Wednesday, March 15, 2017

Lima Langkah Terpuji Merayakan Kemenangan Roma

Roma menang hatipun riang. Sungguh begitulah yang kurasakan ketika menyaksikan pertandingan Roma, dan full time Roma keluar sebagai sang pemenang. Seriang orang yang punya pacar lima langkah dari rumah. Seriang orang yang dikasih duit jajan sama ibunda buat modal apel malam mingguan. Seriang orang yang bentar lagi mau dikawinkan. Dan seterusnya orang yang riang-riang.

Duh aduh memang asyik kalau Roma menang. Tidak ada makanan enak pun tak apa, sebab semua makanan kok ya terasa sama: wuenak semua. Makan tahu serasa makan donat. Makan tempe serasa makan pepes ikan mujaer. Dan seterusnya yang makanan biasa saja tapi ajaib menjelma serasa makanan yang luar biasa--ditinjau dari segi mahal dan tidak mahal.

Di dalam prosesnya terkadang euforia kemenangan tersebut menjadikan kita--sebagai penggemar Roma--gelap mata: lupa bahwasanya demikian merupakan karunia dari Tuhan yang patut kita syukuri. Sehingga tak usahlah kita mabuk-mabukan sebagai perayaan sampai-sampai nyungsep di got jalan. Tak usahlah yang begitu-begitu. Tak usahlah. Sebab kita bukanlah orang-orang gelap mata. Sebab kita adalah orang-orang yang bersyukur--inshaa Allah ya.

Sebagai ungkapan rasa syukur kita berikut kiranya Lima Langkah Terpuji Merayakan Kemenangan Roma:

Langkah pertama, umumkan di masjid eh umumkan pada dunia

Maksudnya begini. Zaman sekarang adalah zaman di mana orang-orang pada gandrung bermain media sosial. Aku saja punya akun medsos brother, akun fesbuk, dan di fesbuk aku pun berteman bukan dengan orang Indonesia saja melainkan juga ada--baru satu--orang Italia. Itu artinya, untuk mengumumkan kabar kemenangan Roma pada dunia zaman sekarang amatlah mudah, tinggal online main fesbuk, terus posting deh sebagai update status.

Jadikan akun media sosialmu sebagai penyebar virus-virus Roma. Beritakan kepada seluruh warga fesbuk bahwa Roma telah berhasil memenangkan pertandingan. Demikian akan bikin musuh-musuh Roma--terutama Lazio--panas dingin mendengarnya. Demikian akan bikin pecinta Roma--yang tidak menyaksikan pertandingan--berbahagia.

Inshaa Allah ini akan menjadi tindakan yang terpuji--untuk urusan dapet pahala biarlah itu urusan Tuhan yang menilainya.

Langkah kedua, jangan lupa cantumkan siapa pencetak golnya

Jujur ini merupakan masalah pribadiku. Suka sering kulupa mencantumkan nama pencetak gol terhadap pengumuman kemenangan Roma yang menjadi narasi kabar berita dariku. Misalkan pertandingan Palermo vs Roma. Aku menulis begini di status fesbuk: FT Palermo 0 vs 3 Roma. Deskripsi demikian memunculkan tanya: siapakah gerangan yang cetak golnya?

Nah, maka dari itu, menjadi langkah yang terpuji sekiranya kamu mengabarkan skor kemenangan Roma tidak sebagaimana yang suka kulakukan, yakni lengkapilah kabar beritamu dengan daftar pencetak golnya siapa disertai menit golnya itu kapan--kupikir semua orang akan setuju dengan hal ini. Dan biarlah--lagi-lagi--menyangkut pahala demikian menjadi urusan Tuhan saja yang maha mengetahui.

Langkah ketiga, utamakan sodaqoh

Dulu brother si Fulan temanku--itu lo temanku yang rajin salat tahajud dan berstatus sebagai pemuda masjid--pernah minta ijin untuk memasukan sebuah flashdisk miliknya ke komputerku pada bulan Ramadan--di suatu sore sesudah salat asar berjamaah di masjid samping rumah.

"Boleh ana masukin ini flashdisk ke komputer ente?" (tentu saja dialog ini kudramatisir, biar dapet komedinya)

"Silahkan brother!"

Si Fulan ternyata memasukan MP3 ceramah di komputerku. Materi ceramah judulnya Keutamaan Sedekah. Dengan rayuan gombal ia menyuruhku untuk ikut serta mendengarkan isi ceramah. "Itung-itung ngabuburit sambil mengharap pahala dari Allah," demikian ia beralasan. Jadilah kami berdua mendengarkan ceramah Keutamaan Sedekah dari program winamp di komputerku. Kami berdua kompak sembari tiduran tatkala mendengarkan ceramah itu--kami berada di kamarku.

Di sini aku hendak membisikkan apa yang telah kudapatkan kala itu, mengenai keutamaan sedekah. Nah brother, dalam merayakan kemenangan Roma, bisa jadi langkah yang terpuji jikalau kita terus mengutamakan sedekah, berbagi kebahagiaan. Bisa dalam bentuk materi, tapi kalau pun tak punya, sekecil-kecilnya tersenyumlah--setulusnya dari lubuk hati terdalam--kepada orang-orang--terlebih kepada penggemar Lazio.

Langkah keempat, hindari main mata dengan istri orang

Jelas ini masuk sebagai langkah terpuji. Antitesa dengan langkah--patut diduga--Juventus yang suka main mata dengan wasit di kancah Liga Italia Serie A.

Langkah kelima, tidak lupa mandi terlebih dahulu sebelum berangkat menuju warung

Ini berdasarkan pengalaman pribadi. Saat Roma sukses menang tiga kosong lawan Palermo di kandang Palermo. Sesudah bangun tidur stok kopi dan udud di rumahku habis. Sementara aku masih punya--alhamdulillah--sisa uang di dompet beberapa ribu sehingga aku mampu untuk pergi belanja ke warung guna memenuhi kebutuhanku. Namun sayangnya, aku melupakan mandi dulu, aku pergi ke warung--membawa serta kebungahan dampak kemenangan Roma dini hari tadi--dalam keadaan belum mandi dan cuci muka.

"Cie belum mandi niye," sindir yang punya warung.

Maka kupikir demikian sungguhlah telah menodai euforia kemenangan Roma. Maka dari itu, merupakan langkah yang terpuji sekiranya kita tidak lupa mandi terlebih dahulu sebelum berangkat menuju warung.

Begitulah kira-kira. Mengenai Lima Langkah Terpuji Merayakan Kemenangan Roma. Semoga bermanfaat.

"Duh aduh memang asyik punya pacar tetangga, biaya apel pun irit enggak usah buang duit," Uut Permatasari.

sumber foto: asroma.com

Comments
1 Comments

1 komentar so far


EmoticonEmoticon