Tuesday, April 4, 2017

Oguzhan Ozyakup dalam Kasidah Cinta

Ketika membaca kali pertama berita mengenai Oguzhan Ozyakup sebagai salah satu pemain incaran Roma, aku langsung jatuh cinta kepadanya pada pandangan pertama.

Oguzhan Ozyakup--belakangan kemudian aku tahu mengenai data dirinya. Ia merupakan pemain sepakbola berkebangsaan Turki. Saat ini ia berumur 24 tahun--kelahiran 23 September 1992. Ia lahir di Zaandam, Belanda, mempunyai orang tua Turki yang bermigrasi ke Belanda, dan sempat membela timnas Belanda U17 tahun 2008-2009, membela timnas Belanda U19 tahun 2011-2012. Baru pada tahun 2012-2014 ia pindah membela timnas Turki U21. Mulai tahun 2013 ia melakukan debut membela timnas senior Turki.

Oguzhan Ozyakup mengawali karir bermain bola--Youth Career--di AZ Alkmaar--setelah bakatnya terendus dari klub amatir lokal Zaandam Turkspor--dari tahun 2005 sampai tahun 2008. Pada tahun 2008 bakat mudanya tercium oleh klub di tanah Inggris, Arsenal. Dari tahun 2008 sampai tahun 2012 ia menempuh Youth Career di Arsenal. Di musim 2011/2012, Oguzhan Ozyakup, naik ke tim senior Arsenal, akan tetapi tidak tercatat bahwa ia telah merumput bersama tim utama Arsenal. Sejak tahun 2012, ia pindah ke tanah Turki--tanah kelahiran orang tuanya--untuk bermain bersama Besiktas. Bersama Besiktas inilah lambat laun--seiring bertambahnya usia dan jam terbang bermain--kemudian ia menjelma menjadi pemain yang berkibar, paling tidak populer pada musim ini--2016/2017--di bursa transfer. Konon, selain jadi target transfer Roma, Oguzhan Ozyakup pun menjadi target transfer: Tottenham Hotspur dan Manchester United.

Oguzhan Ozyakup dalam bermain bola, ia berposisi sebagai gelandang tengah: AMF, CMF, dan DMF. Aku memperhatikan beberapa video permainan Oguzhan Ozyakup di youtube, untuk mengamati bagaimana cara ia memainkan sepakbola. Terlihat dengan jelas gambaran bahwa ia merupakan gelandang tengah yang mempunyai gaya main seorang Talisman atau Playmaker. Ia mempunyai naluri mengumpan yang jitu, terlihat umpan pendeknya di dekat kotak penalti lawan memudahkan kawannya untuk tinggal menendang bola ke jala gawang yang dikawal kiper lawan, sang kawan pun berhasil menciptakan gol dan ia berhasil menorehkan assist. Kelihatan dari beberapa adegan, bahwa ia pastilah yang menjadi pengatur serangan Besiktas. Dan terlihat bagus untuk skema permainan satu dua sentuhan.

Oguzhan Ozyakup juga terlihat jago dalam melakukan tendangan bebas--ada adegan Ozyakup cetak gol melalui tendangan bebas. Dan bolanya meluncur dengan bagus seolah bikin kiper lawan menangkapnya tak becus.

Aku pikir permainan Oguzhan Ozyakup hampir satu tipe dengan permainan Clement Grenier. Namun, ketika kupikir ulang, kurang pas jika kukatakan demikian. Lebih tepatnya begini barangkali, kalau Clement Grenier lebih cenderung seperti Miralem Pjanic--kalau diposisikan sebagai CMF. Dan kalau Oguzhan Ozyakup, lebih seperti Mesut Ozil--kalau diposisikan sebagai AMF.

Akan tetapi, jika acuannya adalah sesuai dengan kebutuhan taktik saat ini--di sini jadi kita sedang membicarakan taktik Luciano Spalletti di Roma sejauh ini. Maka, kupikir, sesungguhnya, Roma sudah memiliki Clement Grenier. Istilahnya begini: seperti tidak mungkin untuk memainkan Clement Grenier dengan Oguzhan Ozyakup bersama di lapangan sebagai CMF. Kecuali, Oguzhan Ozyakup, ditempatkan di posisi AMF--posisi yang biasa ditempati oleh Radja Nainggolan dan Mohamed Salah dalam formasi 3-4-2-1. Masalahnya, di kepalaku juga tersimpan pemikiran ini: sesungguhnya Clement Grenier pun bisa ditempatkan di posisi Radja Nainggolan atau Mohamed Salah.

Memang segala kemungkinan bisa terjadi. Posisi gelandang tengah di Roma saat ini sudah berkualitas semua, dan karena kualitas itulah beberapa gelandang tengah Roma banyak diincar oleh klub Eropa lainnya di bursa transfer. Sehingga, barangkali, Roma mengincar Oguzhan Ozyakup bagian dari ancang-ancang untuk langkah antisipasi atas kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di depan nanti. Masalahnya brother, ibarat Kasidah Cinta, aku jatuh cinta pada pandangan pertama pada Oguzhan Ozyakup, dan berharap semoga Oguzhan Ozyakup berhasil didatangkan Roma di bursa transfer.

"Aku bukanlah laki-laki yang mudah jatuh hatinya," Dewa.

sumber tulisan: wikipedia
sumber foto: kralspor.ensonhaber.com

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon