Monday, March 20, 2017

Cintaku Tak Harus Roma Juara Piala Europa

Aku tidak bisa menjelaskan bagaimana kubisa mencintai Roma secara terperinci. Tapi yang pasti: aku selalu senang jika tiba Roma day dan aku selalu sedih jika Roma menderita kekalahan namun jika Roma berhasil menang ibaratnya kurasakan bagai malam-malam yang bertabur bintang. Dalam dunia sepakbola, Roma termasuk salah satu klub raksasa Eropa, dan target menjadi juara senantiasa sesuatu yang mesti ditatap oleh mata. Dan sebagai penggemar Roma, menyaksikan Roma bisa meraih gelar juara, ibaratnya kurasakan debaran jantung ketika kumelihat tatapan mata bening Neng Yeni Duh Neng Yeni kekasih hati yang kucinta--yang mana Neng Yeni Duh Neng Yeni masih dalam bentuk imajinasi seorang lelaki jones seperti aku ini.

Untuk menjadi juara dibutuhkan perjuangan dan keberuntungan, kupikir demikian. Perjuangan sampai titik darah penghabisan, dan keberuntungan karena sudah tercatat di lauh mahfuz yang digariskan Tuhan--Sementara di dalam prakteknya, adalah misteri kehidupan.

Rasa cinta yang sudah tersemat di dalam dada untuk Roma, demikian merupakan karunia dari Tuhan yang dalam prosesnya terdapat andil kita sebagai manusia: bisa dalam bentuk karena menyukai salah satu pemain Roma, dan hal lainnya yang lantas bikin hati kita kasmaran pada klub Roma--masing-masing individu bisa punya alasan yang sama tapi bisa juga berbeda.

Dalam cinta, ada suka dan duka, demikian pula dalam hal mencintai Roma. Kupikir justru itulah keindahan dalam menjadi pecinta sepakbola--atau dalam kasus ini penggemar nonton bola. Merasakan suka ria tatkala menonton Roma menang. Merasakan duka lara tatkala menonton Roma kalah.

Ibaratkan bahwasanya aku mencintai seorang perempuan bernama Neng Yeni Duh Neng Yeni. Aku tidak bisa menjelaskan alasan kenapa aku sampai bisa jatuh cinta sama Neng Yeni Duh Neng Yeni. Datang bagai tiba-tiba. Rasa diundang tak ada keterpaksaan dariku untuknya. Efek dari ketika kali pertama melihatnya: matanya bening sanggup menjernihkan pikiran dan menyejukkan hati.

Tapi setelah kutelusuri lebih lanjut. Ternyata eh ternyata Neng Yeni Duh Neng Yeni merupakan milik lelaki lain--untuk tidak menyebut sebagai istri orang dan sudah punya anak dua. Sementara aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri bahwa Neng Yeni Duh Neng Yeni kadung tersemat di dalam hati. Aku merasakan dilema: di satu sisi aku jatuh cinta, di sisi lain sudah kubaca derita. Jatuh cinta dan derita, adalah dua hal yang akan kau temukan sekiranya kagum sama Mama Muda Cantik istri orang--sementara kau sendiri mendaku sebagai lelaki baik-baik tapi jones.

Kisah cintaku pada Neng Yeni Duh Neng Yeni bisa jadi setara dengan kisah cintaku pada Roma yang ternyata eh ternyata Roma gagal melaju dalam kancah UEFA Europa League Round of 16: Roma 2 (4) vs 1 (5) Lyon. Yang patut digaris bawahi--atau pakai stabilo--adalah dua kata tadi yakni jatuh cinta tapi menawarkan derita. Dan aku memilih--berdasarkan suara hatiku terdalam--begini: Cintaku Tak Harus Roma Juara Piala Europa.

"Cintaku tak harus miliki dirimu meski perih mengiris iris segala janji," Dewa.

sumber foto: asroma.com

Comments
1 Comments

1 komentar so far


EmoticonEmoticon