juta euro, sementara dulu Roma membeli hanya 9 juta euro. Bukankah itu amat menguntungkan?

Jerome Boateng datang dengan harga yang ditaksir bisa jadi sama dengan harga dulu Toni dibeli Roma dari VfB Stuttgart yaitu sebesar 9 juta euro--ini hanya perkiraanku saja, belum diketahui taksiran harga Jerome Boateng saat ini atau tawaran Roma masih dalam bentuk wacana belum sampai pembahasan tawaran harga, penurunan harga Jerome Boateng dikarenakan: pada musim ini tidak banyak main reguler di Bayern Munich dan kondisi yang baru pulih dari cedera serius. Akan tetapi, tidak bisa dipungkiri bahwa Jerome Boateng bagaimanapun juga sembari membawa bekal pengalaman dan aura romantisasi sebagai bek kuat dan memiliki kecepatan yang pernah jaya. Bukankah itu amat menguntungkan?

Sehingga. Dilema besar melandaku, saudaraku. Memang bila dihadap-hadapkan dengan situasi begini. Jeniuslah Monchi. Ini situasi yang menguntungkan bagi Roma--sebagai penggemar Roma seharusnya aku merasa bahagia. Tapi di satu sisi lainnya, aku pun menyadari bahwa aku adalah salah satu Toni Lovers--yang tentu saja aku akan sedih jika harus kehilangan Antonio Rudiger.

"Bawa kupergi dari ini, di tempat kau berpaling. Dan bila kupergi dari ini, akankah kau kembali. Kudapat menerima tapi tak mengerti," Peterpan.


Sumber tulisan: Football Italia, Corriere dello Sport
Sumber foto: fcbayern.com

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon