Sunday, April 2, 2017

Masih Bisa Roma untuk Juara Coppa Italia Musim Ini

Roma day saat itu. Roma telah mematahkan hatiku. Dalam pertandingan Semifinal Coppa Italia Leg 1: Lazio 2 vs 0 Roma. Kekalahan Roma saat itu bikin hatiku nelangsa.

Akan kucoba untuk tetap curiga bahwa Roma masih bisa meraih kejayaan di Coppa Italia. Ada beberapa analisa yang akan meyakinkan kecurigaanku bahwa Roma masih bisa lolos melaju ke final Coppa Italia.

Pertama. Kemenangan dengan skor minimal selisih tiga bukanlah hal yang asing bagi Roma musim ini. Roma pernah menang dengan skor empat kosong malahan. Demikian tentu saja bisa menjadi sinyalemen bahwa Roma bisa membalikkan keadaan.

Kedua. Lawannya Lazio. Derby della Capitale merupakan pertandingan yang sarat gengsi untuk menentukan siapa gerangan penguasa ibu kota sesungguhnya, dan Roma--menurut yang sudah-sudah--telah membuktikan bahwa yang kerap menjadi Sang Penguasa Ibu Kota adalah Serigala Roma. Demikian tentu saja bisa menjadi sinyalemen bahwa Roma bisa membalikkan keadaan.

Ketiga. Fighting spirit para gladiator Roma. Mengenai upaya untuk membalikkan keadaan, pada musim ini, sesungguhnya sudah dapat disimak, yakni pada ajang UEFA Europa League Round of 16 waktu melawan Lyon. Memang hasilnya Roma gagal melaju di kancah Piala Europa, tapi yang patut digaris bawahi adalah ini: Gladitor Roma punya fighting spirit. Lyon dan Lazio tentulah dua tim yang berbeda, demikian yang patut kita ingat. Tentu saja demikian bisa menjadi petanda bahwa Roma bisa membalikkan keadaan guna lolos melaju ke final Coppa Italia, malahan kurasakan sinyal yang sangat kuat--lawannya hanyalah Lazio brother dan kita punya fighting spirit.

Keempat. Kekalahan Roma di leg 1 adalah faktor kelelahan. Aku menyaksikan sendiri bagaimana pertandingan Lazio vs Roma Semifinal Coppa Italia Leg 1. Dua gol yang dicetak Lazio adalah dampak dari serangan balik. Tidak bisanya Roma mencetak gol adalah dampak dari kelelahan pemain: terlihat dari bagaimana cara mengumpan dan juga bagaimana caranya menendang--contohnya sangat jauh sekali bagaimana Radja Nainggolan menendang bola ketika menciptakan gol ke gawang Inter di pekan ke 26, di mana pada saat itu tendangan Radja Nainggolan menjelma menjadi tendangan gelegar azan subuh. Kalau kutidak lupa mengingat, memang jadwal Roma pada saat itu sedang ketat.

Kelima. Bila kita mau berdoa dan berusaha maka selalu ada jalan untuk nanti berujung bahagia. Kalau kukembali merunut ke belakang, pada pertandingan Roma vs Lyon UEFA Europa League Round of 16 Leg 2, di mana dalam pertandingan tersebut Roma punya target membalikkan keadaan, kupikir Roma hanya kurang beruntung saja, walau Roma berhasil menang namun Lyon unggul agregat gol sehingga yang lolos adalah Lyon. Nah, keberuntungan ini harus kita raih, dengan cara bukan karena didukung wasit melainkan dibantu oleh Tuhan, maka dari itu, dalam hal ini, doa menjadi poin yang penting. Jangan lupa berdoa brother menurut kepercayaan masing-masing untuk kelolosan Roma menuju final Coppa Italia lawan Lazio. Dan ayo Gladitor Roma. Ayo coach Spalletti. Berjuanglah untuk membuktikan bahwa Serigala Roma adalah penguasa ibu kota yang sesungguhnya. Jadikan skor Roma vs Lazio Semifinal Coppa Italia Leg 2 begini: Roma 4 vs 0 Lazio.

"Berjanjilah, berjanjilah untuk datang padaku. Lihat mataku, akan kucoba perhatikan kamu datang padaku," Iwan Fals.

sumber foto: sportfair.it

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon