Thursday, April 6, 2017

Firasat Ini untuk Kasper Dolberg

Mengenai Kasper Dolberg konon gosipnya kudengar ia pun masuk rencana target transfer Roma dalam tajuk untuk pelapis Edin Dzeko di musim depan. Iya, Kasper Dolberg berposisi sebagai penyerang. Konon kudengar, Kasper Dolberg mendapat julukan The New Marco Van Basten.

Kasper Dolberg Rasmussen merupakan pemain sepakbola berkebangsaan Denmark. Saat ini ia berumur 19 tahun--kelahiran 6 Oktober 1997. Saat ini ia bermain untuk Ajax Amsterdam--masih umur 19 tahun tapi sudah main di tim senior Ajax tercatat sejak tahun 2016: kuat dugaan mulai main rutin di tim senior Ajax pada musim 2016/2017 saat ini.

Debut seniornya itu sendiri terjadi pada saat ia masih berseragam Silkeborg IF, tepatnya pada tanggal 17 Mei 2015 di Liga Super Denmark dalam pertandingan melawan Brondy IF, pada saat itu Silkeborg IF sudah kalah dua kosong dan Kasper Dolberg turun main pada menit '63.

Ajax Amsterdam--tim terkemuka di tanah Belanda--meresmikan kedatangan Kasper Dolberg pada tanggal 5 Januari 2015, ditransfer dari Silkeborg IF pada musim panas--pada saat itu Kasper Dolberg menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun sampai musim panas 2018.

Kasper Dolberg telah ditemukan oleh pemadu bakat Ajax asal Denmark John Steen Olsen--John Steen Olsen merupakan orang yang sebelumnya berhasil menemukan bakat Zlatan Ibrahimovic, Viktor Fischer, dan Christian Eriksen untuk Ajax Amsterdam. Pada tanggal 13 Mei 2016, Kasper Dolberg memperbaharui kontraknya di Ajax, ia telah sepakat untuk memperpanjang durasi kontrak sampai tahun 2021.

Ada beberapa catatan menarik mengenai Kasper Dolberg bersama Ajax. Berikut ini. Pertama, Kasper Dolberg melakukan debut bersama Ajax di kompetisi Eropa pada pertandingan kualifikasi Liga Champions melawan PAOK, dan ia berhasil mencetak gol pertamanya dalam pertandingan tersebut--dalam pertandingan tersebut skornya 1-1. Demikian terjadi pada tanggal 26 Juli 2016.

Kedua, pada tanggal 7 Agustus 2016, Kasper Dolberg melakukan debut di Eredivisie saat Ajax melawan Sparta Rotterdam, ia turun main sebagai pemain pengganti--menggantikan Mateo Cassierra.

Ketiga, sesudah membuat debut Eredivisie di pertandingan melawan Sparta Rotterdam sebagai pemain pengganti, pada pekan berikutnya Kasper Dolberg menjadi starting line up saat melawan Roda JC, dan hebatnya ia memborong dua gol untuk Ajax dalam hasil seri 2-2--demikian merupakan gol pertamanya di Liga Belanda Eredivisie.

Keempat, saat melawan Standard Liege dalam pertandingan Liga Europa, Pada tanggal 29 September 2016, Kasper Dolberg mencetak gol satu-satunya untuk Ajax dalam kemenangan 1-0.

Kelima, kembali ia mencetak gol untuk Ajax pada tanggal 23 Oktober 2016, kali ini di pertandingan Klassieker melawan rival berat Feyenoord, hasil akhirnya itu sendiri seri 1-1, dan itu merupakan gol pertamanya di Klassieker--Klassieker maksudnya duel el clasico, seperti kalau di Spanyol ada pertandingan Barcelona vs Real Madrid, nah kalau di Belanda ada Ajax vs Feyenoord.

Keenam, Kasper Dolberg mencetak hattrick pertamanya untuk Ajax dalam pertandingan Eredivisie melawan NEC. Hattrick yang dibikin Kasper Dolberg tersebut menorehkan namanya dalam sejarah Ajax sebagai pemain termuda non-Belanda yang berhasil mencetak hattrick untuk Ajax.

Dari beberapa catatan di atas, kepalaku menyimpulkan bahwa Kasper Dolberg amat berkaitan erat dengan ini: mencetak gol. Sebagai penyerang muda, ia sudah akrab dengan menciptakan gol--paling tidak--di tanah Belanda. Dan ajaibnya, walau masih terbilang amat muda tapi ia sudah main rutin untuk tim senior Ajax--malahan bisa jadi ia berlabel penyerang utama Ajax musim ini.

Demikian menjadi gambaran yang nyata bahwa Kasper Dolberg merupakan penyerang muda berbakat yang berbahaya. Pantaslah sudah bahwa ia dijuluki sebagai The New Marco Van Basten--Marco Van Basten merupakan legenda Ajax yang dahulu berstatus sebagai penyerang dangerous: acap mencetak gol. Percayalah aku kini kenapa Kasper Dolberg bisa populer menjadi incaran klub-klub besar Eropa, termasuk AS Roma.

Jika kemudian kumelihat situasi di Roma musim ini terus menatap musim depan, maka aku amat setuju bilamana Roma memfokuskan perhatian pada Kasper Dolberg di bursa transfer dalam agenda rencana mencari sosok penyerang pelapis Edin Dzeko untuk musim depan. Fokuskan pada: Kasper Dolberg saja.

Selain catatan yang menarik di atas sebagai penyerang muda berbakat dan berbahaya--dan aku sudah menyaksikan bagaimana aksi Kasper Dolberg berseragam Ajax dalam salah satu video di youtube. Kubaca pula firasat yang bagus sekiranya Kasper Dolberg bermain di tanah Italia bersama AS Roma: kalau Edin Dzeko pantaslah disamakan dengan Gabriel Batistuta, maka kupikir bolehlah Kasper Dolberg disamakan dengan Vincenzo Montella. Dan lihatlah juga rambutnya, bagaikan warna rambut Pangeran Roma waktu masih gondrong tatkala Francesco Totti membawa AS Roma meraih Scudetto della Roma 2000/2001.

"Kupercaya alam pun berbahasa. Ada makna dibalik semua pertanda. Firasat ini rasa rindukah ataukah tanda bahaya. Aku tak peduli. Kuterus berlari," Marcell.

sumber tulisan: wikipedia
sumber foto: ajax1.nl

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon