Wednesday, May 17, 2017

Jika Mario Lemina sampai berhasil didapatkan Roma maka jadinya Satu Sama

Aku membaca Football Italia. Dalam berita berjudul Roma linked with Lemina move. Tayang 17 Mei 2017. Sungguhan, aku serta merta terperanjat ketika tahu bahwa yang menjadi topik adalah target transfer Roma yaitu pemain Juventus yakni Mario Lemina. Aku pun menyimak berita itu setelah kucicipi kopiku dulu.

Adakah kau ingin tahu isi daripada berita itu. Tidakkah kau penasaran. Inilah dia beberapa pengetahuan yang kutemukan di sana. Marilah kutuliskan kembali di sini.

Beginilah dalam Roma linked with Lemina move.

Pertama. La Repubblica memberitakan bahwa AS Roma dikaitkan mengincar pemain Juventus yaitu mengincar Mario Lemina sebagai target transfer musim panas ini.

Kedua. Saat ini AS Roma masih dalam rangka menunggu kepastian dari Franck Kessie pemain Atalanta, akan tetapi kelihatannya Franck Kessie akan menuju ke Milan.

Ketiga. Mario Lemina menjadi salah satu kandidat pengganti Franck Kessie jika Franck Kessie tidak berhasil didapatkan Roma. Akan tetapi, tetap mesti dilihat juga apakah Juventus berkenan untuk menjual Mario Lemina kepada rival mereka--kepada Roma.

Keempat. Direktur olahraga Roma Monchi sedang menimbang pilihan untuk mendapatkan pemain di lini tengah, alternatif lainnya ada Jakub Jankto pemain Udinese dan Daniele Baselli pemain Torino.

Kelima. Mario Lemina adalah pemain berkebangsaan Gabon. berposisi sebagai gelandang tengah. Saat ini ia berusia 23 tahun--kelahiran 1 September 1993.

Demikianlah.

Pikirku, saudaraku. Jika Mario Lemina sampai berhasil didapatkan Roma maka jadinya Satu Sama. Masih ingatkah kita kepada tragedi hengkangnya Miralem Pjanic dari Roma ke Juventus? Mengingat kejadian tersebut, aku mendukung gerakan rebut Mario Lemina dari Juventus sekiranya gerakan itu ada walaupun semisal dalam bentuk hastag. Sebab, tidak bisa dipungkiri bahwa Mario Lemina merupakan salah satu gelandang tengah bagus, yang akan menambah kualitas lini tengah.

Masih ingatkah juga kita kepada peristiwa menyenangkan pekan 36 Liga Italia Serie A--Roma 3 vs 1 Juventus. Bahwa sebelum kegembiraan kita tercipta, kecemasan sempat melanda sanubari kita sebab Juventus unggul duluan, dan yang mencetak golnya adalah Mario Lemina. Namun pada akhirnya, kitalah--orang-orang yang mencintai Roma--yang tertawa diakhir laga. Itu artinya, di sini aku hendak memberi penekanan bahwa, apabila Mario Lemina sampai ke Roma maka yakinlah aku demikian akan bikin Juventus terluka--sebagaimana kita dahulu tatkala Miralem Pjanic pergi ke Juventus.

Marilah aku melepaskan diri dulu dari asumsi bahwa tidaklah mungkin Juventus memberikan pemainnya untuk memperkuat rival mereka--dalam rangka strategi Juventus menyerakahkan diri untuk selalu meraih gelar Scudetto--memang dalam hal ini Juventus ibaratnya orang yang bisa kabatur ari soranganna kitu. Nah, maka dari itu, di sini, kumau coba membayangkan bahwa misalkan dengan kejeniusan Monchi, Roma berhasil mendapatkan Mario Lemina dari Juventus.

Tibalah Mario Lemina di kota Roma. Ia dikerumuni oleh orang-orang yang dituntut untuk mencari berita olahraga. Ada satu wartawan yang jeli nan peka, ia bertanya kepada Mario Lemina. "Kenapa anda sampai mau bergabung bersama Roma padahal anda sebelumnya ditahan-tahan oleh Juventus untuk tetap di Juve?"

"Aku ke Roma karena aku ingin juara bersama Roma secara satria. Aku katakan pada kalian itu."


"Jangan salahkan bila aku selingkuh. Karena kau juga menduakan aku. Jangan kau marah aku punya simpanan. Karena kau juga punya cemilan," Siti Badriah.


Sumber tulisan: Football Italia, La Repubblica
Sumber foto: CalcioWeb

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon