Friday, May 5, 2017

Del Piero Totti Sang Pangeran Cinta

Aku membaca Football Italia. Dalam berita berjudul Del Piero: ‘Totti, finish with a smile’. Tayang 4 Mei 2017. Tertera nama Del Piero dalam Roma News sebetulnya sudah amat sangat menyedot perhatianku untuk segera membacanya.

Ketahuilah saudaraku, bahwa sesungguhnya Del Piero--Sang Legenda Juventus--adalah idolaku sejak masih SMP. Yang notabene sejak masih SMP itulah awal mula aku menyukai nonton bola. Sejujurnya kuakui, bahwa Del Piero adalah penyebab kenapa aku tergila-gila sama nonton bola. Dulu memang, aku penggemar Juventus, karena idolaku Del Piero main di sana. Tapi jujur pula kuakui, bahwa, semenjak Del Piero 'dibuang' ke Australia, aku sudah tidak ada hasrat--untuk tidak menyebut impoten--nonton pertandingan-pertandingan Juventus. Berahiku kembali membara ketika kemudian kumelihat pertandingan-pertandingan Roma yang memainkan sepakbola seksi nan menghibur, sejak itulah kemudian aku jadi penggemar AS Roma, dan Totti secara otomatis merupakan sosok yang kukagumi. Dan ketahuilah pula, bahwa sesungguhnya Del Piero dan Totti merupakan sahabat dekat--barangkali bagaikan Maman dan Dudung di kampungku.

Baiklah. Tadi sekedar kisah lama saja. Sekarang marilah kita kembali pada berita yang kubaca. Adakah kau ingin tahu isi daripada berita itu. Tidakkah kau penasaran. Inilah dia beberapa pengetahuan yang kutemukan di sana. Marilah kutuliskan kembali di sini.

Beginilah dalam Del Piero: ‘Totti, finish with a smile’.

Pertama. Mengenai harapan Alessandro Del Piero yang mendoakan yang terbaik bagi akhir karir Totti di Roma. Del Piero mengharapkan Francesco Totti pensiun di Roma dalam akhir yang bahagia--dengan tersenyum senang serta mendapatkan perpisahan yang patut Totti dapatkan.

Kedua. Bahwa telah ada pengumuman mengenai musim ini yang akan menjadi musim terakhir bagi Francesco Totti bersama AS Roma. Totti menghabiskan karir sepakbolanya hanya bersama AS Roma.

Ketiga. Menurut Del Piero, Totti akan tetap berada di hati para pecinta Roma sebagai simbol kebanggaan, tetap menjadi Raja Roma. Del Piero berharap Totti mengakhiri karirnya dengan bahagia dan mendapatkan perpisahan yang patut Totti dapatkan sebagaimana apa yang sejauh ini telah Totti persembahkan bagi AS Roma.

Masihlah ada pengetahuan dari sana--dari berita itu--yang rencananya akan kemudian aku ulas menjadi sebuah opiniku di sini. Berkenaan dengan poin yang membandingkan perpisahan dahulu Del Piero bersama Juventus dengan Totti--yang ditenggarai akhir musim ini akan--berpisah bersama Roma.

Tahulah aku, tentu saja, bagaimanakah situasi perpisahan Alessandro Del Piero bersama Juventus. Tidak diberi perpanjangan kontrak setelah musim 2011/2012 berakhir. Terbanglah kemudian jadinya Del Piero ke tanah Australia. Tentulah aku--yang pada saat itu masih juventini--merasa amat kehilangan sang idola, dan amat menyayangkan kenapa sang legenda tidak ditahan di Juventus sampai kelak pensiun. Kupikir, pada saat itu, situasinya, Del Piero masihlah sanggup untuk bermain di kompetisi yang ketat, walaupun memang usia sudah bisa dikatakan mulai menua, tapi ia punya pengalaman yang asam garam, tapi ia mempunyai mental juara, apalagi seakhir sebelumnya, walaupun kerap masuk dari bangku cadangan namunlah Del Piero mampu membuat perbedaan bagi permainan Juventus--bahkan senantiasa menjadi the hero.

Curigalah aku bagaimana perasaan idolaku pada saat itu, pastilah sebetulnya Del Piero ingin bertahan di Juventus, yang pada saat itu, kalau aku tidak lupa mengingat, Juventus kembali masuk ke kancah Liga Champions, dan lihatlah pula bagaimana kiprah Juventus di Liga Champions sepeninggalan Del Piero, setahuku tidak juara pada saat itu. Sungguhlah, kupikir, sebagai penggemar Del Piero, Del Piero tidak mendapatkan perpisahan yang patut bersama Juventus pada saat itu. Aku merasa, idolaku, Sang Pangeran Turin, dibuang oleh Juventus hingga ke tempat di mana aku tidak bisa menyaksikannya bermain bola: yaitu ke tanah Australia, tepatnya di Sydney FC. Selanjutnya, aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri, hatiku pun berangsur menjauh dari Juventus. Selamat tinggal Juventus--dan aku memang pada saat itu sudah tidak bergairah lagi nonton sepakbola dunia, adapun nonton bagai seterjemputnya saja, tidak disengaja-sengaja begadang atau pasang alarm untuk bangun dini hari.

Sempat mau beralih klub idola yang ada di tanah Inggris--karena di tv lokal yang tertangkap oleh televisi di rumahku Liga Inggris masih terlihat suka eksis. Tapi tetap tidak kudapatkan gairah yang dulu pernah bersemayam di dalam jiwa saat menonton pertandingan Juventus dan Del Piero masih menjadi bagian dari skuad Si Nyonya Tua.

Silahkan juga kalau kau tidak percaya dengan ceritaku ini, bahwa bagai mendapatkan pertolongan dari Tuhan agar berahiku kembali bergairah nonton sepakbola dunia terutama Liga Italia Serie A, kusaksikan permainan AS Roma era Rudi Garcia. Aku masih ingat kata-kata Rudi Garcia saat berhasil mengalahkan Juventus--pelatihnya kalau tidak salah sudah bukan Conte melainkan Allegri--di Olimpico. "Ini adalah Roma saya." Seturut kemudian, bagai latah, aku pun berkata. "Ini adalah Romaku." Selanjutnya, kutemukan gairahku kembali yang dulu pernah gagah menonton sepakbola dunia, yaitu pada saat kumenyaksikan pertandingan AS Roma, sampai saat ini, dan kumerasa akan hingga selama-lamanya.

Memang jauh-jauh hari sebelumnya ada hal-hal yang mendorongku untuk kemudian mencintai AS Roma. Semisal, peran serta romanisti sejati dalam diri artis cantik Italia Sabrina Ferilli--terbayang di kepalaku betapa meriahnya kalau AS Roma meraih Scudetto. Warna Giallorossi yang mempesona. Sejarah Roma. Dan bagaimana perlakuan publik Roma terhadap sahabat dekat Del Piero, yaitu Totti Sang Pangeran Roma. Menjelmalah di dalam sanubariku, Serigala Roma telah bersemayam di dalam dadaku, AS Roma di hatiku.

Memang di dalam berita itu Del Piero bagai tidak ingin membanding-bandingkan antara perpisahannya bersama Juventus dengan perpisahan Totti bersama Roma, yang jelas-jelas memang berbeda. Namun, sebagaimana telah diberitahukan di atas, bahwa pada kenyataannya nanti--sekiranya Totti jadi pensiun diakhir musim ini--Totti akan tetap menjadi Raja Roma di hati para pecinta Roma sebagai simbol kebanggaan Roma, klub tempat Francesco Totti menghabiskan seluruh karirnya. Dan di hatiku, tidak aku pungkiri dan tidak mau berbohong, bahwa Del Piero tetaplah menjadi pemain idolaku, namun klub idolaku berganti menjadi AS Roma dan aku amat kagum kepada Totti Sang Pangeran Roma. Daje Roma!

"Semua ini pasti akan musnah tetapi tidak cintaku padamu," DEWA.


Sumber tulisan: Football Italia, dan Hatiku

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon