Saturday, March 11, 2017

Hakim Ziyech Bikin Kasmaran

Terlihat pemuda ganteng berwajah agak kearaban berbadan kurus liat--tinggi badan 180 cm dan berat badan 65 kg--berambut potongan 810 sedang beraksi di lapangan sepakbola dalam balutan jersey khas Ajax Amsterdam. Ialah orang yang mengambil tendangan bebas. Ialah orang yang mengambil tendangan pojok. Ialah orang yang sukses memberikan umpan manja melalui tendangan bebas dari sisi kiri lapangan sehingga kawannya di mulut gawang lawan berhasil menciptakan gol melalui sundulan. Ialah orang yang berhasil melaksanakan umpan matang sehingga kawannya sukses menciptakan gol melalui sundulan dari tendangan pojok. Ialah Hakim Ziyech pemain Ajax Amsterdam bernomor punggung 22.

Hakim Ziyech merupakan pemain bola berkebangsaan Morocco--tapi ia lahir di Dronten, Netherlands. Saat ini ia berumur 23 tahun--kelahiran 19 Maret 1993. Ia berhasil didatangkan Ajax Amsterdam di bursa transfer musim panas 2016 dari FC Twente dengan biaya transfer sebesar 11 juta euro. Sebelumnya, di bursa transfer musim panas 2016, konon kabarnya Hakim Ziyech diincar oleh banyak klub Eropa lainnya, termasuk Roma--mengenai Hakim Ziyech yang menjadi incaran Roma kebetulan memang kudengar kabar itu saat itu.

Ketika kutelusuri kembali ke belakang untuk mencoba mengingat-ngingat apa yang telah terjadi di masa itu, yang polahku demikian diakibatkan karena dua hari yang lalu aku menonton video di youtube mengenai Goals & Skills Hakim Ziyech Ajax. Hasil pengamatanku yang menonton video berdurasi kurang dari lima menit itu menghasilkan salah satunya apa yang telah terungkap di paragraf pertama--atau di kalimat pembuka--di atas. Alhasil terciptalah kalimat ini: Menyayangkan Hakim Ziyech yang Gagal Didapatkan Roma di Bursa Transfer Musim Panas. Yang karena terlalu panjang untuk dijadikan judul tulisan, maka mendingan kuringkas saja jadi begini: Hakim Ziyech Bikin Kasmaran.

Ibarat disodori foto perempuan cantik berwajah mirip bintang Drama Turki sebagai calon istri, aku yang mendaku lelaki jones bertahun-tahun tentulah bakalan tersedak sekiranya aku dalam keadaan sembari minum lihatnya, tiba-tiba berdebar ingin. Selanjutnya adalah ini: kasmaran ingin segera dikawinkan. Kira-kira begitulah yang terjadi ketika aku--sebagai pecinta sepakbola yang menggemari Roma--melihat gol dan keahlian bermain bola seorang Hakim Ziyech dalam satu video di youtube: dibikin kasmaran seolah ingin Hakim Ziyech jadi pemain Roma.

Hakim Ziyech dalam bermain bola mempunyai playing styles Creative Playmaker. Sebelum didapatkan Ajax, ia merupakan playmaker FC Twente. Sudah sejak di FC Twente sebagai playmaker, ia telah populer--diincar oleh banyak klub Eropa lainnya. Konon kabarnya ia merupakan otak permainan FC Twente kala itu--sang pengendali permainan FC Twente. Ibaratnya, Hakim Ziyech merupakan Jenderal Lapangan Tengah FC Twente kala itu yang dipertegas dengan ban kapten yang melingkar di lengannya.

Sebagai seorang Creative Playmaker, Hakim Ziyech ditunjang oleh keahlian umpan yang akurat--Pinpoint Crossing. Sebagaimana yang kusaksikan sendiri keahliannya dalam memberikan umpan silang melengkung yang tingkat akurasinya bagus--dalam video youtube yang kutonton itu--ketika ia sudah mengenakkan jersey Ajax. Rekannya sukses menciptakan gol dari tendangan bebas adalah bukti. Rekannya sukses menciptakan gol dari tendangan pojok adalah bukti. Bukti bahwa Hakim Ziyech bisa dipercaya memangku jabatan sebagai penendang sepakan bebas dan penendang sepakan pojok.

Dalam video itu pun jelas terlihat bahwa Hakim Ziyech mempunyai teknik bermain bola yang tinggi. Terlihat bagaimana ia gesit dalam meliak-liuk guna menerobos sistem pertahanan lawan. Ketika ia terjatuh karena seperti terjadi benturan dengan pemain lawan, kecenderungan wasit meniup peluit sebagai pelanggaran kepadanya amatlah mungkin terjadi sebab ia bagai dikarunai kemampuan menjatuhkan diri yang meyakinkan tatkala misalkan ditekel lawan--Skill Malicia.

Ada yang kemudian bikin aku lantas memberi keplokan ketika ia berhasil menciptakan gol melalui tendangan bebas dari luar kotak penalti. Tendangan meluncur deras dan melengkung menyasar tak mampu di bendung oleh kiper lawan. Memang kalau diperhatikan, selain meliak-liuk kemudian memberi umpan, ia pun terkadang tidak sungkan untuk melakukan tendangan spekulasi jarak jauh dari luar kotak penalti--sebab memang ia punya tingkat akurasi yang bagus dalam melakukan tendangan jarak jauh, dan punya tendangan yang keras: kelebihan Long Ranger. Hakim Ziyech mampu melakukan tendangan jarak jauh dengan akurasi yang tinggi--Long Range Drive.

Bila misalkan Hakim Ziyech ditaruh dalam skema permainan Roma 3-4-2-1 Spalletti, maka ia akan cocok sebagai CMF dan AMF--Posisi murninya sebagai AMF, tapi ia bisa bermain jadi CMF dan SS. Menempati posisi Kevin Strootman--sebagai CMF. Dan bisa juga menempati posisi Radja Nainggolan--sebagai AMF. Dengan gaya main seorang Creative Playmaker.

Maka kumembayangkan bahwa bilamana Hakim Ziyech berada di Roma, demikian akan menambah variasi keunikan dalam rentetan gelandang tengah milik Roma, atau supaya tergambar dengan jelas maka ibaratnya Roma masih memiliki gelandang tengah bernama Miralem Pjanic. Eh, enggak brother, anulir, maka ibaratnya Roma mempunyai seorang Mesut Ozil. Dan kalau misalkan Hakim Ziyech pemain Roma, maka inshaa Allah kalau kutidak lupa, kubakalan mengganti nama profil di akun fesbuk jadi: Diar Nurhakim Ziyech.

"Siang dan malam aku tersenyum teringat akan ulahmu mungkinkah kuterjerat cinta buta ataukah kuhanya merasa kasmaran," Pinkan Mambo.


sumber yang kubaca: wikipedia, goal.com, pesdb.net
sumber foto: ajaxdaily.com

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon