Friday, March 17, 2017

Menemukan Harapan dalam Diri Grenier

Ada yang paling menarik--karena sesungguhnya secara keseluruhan menarik--dalam pertandingan Palermo vs Roma pekan ke 28 Liga Italia Serie A, yakni masuknya Clement Grenier dalam starting line up.

Sebagaimana kita tahu bersama bahwa Clement Grenier merupakan pemain yang baru didatangkan Roma pada bursa transfer januari kemarin, dan ketika sudah resmi mengenakkan jersey no. 7 di Roma tercatat--kalau kutidak lupa mengingat--Grenier hanya baru dimainkan sekali itupun hanya beberapa menit saja sebagai pemain pengganti--yang sungguh kulupa lagi waktu Roma day lawan apa. Nah, selanjutnya, di beberapa Roma day berikutnya, Roma seolah tidak mempunyai pemain baru bernama Clement Grenier--akibat Grenier tidak diberikan kesempatan bermain oleh coach Spalletti. Barulah pada pekan ke 28 lanjutan Liga Italia Serie A Palermo vs Roma Grenier dipercaya sebagai pemain inti--bermain dari menit pertama.

Laporan pertandingan yang dilansir laman resmi AS Roma salah satunya menulis begini: 21' - GOOOOOOL! El Shaarawy berhasil membelokkan umpan Grenier dari sisi kanan. Roma Unggul 1-0 atas tuan rumah.

Aku sendiri menyaksikan proses terciptanya gol tersebut--yang mana memang secara keseluruhan kumenonton pertandingan Palermo 0 vs 3 Roma giornata 28 Liga Italia Serie A itu--dan kronologis kejadiannya terlihat indah. Terlihat umpan--kalau kutidak lupa mengingat--sekali sentuhan Clement Grenier yang mengalir melambung--atau melentung--dari sisi kanan ke mulut gawang Palermo. Bola meluncur indah melewati barisan sistem pertahanan lawan dan El Shaarawy lolos dari jebakan offside menyambut umpan matang dari Grenier tersebut.

Terkhusus umpan Grenier itu, kumerasakan--akibat melihatnya--ada indikator feeling yang bagus dari sang pelaku--dalam hal ini Grenier--dan indikator keahlian umpan matang terukur dari sang pelaku. Dalam kasus ini, Clement Grenier patutlah mendapatkan keplokan--dan tentu saja El Shaarawy juga.

Menyaksikan bagaimana Clement Grenier bermain bola untuk Roma dalam pertandingan Palermo vs Roma, sebagai penggemar Roma, kumenemukan sebuah harapan: bahwa ke depan Clement Grenier kelihatannya mampu menjadi andalan--tentu saja asalkan diberi kesempatan oleh pelatih.

Sebagaimana kita tahu bersama bahwa tipe permainan Clement Grenier merupakan gelandang tengah yang mempunyai kecenderungan sebagai pemain Classic No. 10--atau bisa jadi sebagai Talisman atau Playmaker. Maka ketika di bursa transfer Juli 2016 Roma kehilangan Miralem Pjanic, sesungguhnya di bursa transfer Januari 2017 Roma berhasil mendatangkan wujud lain Miralem Pjanic--yang secara tipe permainan memiliki kesamaan--dalam diri Clement Grenier.

Tidak main full time--di menit enampuluhan Grenier diganti. Penampilan Clement Grenier di pertandingan melawan Palermo tersebut mampu menghantarkan dirinya meraih gelar sebagai pemain terbaik pada pertandingan tersebut pilihan fans--sebagaimana dilansir situs resmi AS Roma.

"Buka hatimu bukalah sedikit untukku sehingga diriku bisa memilikimu," Armada.

sumber yang kubaca: asroma.com
sumber foto: asroma.com

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon