Friday, February 24, 2017

Sesuatu yang Indah dari Diri Diego Perotti

Diego Perotti didatangkan Roma dari Genoa seiring dengan permintaan pelatih Luciano Spalletti yang baru diangkat Roma untuk menggantikan Rudi Garcia pada transfer bulan Januari 2016--itu artinya Diego Perotti mulai bermain di Roma sejak pertengahan musim 2015/2016. Dengan rumusan transfer begini: pinjam sebesar 1 juta euro dan terdapat opsi pembelian permanen dengan harga sebesar 9 juta euro plus klausul kinerja tertentu--musim 2016/2017 Diego Perotti sudah permanen milik Roma.

Aku masih ingat di pertengahan musim 2015/2016 Roma dalam arahan pelatih anyar--tapi sesungguhnya muka lama--Luciano Spalletti memiliki tridente berbahaya di pos penyerangan: El Shaarawy, Perotti, dan Salah. Yang menarik perhatian, dalam tridente tersebut tidak ada penyerang murni, skema permainan Roma di depan menggunakan false nine. Dan false nine tersebut diperankan oleh seorang Diego Perotti.

Menjadi terasa indah ketika false nine bukanlah playing style seorang Diego Perotti sebelum-sebelumnya--paling tidak di dua klub sebelumnya yakni di Sevilla dan Genoa. Diego Perotti sebelum-sebelumnya lebih sering bermain jadi penyerang sayap kiri atau sayap kiri. Akan tetapi memang Diego Perotti sebelum-sebelumnya mempunyai style seorang Talisman--playmaker--walaupun sebagai seorang winger. Dan kita bisa melihat bersama bagaimana seorang Diego Perotti memerankan peran sebagai false nine di Roma pada saat itu: patut mendapatkan keplokan.

Di musim 2016/2017 saat ini Roma kembali menggunakan penyerang murni di lini depan, salah satu penyebabnya karena Edin Dzeko di musim keduanya di Roma tidak sebagaimana di musim pertamanya, musim ini sejak awal musim ibaratnya Edin Dzeko semakin hari semakin cinta oleh sebab kerap bikin gol untuk Roma bagai menjelma menjadi bomber yang berbahaya. Dan peran Diego Perotti di musim ini bukan lagi sebagai false nine, melainkan satu tempat di sayap kiri dalam formasi 4-2-3-1 atau jadi AMF dalam formasi 3-4-2-1.

Bagaimana Diego Perotti senantiasa mendapatkan tempat dalam skema permainan Roma dalam arahan coach Spalletti, demikian mengandung arti bahwa ada sesuatu yang indah dalam diri seorang Diego Perotti. Selain bisa menjadi Talisman, yang paling kurasakan adalah kelebihannya dalam memberikan umpan: Diego Perotti bagai selalu tidak melewatkan bila ada ruang passing kepada rekan. Selain daripada itu, musim ini, Diego Perotti dipercaya sebagai penendang tendangan penalti--kalau Pangeran Roma Totti tidak main--yang mengandung arti bahwa ia mempunyai mentalitas yang tangguh.

Diego Perotti, kupikir bagai mempunyai ketenangan yang elegan: tahu kapan memberi umpan kepada kawan, tahu kapan menendang bola ke gawang lawan, tahu kapan mesti mendribel bola menggocek menghancurkan sistem pertahanan lawan. Yang ditunjang dengan Dribble Accuracy yang memukau: poinnya 89.

"Kini aku temukan telah aku dapatkan jauh sudah tersimpan, sesuatu yang indah dari dirimu," Padi.


sumber yang kubaca: asroma.com, juara.net, pesstatsdatabase.com
sumber foto: asroma.com

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon