Saturday, May 13, 2017

Jangan biarkan Leandro Paredes ke Juventus karena itu bagai Melanggar Hukum

Aku membaca Football Italia. Dalam berita berjudul Juventus eye up Paredes. Tayang 13 Mei 2017. Dengan langkah target transfernya yang menginginkan Leandro Paredes dari Roma, Juventus bagai ingin semakin dibenci oleh publik di tanah Italia apalagi oleh orang-orang yang mencintai Roma. Kupikir Juventus bagai tidak jera dengan apa yang telah mereka lakukan di bursa transfer sebelum-sebelumnya--ambil contoh tragedi yang mendatangkan Higuain dari Napoli dan Pjanic dari Roma. Sungguhlah itu Juventus tidak punya etika saudaraku. Aku katakan pada kalian itu.

Adakah kau ingin tahu isi daripada berita itu. Tidakkah kau penasaran. Inilah dia beberapa pengetahuan yang kutemukan di sana. Marilah kutuliskan kembali di sini.

Beginilah dalam Juventus eye up Paredes.

Pertama. Dilaporkan oleh Tuttosport: Juventus mendamba bisa mendatangkan Leandro Paredes dari Roma pada bursa transfer musim panas ini untuk bersatu kembali bersama Miralem Pjanic.

Kedua. Leandro Paredes sebetulnya dianggap sebagai pewaris Miralem Pjanic di Roma sepeninggalan Miralem Pjanic ke Juventus. Akan tetapi, di Roma, Leandro Paredes menit bermainnya bisa dikatakan kurang dikarenakan perubahan formasi dan sembuhnya Kevin Strootman serta Daniele De Rossi.

Ketiga. Diberitakan oleh Tuttosport bahwa Juventus hari ini sudah menetapkan pandangan mereka kepada Leandro Paredes sebagai langkah upaya untuk menurunkan umur rata-rata lini tengah mereka, yang pada saat ini umurnya sudah pada berangsur menuju tua-tua semisal Claudio Marchisio dan Sami Khedira.

Keempat. Selain Juventus di tanah Italia yang tertarik kepada Leandro Paredes. Ada pula beberapa klub di tanah Inggris yang berminat pada Leandro Paredes, dua di antaranya adalah Arsenal dan Liverpool.

Kelima. Leandro Paredes adalah pemain berkebangsaan Argentina yang berposisi sebagai gelandang tengah. Saat ini ia masih berumur 22 tahun, kelahiran 29 Juni 1994. Pada musim ini bersama Roma, sejauh ini ia telah mencatatkan 3 gol dan 1 assist dalam 39 pertandingan kompetitif.

Demikianlah.

Juventus jahat. Memang jahat. Apa yang dilakukan oleh Juventus dengan melakukan pendekatan terhadap Leandro Paredes kupikir bagai lagu dangdut Melanggar Hukum Siti Badriah. Bahkan, walau masih sebatas menetapkan pandangan kepada Leandro Paredes pemain Roma untuk nanti digebet menjadi pemain Juventus. Juventus bagai belum jera dengan perilaku tidak terpuji yang telah dilakukan ketika mendapatkan Miralem Pjanic dari Roma tempo lalu.

Memang sakit. Pasti sakit. Juventus telah merebut figur penting di Roma pada saat itu--merampas Miralem Pjanic dari Roma. Tapi apa boleh buat, begitulah tingkah Juventus untuk tetap merajai kancah Liga Italia Serie A, salah satunya dengan melukai rival utama dalam perebutan scudetto. Sebagai pengemar Roma, kupikir, tindakan Juventus sungguhlah tidak senonoh.

Mengacu pada pengalaman, sungguh tidak bagus--untuk tidak menyebut stupid--bilamana nanti Roma berhasil tergoyahkan untuk menjual Leandro Paredes ke Juventus. Situasinya berbeda dengan Pjanic pada saat itu, di mana, ada andil Pjanic juga--yang kemudian hal ini bikin terluka orang-orang yang mencintai Roma kepada gelandang tengah Bosnia itu--untuk kemudian jadinya Roma mesti rela melepas Miralem Pjanic dengan harga transfer sebesar 32 juta euro ke Juventus. Akan tetapi. Aku percaya bahwa Leandro Paredes tidaklah akan seperti Miralem Pjanic--yakinlah aku kalau Leandro Paredes tak ingin dibenci oleh orang-orang yang mencintai Roma seandainya misalkan ia mesti pergi dari Roma gara-gara dijual.

Leandro Paredes. Tentu saja ia merupakan gelandang yang berkualitas, salah satu aset berharga AS Roma. Bagusnya memang Roma mempertahankannya untuk kemudian merencanakan menjadikan Leandro Paredes ke depan sebagai legenda Roma. Akan tetapi, seandainya atas nama perhitungan bisnis dan demi kebaikan Roma pun demi perkembangan Paredes itu sendiri, lantas manajemen Roma memutuskan untuk menjual Leandro Paredes, seharusnya bukan ke klub-klub yang masih ada di tanah Italia apalagi ke Juventus. Orang-orang yang mencintai Roma pasti marah, sangat marah, andai nanti itu yang terjadi--dijual ke Juventus.

"Apakah aku telah melanggar hukum bila mencintai suami orang lain. Adakah undang-undang yang melarangnya. Katakanlah aku melanggar pasal berapa. Tapi harus bagaimana aku terlanjur cinta," Siti Badriah.


Sumber tulisan: Football Italia, Tuttosport
Sumber foto: Tuttosport

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon