Tuesday, May 2, 2017

Bek tengah muda terbaik yang layak menjadi Gladiator Roma

Bek tengah terbaik di Roma saat ini salah satunya berpotensi untuk meninggalkan Roma pada musim panas 2017, yaitu bek tengah berkebangsaan Yunani bernama Kostas Manolas. Tahulah kita bersama bagaimanakah sosok Manolas dalam perannya sebagai bek tengah di Roma, satu kata saja: Sang Pegasus Seiya di Roma.

AS Roma siap menjual Kostas Manolas di bursa transfer musim panas ini, dengan pertimbangan untuk membantu menutupi utang fair play keuangan, sehingga memilih resiko kehilangan Kostas Manolas di musim depan sebagai keputusan--sebagaimana berita dari Football Italia tayang 19 April 2017, di mana di sana dilaporkan pula bahwa yang paling dekat untuk mendapatkan Kostas Manolas saat ini adalah Inter, dengan budget transfer sebesar 30 juta euro. Paling tidak, kabar tersebutlah yang kemudian membuka aku untuk menulis konten ini.

Bek tengah muda terbaik kupikir yang layak untuk menjadi Gladiator Roma pewaris Kostas Manolas. Bek tengah muda dalam arti umurnya masih di bawah 25 tahun, sementara terbaik mengandung arti haruslah bek tengah yang berkualitas yang mempunyai masa depan yang cerah sebagai seorang bek tengah yang tangguh. 

Memang sudah terdengar gonjang ganjing nama-nama bek tengah calon pengganti Kostas Manolas dalam target Roma di bursa transfer sebagai langkah antisipasi kehilangan Sang Pegasus Seiya. Dan berikut ini adalah bek tengah muda terbaik yang layak menjadi Gladiator Roma.

1. Terence Kongolo

Terence Kongolo. Ia merupakan bek tengah berkebangsaan Belanda yang saat ini bermain untuk Feyenoord. Saat ini ia masih berumur 23 tahun--kelahiran 14 Februari 1994.

Terence Kongolo mempunyai perawakan yang jangkung kurus liat. Tinggi badannya sekitar 187 cm, dan berat badannya sekitar 70 kg. Walaupun tidak mempunyai bobot badan yang besar, namun ia bisa dikatakan tetaplah kuat bila beradu kontak dengan lawan sebab kurus tapi liat dan jangkung, justru itulah pula kenapa ia bisa terlihat gesit atau cekatan sebagai seorang bek. Selain berposisi sebagai bek tengah, ia pun bisa ditempatkan sebagai bek kiri.

Ketika kumenelusuri tentang Terence Kongolo ke belakang, ada kabar, bahwa Terence Kongolo sempat menjadi incaran Louis van Gaal saat pelatih berkebangsaan Belanda itu masih menjabat sebagai manajer Manchester United.

Aku membayangkan misalkan Terence Kongolo berhasil didapatkan Roma. Melihat bagaimana Terence Kongolo secara fisik. Maka bisa jadi dalam format empat bek di belakang, jika keduanya menjadi bek tengah, akan menjadi duet kembar. Begitu pun sebetulya jika keduanya di tempatkan sebagai bek kiri atau kanan, bek kanan adalah Rudiger dan bek kiri adalah Kongolo. Yang satu dari Jerman, satunya lagi dari Belanda, tidak akan ada masalah dalam komunikasi. Cocok!

2. Clement Lenglet

Clement Lenglet. Sebetulnya ia sudah kubahas dalam tulisan sebelumnya. Tapi tak apalah. Marilah kuterangkan kembali mengenai dirinya. Ia merupakan bek tengah berkebangsaan Prancis yang saat ini bermain untuk Sevilla. Ia saat ini masih berumur 21 tahun--kelahiran 17 Juni 1995.

Sebagai bek tengah, kulihat Clement Lenglet mempunyai perawakan yang rupawan. Tinggi badannya, 186 cm. Berat badannya, 81 kg. Postur demikian kupikir berpotensi untuk membikin dirinya menjadi tangguh dalam berduel dengan lawan, baik dalam perebutan bola darat maupun perebutan bola udara. Janganlah pula salah, dari data yang kutemukan, bahwa selain jadi bek tengah, ia pun bisa ditempatkan sebagai bek kiri dan juga bek kanan.

Ada yang mengatakan bahwa Clement Lenglet seperti menyerupai Giorgio Chiellini--Giorgio Chiellini adalah bek tengah timnas Italia yang bermain untuk Juventus, selain jadi bek tengah ia pun bisa ditempatkan sebagai bek kiri. Penyerupaan Clement Lenglet dan Giorgio Chiellini digambarkan begini: sebagai defender yang amat terampil di udara dan terlihat piawai dalam Man Marking. Sementara di Sevilla itu sendiri, Clement Lenglet disama-samakan dengan Julien Escude--mantan defender Sevilla.

3. Issa Diop

Issa Diop. Ia merupakan bek tengah berkebangsaan Prancis. Saat ini ia bermain untuk Toulouse. Umurnya masih muda, yaitu 20 tahun--kelahiran 9 Januari 1997.

Konon kudengar, saat ini Issa Diop tampil impresif bersama Toulouse. Bersama Toulouse di tanah Prancis ia mengalami perkembangan yang signifikan. Klub-klub besar Eropa lainnya yang mengincarnya di antaranya: Real Madrid, Arsenal, Chelsea, Manchester City, dan Juventus.

Aku curiga, jika Issa Diop menjadi Gladiator Roma maka ia akan menjadi The New Rudiger. Di mana dulu juga, sepengetahuanku, sebelum didapatkan Roma dari Stuttgart, Antonio Rudiger menjadi incaran klub-klub besar Eropa lainnya, tetapi Toni memilih bergabung menjadi Gladitor Roma. Dan nanti juga, sebagaimana semisal Kongolo, Diop pun bisa menjelma menjadi duet kembar di jantung pertahanan Roma bersama Rudiger.

Demikianlah kira-kira mengenai bek tengah muda terbaik yang layak menjadi Gladiator Roma.


Sumber tulisan: Wikipedia, Football Italia
Sumber foto: Zimbio, Pinterest

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon