Friday, April 14, 2017

Tentang Aku Belum Melihatnya Kepada Bek Idolaku Rudiger

Saat aku sedang melakukan pelatihan siang di Trigoria aku mendapatkan Whatsapp yang tentu saja mengganggu, dari salah satu penggemarku di Indonesia. "Aku sesungguhnya sedang ada yang mau kukerjakan, akan tetapi perasaan gundah di hatiku bagai menghentikan. Aku belum melihatnya, Toni."

Membacanya sungguh aku bingung, narasi deskripsinya seperti mengandung unsur sastra tingkat pesawat terbang. Akan tetapi, ketika kumencoba menghilangkan--untuk sementara waktu akan--kejengkelanku yang sudah diganggu, aku merasa demikian mengandung bahasa perasaan yang dalam, bahasa perasaan yang sedang merindu. Membaca berulang kali barulah aku bisa mengerti, dan aku pun merasa iba. Kubalas. "Kenapa saudaraku? Apakah kau sedang galau?"

"Iya, Toni."

"Pujaan hatimu belum munculkah saudaraku."

"Iya, Toni."

"Sabar saja saudaraku. Percayakan pada Tuhan bahwa ia baik-baik saja."

"Iya, Toni."

"Beneran sekarang kau agak mendingan saudaraku?"

"Iya, Toni."

"Serius?"

"Iya, Toni. Barusan mencicipi kopi telah sedikit mengurangi beban hati."

"Syukurlah saudaraku."

"Terima kasih Toni."

"Sama-sama saudaraku."

"Kau siang ini tidak latihan, Toni?"

"Ini aku sedang latihan giring bola saudaraku."

"Waduh maaf Toni, sudah mengganggu."

"Tidak apa-apa saudaraku."

"Sekali lagi terima kasih. Selamat latihan Toni. Daje Roma."

"Sama-sama saudaraku. Daje Roma."


#Hehe
#BuatHiburan
#IchBinRudiger
#BekIdolakuRudiger
#SiangIniHariJumatAkuMenulisStatusGalauDiFesbuk
#FotoPelatihanHariRabuPersiapanRomaAtalantaPekanTigaDua :D

sumber foto: asroma.com

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon