Saturday, February 18, 2017

Patrik Schick Sepintas Seperti Dzeko

Patrik Schick merupakan pemain bola berkebangsaan Republik Ceko. Saat ini ia bermain untuk Sampdoria. Didatangkan Sampdoria dari Sparta Praha dengan biaya transfer sebesar 4 juta euro sejak di musim ini: 2016/2017. Pernah kudengar kabar bahwa Patrik Schick merupakan salah satu target transfer Roma untuk pos penyerang--bahkan sejak ia masih di Sparta Praha. Di beberapa berita di internet, sampai kumenuliskan konten ini, penyerang jangkung lempay--tinggi badan 186 cm dan berat badan 73 kg--berumur 21 tahun--kelahiran 24 Januari 1996--milik Sampdoria bernama Patrik Schick ini menjadi target transfer: Inter, Milan, dan Juventus.

Kupikir Patrik Schick sepintas seperti Dzeko. Kau pernah menonton acara Indonesian Idol dan yang menjadi juri adalah Ahmad Dhani. Pernah kutonton belum juga sang calon Idol bernyanyi tapi Mas Ahmad Dhani sudah bilang. "Aku yes."

Nah, penilaianku menyangkut Patrik Schick yang sepintas seperti Dzeko, menyerupai penilaian Mas Ahmad Dhani seperti contoh kasus di atas--tiba-tiba aku yes.

Dzeko, sebagaimana sudah kita tahu bersama bahwa ia merupakan bomber andalan Roma yang di musim ini bagai membabi buta: suka terus menerus bikin gol. Demikian kupikir tidak terlepas dari penerapan taktik Luciano Spalletti dan bagaimana Edin Dzeko sudah bisa beradaptasi.

Sehingga ketika kumengatakan ini: Patrik Schick sepintas seperti Dzeko. Bisa ditafsirkan bahwa aku mendukung Roma untuk semoga berhasil mendapatkan Schick untuk musim depan. Tapi jangan salah tafsir, sungguh aku tidak menyebut bahwa Patrik Schick sebagai pengganti Edin Dzeko, oh tidak. Melainkan begini: sebagai pelapis Edin Dzeko untuk musim depan.

Kuat kumenduga kalau Luciano Spalletti musim depan akan tetap di Roma--sebab aku curiga di musim ini Roma bakalan meraih gelar minimal satu gelar tapi syukur-syukur bisa treble winners. Itu artinya, skema permainan Roma di bawah asuhan Luciano Spalletti sudah jelas, kemungkinan di musim depan masih menggunakan formasi 3-4-2-1 atau 4-2-3-1.

Terutama 3-4-2-1 racikan Spalletti bagai sudah nyaman dengan karakter seorang Dzeko sebagai bomber tunggal di depan. Nah, karakter seorang Dzeko inilah yang mesti dipunya oleh seorang penyerang yang akan melapis Edin Dzeko di musim depan--Di mana di musim depan Edin Dzeko berusia 31 tahun.

Kupikir Patrik Schick yang masih muda tetapi bertalenta mempunyai karakter seorang Dzeko. Tentunya akan menjadi rawan bila bermain di klub besar seperti Roma menjadikan Patrik Schick sebagai penyerang utama. Nah, maka ide untuk menjadikan Patrik Schick sebagai pelapis seorang Dzeko di Roma akan menjadi simbiosis mutualisme: baik untuk Roma maupun baik untuk Patrik Schick--Edin Dzeko akan membimbing Patrik Schick jadi bomber maut seperti Dzeko di Roma.

Kupikir demikian.

"Jadikan aku yang kedua, buatlah diriku bahagia," Astrid.

sumber foto: o2sport.cz

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon