Tuesday, February 28, 2017

Suka Sama Kamu Bruno Peres

Sebenarnya aku sedikit terkejut ketika Roma berhasil mendatangkan Bruno Peres dari Torino. Sebab sebelumnya kutahu--dari berita rumor transfer--bahwa di bursa transfer Juli 2016 Bruno Peres bukan hanya diincar oleh Roma, melainkan tiga di antaranya oleh Arsenal, Manchester City, dan Barcelona. Salutku kepada ia yang berhasil mendatangkan Bruno Peres berseragam Roma sebab asal kau tahu kalau aku sebenarnya suka sama Bruno Peres.

Ketika Bruno Peres masih bermain di Torino permainannya memang memukau--paling tidak yang menjadi acuannya di musim 2015/2016. Yang kemudian menghantarkan namanya menjadi populer di bursa transfer Juli 2016 sebagai target transfer klub-klub raksasa Eropa untuk posisi bek kanan atau bek sayap kanan atau sayap kanan. Ketika kutahu Roma--sebagai salah satu klub raksasa--pun mengincar Bruno Peres, sebenarnya aku amat senang sebab asal kau tahu kalau aku suka sama Bruno Peres.

Sebagaimana yang kita tahu bersama di bursa transfer Juli 2016 bahwa Bruno Peres telah resmi berseragam Roma. Dengan rumusan transfer: status pinjaman selama semusim dengan biaya sebesar 1 juta euro dan mempunyai kewajiban mempermanenkannya pada akhir musim dengan biaya sebesar 12,5 juta euro, harga beli tersebut bisa bertambah 1,5 juta euro sesuai dengan performa tertentu Bruno Peres di Roma.

Kalau aku tidak lupa mengingat--sungguh aku amat percaya diri terhadap daya ingatku sendiri sebab aku termasuk orang yang suka membaca--kehadiran Bruno Peres di Roma adalah sesuai dengan kebutuhan tim: Roma baru saja kehilangan Douglas Maicon di posisi bek kanan atau bek sayap kanan atau sayap kanan yang kontraknya habis di Roma. Makanya tidak heran jika kemudian Bruno Peres mengenakan jersey Roma nomor 13. peninggalan Douglas Maicon.

Musim ini--2016/2017--adalah musim pertama Bruno Peres bermain di Roma. Berdasarkan pengamatanku sendiri. Ketika di awal-awal musim Roma kerap menggunakan formasi 4-2-3-1, kulihat Bruno Peres bermain bergantian jadi bek kanan bersama Alessandro Florenzi. Tapi ketika skema permainan Roma 4-2-3-1 ada kelemahan di sektor bek kiri--akibat cederanya Mario Rui sejak awal musim yang mana Rui diproyeksikan sebagai bek kiri pengganti Lucas Digne dan belum berkembangnya permainan Emerson Palmieri pada saat itu. Jadilah kemudian, Bruno Peres menjelma menjadi sebuah solusi untuk pos bek kiri.

Jantungku berdebar jatuh cinta ketika skema permainan Roma menggunakan formasi 3-4-2-1. Terkhusus untuk posisi flank atau bek sayap atau sayap. Di mana di situ ada Bruno Peres yang jadi bek sayap kanan, dan ada Emerson Palmieri yang jadi bek sayap kiri--yang mana permainan Emerson Palmieri amat bagus berkembang. Terkhusus untuk posisi bek sayap, coach Spalletti memuji begini. "Peres dan Emerson sangat konsisten di posisi flank."

Terkhusus untuk Bruno Peres. Pemain berkebangsaan Brasil yang saat ini berumur 26 tahun--kelahiran 1 Maret 1990. Ditinjau dari segi umur maka sudah semestinya Bruno Peres mempunyai kematangan aktif dalam bermain, dan kupikir ia sudah punya kematangan itu di Roma. Ibaratnya, sejak didatangkan dari Torino, ia memang sudah menjadi pemain jadi, bukan berstatus sebagai pemain muda potensial. Nah, ketika Roma menggunakan skema permainan 3-4-2-1, bagai tidak ada kendala berarti baginya untuk menempati satu tempat di bek sayap kanan, justru kupikir permainan Peres di Roma seiring bergulirnya waktu bisa dikatakan meningkat semakin hari--mengacu kata-kata coach Spalletti konsisten di posisi flank.

Bagaimana seorang Bruno Peres mengaplikasikan perintah coach Spalletti menjadi bek sayap kanan dalam skema permainan 3-4-2-1. Marilah kita kupas bersamaku di sini. Sebagai seorang bek sayap kanan, Bruno Peres ditunjang dengan kecepatan. Tentu saja peran bek sayap atau pemain sayap dalam format tiga bek di belakang amat berpengaruh dalam--setidaknya--hal ini: dalam tim saat membangun serangan dan dalam tim saat mendapatkan serangan balik dari lawan.

Dengan kecepatan yang Peres miliki ditunjang dengan explosive power yang tinggi, jelas demikian amat berguna ketika tim melaksanakan serangan, dengan kata lain bisa bikin permainan tim menjadi atraktif. Kemudian ditunjang dengan stamina yang kuat, maka demikian akan bikin Peres tidak mengabaikan membantu sistem pertahanan. Maka jangan heran ketika melihat seorang Bruno Peres di sektor sayap kanan terlihat aktif dalam membantu serangan maupun membantu pertahanan guna menjaga keseimbangan, Bruno Peres mempunyai playing style bek sayap Box to Box--yang ditunjang kecepatan berlari. Dan terkadang, ia pun cermat dalam menemukan posisi ruang tembak dari luar kotak penalti sebab Peres pun punya potensi long ranger. Sungguh aku masih ingat, bahwa sampai pekan ke 26 Liga Italia Serie A Bruno Peres sudah mencetak 1 gol ke gawang--kalau kutidak lupa mengingat--Sampdoria di kandang Sampdoria pada pekan ke 22, samar-samar kumasih ingat Bruno Peres memanfaatkan bola rebound dan gol.

Kulihat juga--ketika aku kebetulan nonton live streaming Roma day--terdapat keindahan bek sayap kanan khas pemain Brasil dalam dirinya--sebagaimana Cafu, Maicon, atau bahkan Dani Alves: punya dribel yang bagus saat menggiring bola dan saat melakukan penetrasi menyisir sisi kanan pertahanan lawan.

Begitulah kira-kira demikian hanya gambaran umum saja mengenai permainan Bruno Peres di Roma menurut sangkaku semata.

"Sebenarnya aku ingin mengungkapkan rasa tapi mengapa aku selalu tak bisa. Bagaimana caranya agar dirimu bisa tahu kalau aku suka... Suka... Suka... Suka sama kamu," D'Bagindas.


sumber yang kubaca: wikipedia, asroma.com, pesdb.net/pes2017, goal.com
sumber foto: retesport.it

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon