Wednesday, May 31, 2017

Tentang Edin Dzeko sebagai Dzeko Gol menjadi Sang Penghibur

Tentang Edin Dzeko sebagai Dzeko Gol
Tentang Edin Dzeko. Ia adalah pemain berkebangsaan Bosnia-Herzegovina. Lahir di Sarajevo pada tanggal 17 Maret 1986. Dalam sejarah AS Roma, ia merupakan Bosnian Man kedua--setelah sebelumnya ada sosok bernama Miralem Pjanic.

Edin Dzeko mengawali karir senior sepakbola bersama FK Zeljeznicar, dengan melakukan debut pada tahun 2003 sebagai gelandang tengah--belum menjadi penyerang seperti saat ini di Roma. Selama bermain di FK Zeljeznicar dari tahun 2003 sampai 2005, dalam posisi sebagai pemain tengah, ia tak begitu sukses, badannya dianggap terlalu tinggi serta kurang mumpuni dari segi teknik. Lalu ia pindah ke Teplice, sebuah klub di tanah Republik Ceko, tapi langsung dipinjamkan ke Usti nad Labem. Dalam masa peminjaman di Usti nad Labem, Dzeko mencetak 6 gol dalam 15 kali penampilan. Setahun sesudahnya, Dzeko kembali ke Teplice dan bermain sampai 2007. Dengan torehan gol sebanyak 13 dari 30 pertandingan, Dzeko menjadi top skor Liga Gambrinus pada musim 2006/2007. Berkat performa bagusnya itu, sebuah klub dari tanah Jerman yaitu VfL Wolfsburg, VfL Wolfsburg terpincut dan membeli Dzeko dengan biaya transfer sebesar 4 juta euro pada musim panas 2007.

Bersama VfL Wolfsburg di tanah Jerman inilah kemudian Edin Dzeko bisa dikatakan mengalami peningkatan karir sebagai pemain sepakbola. Dalam arahan pelatih Felix Magath, di musim pertamanya di tanah Jerman, Edin Dzeko mencetak 8 gol dalam 28 pertandingan. Di musim keduanya bersama VfL Wolfsburg, Edin Dzeko berkibar, ia mencetak 26 gol dalam 32 pertandingan, dan menjadi pemain terbaik di bundesliga pada saat itu--patut diduga bahwa posisi main Edin Dzeko sudah menjadi penyerang. (Pada musim kedua Edin Dzeko bersama Wolfsburg, yakni pada musim 2008/2009, Wolfsburg pun akhirnya memenangi gelar Bundesliga pertama mereka. Edin Dzeko mencetak total 26 gol dan 10 assists di liga dari 32 pertandingan. Menduduki tempat kedua top skor Bundesliga, dibawah teman seklubnya, Grafite. Keduanya menjadi duet penyerang paling sukses dalam sejarah Bundesliga. Dan di musim 2009/2010 barulah Edin Dzeko menjadi top skor Bundesliga dengan torehan 22 gol, namun yang juara Bundesliga adalah Bayern Munich)

Edin Dzeko bermain di tanah Jerman bersama Wolfsburg dari tahun 2007 sampai Januari 2011. Setelah itu, pada 3 Januari 2011, Manchester City--dengan pelatih Roberto Mancini pada saat itu--memboyong Edin Dzeko dengan biaya transfer mencapai 32 juta euro--di mana pada saat itu biaya transfer Dzeko menjadi rekor transfer tertinggi kedua bagi Manchester City sesudah transfer Robinho dari Real Madrid yang mencapai 42,5 juta euro, dan biaya transfer Dzeko juga memecahkan rekor transfer Bundesliga dan rekor transfer Bosnia dan rekor transfer pemain ex-Yugoslavia. Belabuhlah Edin Dzeko di tanah Inggris.

Bersama Manchester City, di musim pertama Edin Dzeko--enam bulan pertama--di tanah Inggris, ia membantu The Citizen meraih Piala FA. Di musim keduanya, ia membantu Manchester City meraih gelar juara Liga Primer Inggris dalam masa penantian 44 tahun The Citizen, Edin Dzeko mencetak 14 gol dalam 30 pertandingan termasuk gol penting Edin Dzeko untuk menyamakan skor melawan Queens Park Rangers pada pertandingan terakhir. Selain daripada itu, Edin Dzeko pun membantu Manchester City meraih Community Shield dan Capital One Cup, serta gelar Liga Primer Inggris lainnya musim 2013/2014. Secara keseluruhan, Edin Dzeko telah mencatatkan 72 gol dalam 189 pertandingan bersama Manchester City, catatan yang mengesankan bila mengingat bahwa Edin Dzeko mesti berbagi waktu dengan penyerang-penyerang handal lainnya di Manchester City pada saat itu, seperti Sergio Aguero, Alvaro Negredo, Stevan Jovetic, dan Mario Balotelli.

Pada musim panas tahun 2015, sebuah klub historikal di tanah Italia berhasil mendaratkan Edin Dzeko di kota Roma, AS Roma berhasil mendapatkan Edin Dzeko dari Manchester City dengan status pinjaman selama semusim dan mempunyai opsi membeli secara permanen dengan banderol sebesar 11 juta euro. Pada musim 2015/2016, resmilah Edin Dzeko menjadi Gladitor Roma. Kehadiran Edin Dzeko kali pertama di AS Roma, merupakan satu harapan bahwa AS Roma akan menatap Scudetto della Roma dengan cerah pada musim itu. "Aku berada di Roma, sebab aku ingin meraih gelar juara. Aku faham demikian tidak mudah, tapi aku berjanji akan memberikan yang terbaik bagi tifosi Roma," forza Dzeko saat resmi kali pertama bergabung bersama Serigala Roma--sebagaimana yang diberitakan beberapa media.

Akan tetapi. Di musim pertama Edin Dzeko bersama AS Roma. Bisa dikatakan tidak sesuai dengan ekspektasi. Berdasarkan catatan yang kutemukan. Pada musim 2015/2016, Edin Dzeko hanya mencetak 8 gol dari 31 penampilan. Di musim pertamanya di Roma, Edin Dzeko bagai mengalami Englishman in New York--dalam kasus ini berarti Bosnianman in Roma.

Terciptalah keraguan terhadap Edin Dzeko dari manajemen Roma dalam mengarungi musim 2016/2017--kadung sudah dipermanenkan statusnya--atas performa yang tidak bagus di musim pertama Edin Dzeko di Roma. Tersajilah berbagai berita di media-media dengan tajuk AS Roma mencari penyerang sebagai pengganti Edin Dzeko. Namun, di tengah ketidakyakinan terhadap Edin Dzeko, ada pula yang masih merasa yakin bahwa Edin Dzeko adalah Bosanski Dijamant--Permata Bosnia--dan ia masih butuh adaptasi untuk bermain di tanah Italia guna membuktikan kapasitasnya sebagai bomber maut.

Atas segala keramaian di bursa transfer terutama menyangkut Edin Dzeko yang diragukan. Bersyukurlah Edin Dzeko masih bertahan di AS Roma pada musim 2016/2017--musim ini, musim kedua Edin Dzeko bersama AS Roma. Di musim keduanya bersama AS Roma, Edin Dzeko berhasil membuktikan kapasitasnya sebagai bomber maut, Edin Dzeko telah menciptakan beberapa rekor di antaranya: Sebagaimana dilansir laman resmi AS Roma, gol Edin Dzeko ke gawang Torino pada pekan ke 25 lanjutan Liga Italia Serie A, telah menjadi rekor baru klub, di mana Edin Dzeko telah berhasil mencetak gol dalam delapan pertandingan beruntun. Kemudian Edin Dzeko telah mencatatkan namanya dalam sejarah Roma sebagai pemecah rekor gol terbanyak dalam satu musim. Yang sebelumnya ditorehkan oleh tiga nama: Volk pada musim 1930/1931, Manfredini pada musim 1960/1961, dan Totti pada musim 2006/2007. Mereka bertiga pada musim masing-masing telah menorehkan 32 gol. Dan di musim ini--2016/2017--Dzeko telah berhasil memecahkan rekor tersebut dengan menorehkan 33 gol dalam satu musim untuk Roma--yang tentu saja masih bisa bertambah torehan gol Dzeko karena musim ini belum berakhir, tercatat sampai pekan ke 30 saat melawan Empoli dan hitungannya di segala kompetisi.

Dan ketika musim ini--2016/2017--telah berakhir. Edin Dzeko ditasbihkan sebagai peraih gelar top skor Liga Italia Serie A 2016/2017 dengan torehan 29 gol. Satu golnya di pertandingan terakhir Serie A melawan Genoa--skor akhir Roma 3 vs 2 Genoa--cukup untuk memastikan gelar top skor dengan unggul satu gol dari pemain Napoli Dries Mertens. Edin Dzeko adalah pemain Roma ketujuh yang pernah meraih gelar pencetak gol terbanyak Serie A setelah Rodolfo Volk, Enrique Guaita, Dino da Costa, Pedro Manfredini, Roberto Pruzzo (3 kali) dan Francesco Totti. Edin Dzeko adalah pemain Bosnia pertama yang mampu melakukannya.

Pada musim ini--2016/2017. Bagi orang-orang yang mencintai Roma, pantaslah Edin Dzeko disebut sebagai Sang Penghibur.


"Oh... Bukankah kupernah melihat bintang. Senyum menghiasi sang malam. Yang berkilau bagai permata. Menghibur yang lelah jiwanya," Padi.


Sumber: wikipedia, asroma.com, bola.net

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon