Friday, February 3, 2017

Pegasus Seiya dalam Diri Kostas Manolas

Dulu waktu masih jadi--kalau kutidak lupa mengingat--anak SMP aku sering nonton serial kartun Saint Seiya di televisi pada suatu sore. Bagiku dulu, serial kartun Saint Seiya merupakan tontonan yang menarik. Kalau misalkan jadwal tayang Saint Seiya bertepatan dengan jadwal mengaji, aku memilih mendingan tidak mengaji sama Pak Ustadz lebih baik nonton Saint Seiya di rumah teman: jadi ceritanya dari rumah aku mau berangkat mengaji, padahal singgah di rumah teman yang kebetulan ibu bapaknya suka tidak ada di rumah pada sore hari, dan kebetulan juga temanku itu mempunyai pandangan yang sama denganku--sama-sama berpikiran mendingan nonton Saint Seiya daripada mengaji sama Pak Ustadz. Itu artinya, paling tidak aku cukup faham menyangkut Saint Seiya.

Samar-samar aku masih ingat tugas Seiya dan kawan-kawan, yakni intinya adalah untuk melindungi Saori Kido sebagai reinkarnasi dari Dewi Athena. Kata melindungi, kalau di dalam dunia sepakbola, akrab dengan sistem pertahanan. Kalau membicarakan sistem pertahanan dalam sepakbola, maka bek dan kiper pastilah akan terbawa-bawa dalam obrolan.

Roma saat ini mempunyai bek tengah tangguh asal Yunani yang bernama Kostas Manolas. Ia didatangkan Roma sejak tahun 2014 dari Olympiacos. Bagaimana kiprahnya saat bermain di Roma adalah sesuatu yang layak mendapatkan uplaus.

Kostas Manolas menjadi pemain penting bagi Roma dalam sistem pertahanan. Ia mampu bekerja sama untuk menjadi pelindung agar gawang Roma tetap aman. Sebagai pemain sepakbola yang berposisi sebagai bek tengah, ia mempunyai Fighting Spirit. Semangat bertarung yang ditunjang dengan fisik yang kuat: kontak fisik bagus, mempunyai kecepatan, dalam perebutan bola bagus baik udara maupun darat. Kostas Manolas pun memiliki keahlian Man Marking yang dahsyat: sanggup menempel pemain lawan dengan ketat. Terlebih mengenai duel bola-bola udara, ia mempunyai kombinasi jump dan heading yang bagus sehingga bagai punya timing yang tepat dalam menghalau bola-bola udara.

Kita bisa melihat bagaimana Kostas Manolas bermain untuk Roma, paling tidak di musim ini, ia merupakan figur penting dalam kokohnya barisan pertahanan Roma. Contohnya saat Roma bermain dengan skema 3-4-2-1, ia mampu bekerja sama dengan baik bersama Fazio dan Rudiger guna membentuk benteng kokoh agar gawang Roma yang dijaga Szczesny tetap aman. Terbukti ketika melawan Sampdoria di kandang Sampdoria, Roma tanpa Manolas yang jadi bek tengah, Roma jadi menderita kekalahan dalam lanjutan Liga Italia Serie A Giornata 22. 

Kalau dihubungkan dengan serial kartun Saint Seiya, ibaratnya Kostas Manolas dengan kelebihannya bermain bola seperti itu, ia bagai Pegasus Seiya yang mampu melindungi reinkarnasi Dewi Athena. Kostas Manolas dengan kekuatan yang dimilikinya senantiasa siap melindungi sistem pertahanan Roma dengan penuh determinasi yang tinggi. Makanya jangan heran, selain Roma yang juga ingin tetap mempertahankannya, di bursa transfer Kostas Manolas senantiasa diincar oleh tim besar lainnya.

"Meteooor... Pegasusss," Saint Seiya.

sumber foto: gazzetta.it

Comments
1 Comments

1 komentar so far

Soal Kostas Manolas gua kurang tau, cuman fokus gua akhir-akhir ini ke Naigolan... Karena habis bikin gol keren banget kemaren hehe


EmoticonEmoticon