Sunday, March 12, 2017

Ekspresi Tidak Menyangka Alexandre Lacazette Seperti Pengendara Bekjul Merah

Dulu waktu usiaku masih duduk di bangku SD, aku terbiasa bermain bola saban sore bersama teman sepermainan di lapang Pak Haji Dede. Ada peristiwa yang menghebohkan di suatu sore yang kulupa lagi tepatnya tanggal berapa dan hari apa, yang pasti pada saat itu aku bersama teman sepermainan sedang bermain bola dalam ajang suka-suka di lapang Pak Haji Dede.

Perlu dijelaskan terlebih dahulu lokasi Lapang Pak Haji Dede. Begini gambarannya: di tribun utara searah dengan gawang terdapat sebuah jalan yang menghubungkan antara desa kami dengan desa tetangga. Dua ratus meter dari jalanan itu merupakan pudunan yang cukup curam--ibaratnya kalau mengendarai sepeda tidak usah diboseh dari pudunan sudah bisa sampai ke desa tetangga RT 01.

Bayangkan ada seorang pengendara bekjul merah yang mesin motornya mendadak mati di pudunan. Kecemasan kian nyata ia rasakan ketika rem motor blong. Meluncur tak terkendalilah jadinya motor bekjul merah yang ia kemudikan. Panik. Bagai tak mampu berpikir panjang akhirnya ia banting kemudi ke arah di mana di situ adalah kebun singkong. GUDUBRAK. Bunyi gaduh sampai terdengar ke lapangan. Tampak di situ satu sosok manusia berbadan gempal pakai kaus kutang berdiri teguh padahal sebelumnya terjatuh--nyungsep. Kulihat ia menampakkan ekspresi muka--yang tentu saja kutahu belakangan--seperti Alexandre Lacazette sukses melakukan tendangan jeger ke gawang Alisson dalam tajuk UEFA Europa League Round of 16 Leg 1: Lyon 4 vs 2 Roma. Tidak menyangka bakalan gol lantas kemudian bak jumawa. Tidak menyangka masih ada nyawa lantas kemudian seolah jumawa. Keren, itulah barangkali yang ia rasa.

90'+3: Goal. Lyon menggandakan keunggulan mereka. Lacazette menembak ke sudut atas dari jarak 18 meter. 4-2. Demikian laporan pertandingan yang dilansir laman resmi AS Roma terkait gol yang dicetak Alexandre Lacazette--yang kemudian selebrasi golnya menampakkan ekspresi muka seperti pengendara bekjul merah yang berhasil selamat dari tragedi rem blong terus nyungsep di kebun singkong.

Kusaksikan sendiri pertandingan antara lyon vs Roma itu. Sungguh kutak menyangka bahwa full time akan berujung pada kekalahan Roma. Sebab half time Roma sempat unggul dulu. Sedikit menganalisa jalannya pertandingan. Maka kupikir di babak pertama Roma bermain bagus, sempat kecolongan duluan, tapi Roma mampu bermain dengan benar yakni mampu bermain menekan lawan tanpa kehilangan mentalitas alhasil Roma pun balik unggul satu dua--yang kemudian bikin aku amat optimis bahwa Roma akan memenangkan pertandingan. Namun yang terjadi kemudian, di awal-awal babak kedua Lyon berhasil menyamakan kedudukan. Nah, ketika skor imbang dua sama, kupikir permainan Roma tidak bagus, bagai kurang menggigit, akhirnya Lyon balik unggul tiga dua, akhirnya di menit-menit akhir pertandingan kutak sangka Lacazette melakukan tendangan spektakuler hingga full time berakhir empat dua.

Menarik kemudian untuk menelaah lebih jauh mengenai Alexandre Lacazette pemain Lyon bernomor punggung 10 itu. Orang ini juga di bursa transfer kemarin-kemarin masuk dalam daftar target transfer Roma. Ketika kutelusuri internet untuk mengetahui bagaimana kualitas seorang Alexandre Lacazette dalam bermain bola. Kutemukan data-data berikut ini.

Alexandre Lacazette merupakan pemain bola berkebangsaan Prancis--lahir di Lyon. Saat ini umurnya 25 tahun--kelahiran 28 Mei 1991. Dalam bermain bola ia menempati posisi: penyerang, bisa juga second striker, bisa juga jadi penyerang sayap.

Sebagai seorang penyerang ia mempunyai karakter predator, Lacazette suka menekan dan beradu badan dengan bek lawan, Lacazette tipe pemain yang selalu siap untuk menerima operan dengan mencari celah di pertahanan lawan--tipe penyerang Goal Poacher.

Sebagaimana pemain yang punya teknik tinggi, ia pun punya kharisma bila terjatuh--misalkan karena ditekel lawan--suka bikin wasit meniup peluit sebagai suatu pelanggaran--teknik Malicia. Sebagai seorang penyerang, ia pun tipe pemain yang punya naluri untuk ikut aktif menekan pemain lawan yang sedang memegang bola dan berusaha merebutnya--Track Back. Lacazette pun dianugrahi Mazing Run dan Incisive Run--itu artinya ia termasuk pemain yang gesit berani beradu lari. Ia pun punya jiwa kepemimpinan--pernah kutemukan di beberapa foto di internet ban kapten melingkar di lengannya tapi barangkali saat ini bukan kapten utama Lyon. Dan ia pun punya semangat bertarung--Fighting Spirit.

Dan tahukah anda? Bahwa gol Alexandre Lacazette ke gawang Roma itu merupakan kolaborasi First-time Shot dan Acrobatic Finishing.

"Ada gajah di balik batu, batunya hilang gajahnya datang, aku tahu maksud dirimu diam-diam suka padaku," Wali.


sumber yang kubaca: wikipedia, pesdb.net, asroma.com
sumber foto: abc.es

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon