Tuesday, May 9, 2017

Antonio Rudiger seorang pribadi Neukolln yang menjadi target transfer Chelsea Inter Manchester City yang bikin Bimbang

Antonio Rudiger. Di AS Roma, ia merupakan bek idolaku. Aku mempunyai panggilan akrab untuknya, yakni: Toni. Tentulah aku tahu kenapa aku sampai bisa mengidolai Antonio Rudiger, karena sikapnya yang santun di luar lapangan--terlihat dermawan suka nyumbang dan menghormati legenda seperti Totti--dan perangainya yang sangar di dalam lapangan--terlihat kuat dan liat serta punya fighting spirit. Begitulah kupikir mengenai garis besar menyangkut bek idolaku Rudiger, kemudian nyangkut di hatiku--sebagai penggemar AS Roma.

Antonio Rudiger adalah pemain berkebangsaan Jerman. Ia lahir di Berlin pada tanggal 3 Maret 1993. Ayahnya asli Jerman, sementara ibunya dari Sierra Leone. Mengenai keadaan keluarganya, Toni berkata begini: Keluargaku meninggalkan Sierra Leone sebab perang saudara. Mereka mendapatkan tempat tinggal di Berlin, tempat aku dilahirkan. Ketika kecil aku pernah pergi ke Afrika, tetapi hanya sebentar saja. Berlin sudah mempengaruhiku. Aku tumbuh besar di Neukolln. Neukolln pada saat itu tidaklah seperti Neukolln pada saat ini, kala itu hidup di Neukolln amatlah sulit karena lingkungannya. Namun begitu, kota itu akan senantiasa menjadi bagian dari diriku.

Justru, dari situasi Neukolln kala itulah, Antonio Rudiger bagai dibentuk karakternya menjadi seperti sekarang ini saat bermain sepakbola terutama untuk AS Roma: mempunyai pribadi yang tangguh dan fisik yang kuat serta dikarunia pula kecepatan sebagai seorang bek tengah--Toni juga bisa berperan sebagai bek kanan dan bek kiri. Toni mengawali karirnya di Vfc Sperber Neukolln, kemudian pindah menuju Hertha 03 Zehlendorf. Pada usia 15 tahun, Toni bergabung bersama Borussia Dortmund, tetapi di Borussia Dortmund ia belum membuat debut Bundesliga, hanya bermain untuk Borussia Dortmund U17 dan U19. Barulah pada tahun 2011, Toni bergabung bersama VfB Stuttgart, di VfB Stuttgart Toni berhasil membuat debut Bundesliga. Bersama VfB Stuttgart, Toni berhasil tebar pesona sebagai seorang bek tengah tangguh, pada usia 21 tahun Toni berhasil menarik perhatian pelatih Jerman Joachim Low dengan memberinya debut timnas Jerman, tentu saja membuat debut di usia 21 tahun bersama tim senior Jerman merupakan suatu prestasi yang membanggakan. Perkembangan Toni sebagai seorang bek tengah tangguh sampai tercium ke tanah Italia, adalah AS Roma yang kemudian berhasil menerbangkannya dari VfB Stuttgart pada bursa transfer musim panas 2015. Sejak itulah kemudian, Antonio Rudiger menjadi Gladitor Roma, menjelma menjadi figur penting di barisan pertahanan Giallorossi.

Tahulah aku kalau Antonio Rudiger bahagia bermain bersama Roma. Demikian dikatakan langsung oleh Toni kepada Sky Sports. "Masa depanku tidak tergantung aku sendiri, sehingga aku tak bisa mengatakan apa-apa. Aku hanya fokus pada masa sekarang bersama AS Roma. Di Italia, saat aku sedang cedera lalu, ramai beredar aku akan meninggalkan AS Roma untuk pergi ke Chelsea. Aku tetaplah fokus di Roma, dan aku bahagia bersama AS Roma."

Dua hari yang lalu, dari aku menuliskan konten ini, aku membaca Football Italia. Dalam berita berjudul Inter bid €40m for Rudiger? Tayang 8 Mei 2017. Setahuku dulu, AS Roma mempermanenkan status Antonio Rudiger dengan mahar sebesar 9 juta euro dari VfB Stuttgart. Resmilah Antonio Rudiger menjadi milik AS Roma. Bila melihat bagaimana kini Inter melayangkan tawaran sebesar 40 juta euro, maka tentu saja harga Antonio Rudiger menjadi melambung tinggi. Sungguh mengerikan, saudaraku.

Baiklah. Kuterangkan terlebih dahulu beberapa pengetahuan yang kudapatkan dari berita itu. Beginilah dalam Inter bid €40m for Rudiger?

Pertama. Sky Sports melaporkan bahwa Inter melayangkan tawaran menggiurkan untuk AS Roma guna mendapatkan Antonio Rudiger, yaitu dengan harga transfer sebesar 40 juta euro.

Kedua. Selain daripada itu, Antonio Rudiger pun menjadi target transfer Manchester City, akan tetapi belum ada layangan resmi dari klub 'raja minyak' itu.

Demikianlah. Itu artinya. Kutemukan informasi jelas bahwa semakin bertambah klub besar Eropa lainnya yang meminati bek idolaku Rudiger, setelah sebelumnya ada Chelsea.

Chelsea. Inter. Manchester City. Tahulah aku bahwa klub-klub tersebut, dalam perkara menggelontorkan dana transfer untuk merekrut pemain yang diinginkan suka tidak tanggung-tanggung dengan tawaran budget yang menggigit. Chelsea, dengan kekuatan uang dari pengusaha kaya raya Rusia bernama Roman Abramovich. Inter, yang kini bersama perusahaan dari Cina Suning Grup. Dan Manchester City, ya salam, pemiliknya pengusaha kaya raya Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, beliau adalah anggota keluarga kerajaan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Tidakkah aku, oleh karena itu, merasa bimbang, saudaraku. Tentulah aku bimbang. Aku takutnya AS Roma tergoda untuk menjual bek idolaku Antonio Rudiger di bursa transfer musim panas ini.

Tetapi. Ketika kucoba untuk merenung mendalam, semalaman aku memikirkan ini. Aku hanya bisa pasrah saudaraku. Yang akan terjadi nanti masihlah misteri. Namun aku menaruh curiga bahwa bek idolaku Antonio Rudiger--mengacu kepada terdapatnya situasi tawaran menggiurkan yang telah ada--kuat kemungkinan akan meninggalkan Roma di bursa transfer. Jikalau itu yang akan terjadi nanti, maka curiga akan meradanglah hatiku merindukan Toni. Bagai lagu Bimbang Elvy Sukaesih.

"Kini di hatiku bimbang dan sedih karena kau tak pernah kembali, di sisiku," Elvy Sukaesih.


Sumber tulisan: AS Roma, Sky Sports, Football Italia
Sumber foto: AS Roma

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon