Monday, March 13, 2017

Salut Atas Sikap De Rossi Ketika Oknum Suporter Lyon Berlaku Kampungan

Boleh jadi kau akan merengek kepada wasit terhadap apa yang telah terjadi, ketika kau akan menendang sepakan pojok di kandang lawan, oknum suporter lawan berlaku kampungan dengan melempar benda--tapi diduga bukan benda keras--ke sudut lapangan di mana kau akan mengambil tendangan penjuru.

Kau lantas berlari dari area tendangan penjuru dan menghampiri wasit dengan menampakkan mimik muka bagai kekasih yang tak dianggap. "Sit, bagaimana ini Sit? Sehingga memperlambat jalannya pertandingan.

Tapi tidak dengan apa yang dilakukan oleh Daniele De Rossi, tidak brother, ia tidak merengek kepada wasit terhadap situasi di mana oknum suporter Lyon berlaku kampungan--melempar benda tidak keras ke sudut lapangan--ketika Kapten Roma itu mau menendang bola. De Rossi malah bersikap selayaknya petarung sejati: membersihkan sampah itu dengan menggunakan kaki sembari menampakkan ekspresi muka dingin tapi seolah berkata. "Ada-ada saja dasar kampring!"

Aku yang menyaksikan pertandingan tersebut--UEFA Europa League Round of 16 Leg 1: Lyon 4 vs 2 Roma--merasa salut atas sikap De Rossi tersebut. Bagai terpancar kharisma seorang lelaki sejati. Seorang lelaki yang hobi main bola sepenuh hati. Demikian tentulah menjadi teladan bagi semua lelaki yang menjadikan sepakbola sebagai penggiat.

Bayangkan ada pemain Juventus yang berada dalam situasi De Rossi--ambil contoh Miralem Pjanic. Curiga Pjanic akan bersikap antitesa dengan sikap yang ditempuh oleh De Rossi. Bisa jadi Pjanic akan bersikap sebagaimana contoh 'kau' di atas: merengek pada wasit bagai kekasih yang tak dianggap. Hello Miralem, ini kita sedang bertanding di kancah Piala Europa atau Piala Champions yang notabene bukan kancah Liga Italia Serie A. Wasit itu bukan kekasih Juventus hahay.

Biar terasa tegas dan gokil. Bayangkan kembali ada pemain Juventus yang berada dalam situasi De Rossi--ambil contoh sekarang Benatia. Curiga Benatia akan berlaku lampah sama persis dengan Pjanic--karena mereka sama-sama pemain Juventus gitu lo. Benatia bakalan merengek pada wasit bagai kekasih yang tak dianggap. Hello Mehdi, ini kita sedang bertanding di kancah Piala Europa atau Piala Champions yang notabene bukan kancah Liga Italia Serie A. Wasit itu bukan kekasih Juventus hahay.

Guyon brother--semoga penggemar Juventus tidak tersinggung dan semoga taubat.

Dah gitu aja--sungguh kutak punya ide lagi untuk melanjutkan tulisan ini.

"Sebagai kekasih yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba bertahan kuyakin kau kan berubah," versi Pinkan Mambo.

sumber foto: asroma.com

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon