Wednesday, May 24, 2017

Cerita tentang Francesco Totti dalam Pamit

Cerita tentang Francesco Totti
Francesco Totti. Ia adalah Kapten kami. Lahir di kota Roma tepatnya di daerah San Giovanni, dan di usia amat belia telah menjadi fans Giallorossi.

Berbahagialah anak berusia 12 tahun bernama Francesco Totti--tentu saja--ketika Roma Primavera memanggilnya untuk masuk ke Akademi Muda AS Roma. Saking girangnya, setelah mengangguk setuju, Totti menganggap Trigoria--markas latihan AS Roma--sebagai rumah keduanya, ia terlihat begitu bersemangat dalam latihan. Dari situlah kemudian bakat besarnya terasah--pada Maret 1993 membuat debut di kancah Serie A pada umurnya yang masih berusia 16 tahun, sebagai awal karir gemilangnya di AS Roma--lantas bikin gempar dunia dengan keahliannya bermain bola melalui balutan jersey AS Roma--dan juga Italia. Di AS Roma, jangan salah, No Totti No Party.

Telah banyak rekor dicatatkan oleh Francesco Totti di AS Roma, yang kemudian melekatkan dirinya sebagai bagian dari sejarah AS Roma yang paling berjaya. Francesco Totti adalah Pangeran Roma. "Totti adalah Roma, Roma adalah Totti."

Ada begitu banyak cerita indah tentang Francesco Totti di AS Roma, yang kemudian melekat erat di hati orang-orang yang mencintai AS Roma. Orang-orang yang mencintai Roma telah dibikin jatuh hati oleh Francesco Totti: berkat torehan gol, keahlian bermain bola yang berkelas, dan kharisma Gladiator Roma. Karir paling gemilang Francesco Totti berbalut jersey Giallorossi adalah membawa AS Roma meraih gelar Scudetto 2000/2001. (Gelar AS Roma bersama Totti lainnya: Supercup pada 2001 dan 2007, dua Coppa Italia pada 2006 dan 2008.)

Kini telah 25 tahun lamanya Francesco Totti membela AS Roma sebagai pemain sepakbola. Dalam sudut pandang direktur olahraga Roma baru Monchi dan presiden James Pallotta, bahwa musim ini--2016/2017--merupakan musim terakhir Pangeran Roma yang saat ini sudah berumur 40 tahun, akan tetapi--paling tidak sampai aku menuliskan konten ini--belum ada pengumuman resmi dari Francesco Totti sendiri mengenai itu.

Bilamana Francesco Totti pensiun sebagai pemain sepakbola pada musim ini maka hanyalah AS Roma klub satu-satunya yang dibela oleh Francesco Totti. Sejauh ini Francesco Totti telah memberikan segalanya bagi AS Roma, dengan penuh rasa cinta. Loyalitas Francesco Totti pada AS Roma adalah nyata, bisa saja di satu masa Francesco Totti pergi ke klub yang--secara logika--bisa membawa rentetan prestasi yang lebih baik bagi seorang Totti dalam kiprahnya sebagai pesepakbola, namun Totti menolak 'harta' itu dan lebih memilih tetap di Roma atas nama 'cinta'. Maka tidak aneh, terutama orang-orang yang mencintai Roma, amat mengagumi sosok Francesco Totti. Totti selamanya akan selalu di hati orang-orang yang mencintai Roma, kapten kami adalah segalanya.

Tidak heran jika kemudian aku--sebagai salah satu orang yang masih terbilang baru mencintai AS Roma--merasa begitu terharu kepada saudara-saudaraku--sesama orang yang mencintai AS Roma--yang telah lama menjadi romanisti dan menjadikan Francesco Totti sebagai pemain idola. Ketika mengetahui kabar tentang bahwa musim ini adalah musim terakhir Francesco Totti menjadi pemain sepakbola. Ketika mendengar kabar bahwa Francesco Totti akan pensiun dari main bola. Saudara-saudaraku itu, sebagian besar dari mereka pada bersedih, dan masih berharap bahwa pengumuman itu--Totti pensiun--hanyalah--ibaratnya--guyonan manajemen AS Roma semata.

Jujur kuakui saudaraku, ketika aku mencintai AS Roma, semakin hari semakin aku merasa di dalam dadaku terdapat ruh Serigala Roma. Dan Francesco Totti serta merta menjadi sosok yang kupuja juga--dengan segala kebesarannya di Roma. Tentulah aku pun menjadi merasa sedih bilamana Pangeran Roma Totti pensiun--akan tetapi mungkin tidak sesedih saudara-saudaraku yang telah lama mencintai AS Roma dan menjadikan Totti sebagai pemain idola.

Maka dari itu. Kelihatannya di sini aku bisa memposisikan diri sebagai sosok yang tegar--walaupun sesungguhnya aku pun sedih juga--apabila sekiranya musim ini adalah musim terakhir Francesco Totti--Dari Football Italia Tayang 12 Mei 2017: Ini pasti akan menjadi akhir dari sebuah era bilamana Francesco Totti benar-benar pensiun, sebab Totti telah membuat penampilan total 782 yang luar biasa untuk AS Roma, mencetak 306 gol dalam karir 25 tahun dengan mengenakan jersey Giallorossi. (Pertandingan terakhir musim ini melawan Genoa disinyalir menjadi laga terakhir Francesco Totti, dan secara resmi tiket di Stadio Olimpico untuk pertandingan itu telah diumumkan terjual habis menurut laman resmi AS Roma)

Percayalah kepadaku, saudaraku. Bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini, begitupun tentang kisah seorang pesepakbola, akan ada akhir ia untuk menjadi pensiun dari main bola, namun janganlah salah bahwa teristimewa Totti yakinlah aku bahwa Totti akan abadi di AS Roma sebagai simbol kebanggaan kita semua--baik bagi klub AS Roma maupun orang-orang yang mencintai AS Roma. Karena Francesco Totti, sebagai seorang pesepakbola, lahir dan besar hanyalah di AS Roma. King of Rome!


"Sudah coba berbagai cara agar kita tetap bersama. Yang tersisa dari kisah ini hanya kau takut kuhilang. Perdebatan apapun menuju kata pisah. Jangan paksakan genggamanmu," Tulus.


Sumber tulisan: AS Roma, Football Italia
Sumber foto: Calcio Fanpage

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon