Tuesday, May 16, 2017

Juventus Hanya Berkhayal bisa mendapatkan Radja Nainggolan

Aku membaca Football Italia. Dalam berita berjudul Juve prepare Nainggolan assault? Tayang 16 Mei 2017. Entah kenapa, berkenaan dengan Radja Nainggolan, aku merasa bahwa Juventus bagai lelaki yang pantang menyerah untuk mendapatkan wanita pujaan. Yang menjadi masalahnya adalah Juventus terlihat bagai tidak berkaca terlebih dahulu, bahwasanya di mata sang wanita pujaan ia adalah buruk rupa--bukan dalam arti sempit seperti wajah goreng patut, melainkan dalam pengertian goreng adat.

Adakah kau ingin tahu isi daripada berita itu. Tidakkah kau penasaran. Inilah dia beberapa pengetahuan yang kutemukan di sana. Marilah kutuliskan kembali di sini.

Beginilah dalam Juve prepare Nainggolan assault?

Pertama. Tuttosport memberitakan bahwa Juventus sedang dalam rangka menggebet Radja Nainggolan dari Roma dengan mempersiapkan dana transfer sebesar 40 juta euro di bursa transfer musim panas ini.

Kedua. Selain biaya transfer 40 juta euro, Juventus pun merencanakan untuk memanfaatkan Miralem Pjanic agar bisa membujuk mantan rekannya itu--Radja Nainggolan--agar mau beralih dari Roma ke Juventus.

Ketiga. Akan tetapi, strategi Juventus untuk mendapatkan Radja Nainggolan, kelihatan hanya khayalan, mengingat betapa Radja Nainggolan anti Juve.

Keempat. Yang realistis bagi Juventus adalah Mamadou Coulibaly gelandang tengah muda Pescara, sebagai target transfer. Pada akhir minggu ini, rencananya akan ada pertemuan antara Juventus dengan Pescara terkait Mamadou Coulibaly.

Kelima. Mamadou Coulibaly adalah gelandang tengah muda--saat ini masih berumur 18 tahun, kelahiran 3 Februari 1999. Ia pada musim ini telah mengalami perkembangan yang bagus dalam waktu yang relatif singkat dalam arahan pelatih Zdenek Zeman, ia telah mencatatkan 8 kali penampilan bersama tim senior Pescara yang terdegradasi pada musim ini.

Demikianlah.

Baiklah. Selanjutnya kucoba untuk memberikan opini terhadap berita yang telah kubaca itu. Kalau boleh aku jujur, sejujurnya selesei membaca berita itu serta merta aku tertawa di dalam hati. Terus geleng-geleng kepala sembari bilang. "Juventus... Juventus... Nasibmu, Nak!"

Kasihan amat Juventus. Bagai lelaki yang mempunyai tabiat buruk di mata wanita idaman hati. Tahulah aku bagaimanakah pandangan Radja Nainggolan terhadap klub Juventus. "Aku merupakan orang yang bertentangan dengan Juventus. Aku benci Juventus, selalu. Di Cagliari, aku senantiasa mengerahkan segalanya demi mengalahkan Juventus, dan di kandang Juventus aku senantiasa bermain imbang bersama Cagliari tatkala melawan mereka. Mereka memenangkan Scudetto melawan kami saat kami berada di Trieste. Aku benci mereka sebab selalu memenangkan pertandingan berkat penalti atau tendangan bebas. Aku datang ke Roma untuk memenangkan sesuatu atas Juventus, yang senantiasa diuntungkan wasit. Aku katakan pada kalian itu," dalam video yang diunggah Corriere dello Sport.

Miralem Pjanic? Bukankah dahulu Radja Nainggolan pernah berkata. "Kepada Miralem Pjanic aku berkata, bila ia pergi ke Juventus maka aku tidak akan berbicara dengannya lagi."

Manajemen Juventus bagai tidak suka baca berita, apakah mereka tidak tahu itu, kalaulah tahu akan hal itu, berarti mereka memang bermuka tebal dan tidak pernah berkaca. Hahay. Juventus Hanya Berkhayal bisa mendapatkan Radja Nainggolan.

"Sejenak kumelihat hidupku dengan hidupmu tak mungkin satu. Aku hanya berkhayal untuk bisa dapatkan isi hatimu," Superglad.


Sumber tulisan: Football Italia, Tuttosport, Corriere dello Sport
Sumber foto: Metro

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon