Saturday, February 25, 2017

Kamulah Satu-satunya Olala Edin Dzeko

Edin Dzeko hadir di Roma kali pertama pada musim 2015/2016 dari Manchester City dengan rumusan transfer begini: status pinjaman dan mempunyai opsi pembelian permanen totalnya sebesar 11 juta euro--musim 2016/2017 Edin Dzeko sudah permanen milik Roma dengan harga transfer sekitaran segitu. Di Roma, Edin Dzeko mendapatkan gaji sebesar 4 juta euro per musim.

"Aku berada di Roma, sebab aku ingin meraih gelar juara. Aku faham demikian tidak mudah, tapi aku berjanji akan memberikan yang terbaik bagi tifosi Roma," forza Dzeko saat resmi kali pertama bergabung bersama Serigala Roma--sebagaimana yang diberitakan beberapa media.

Apa yang terjadi kemudian adalah kelihatannya tidaklah sebagaimana ekspektasi, paling tidak di pertengahan musim 2015/2016--ketika Roma sudah ganti pelatih dari Rudi Garcia ke Luciano Spalletti--Edin Dzeko kehilangan tempat di starting line up--padahal coach Spalletti sudah memberikan kesempatan bermain pada Edin Dzeko akan tetapi bila dimainkan pemain jangkung berkebangsaan Bosnia and Herzegovina kerap terlihat suka buang-buang peluang di depan gawang lawan. Sehingga ketika Roma mau menghadapi musim baru yakni musim 2016/2017, keraguan menyertai performa Edin Dzeko sebagai penyerang utama Roma. Tercetuslah ide ini: Roma mencari bomber untuk mengganti Edin Dzeko guna mengisi pos penyerang utama--meramaikan rumor transfer bulan Juli 2016. Situasi demikian ibaratnya lirik lagu Kamulah Satu-satunya Dewa 19 yang ini: Laras hati berkelana iris janji. Mengukir bisikan. Bisikan memacu hasrat desir-desir mimpi. Isyaratkan legit dunia.

Kamulah satu-satunya Olala Edin Dzeko yang ternyata memang dibutuhkan Roma selama ini. Pundi-pundi gol di musim keduamu bersama Roma menjadikan namamu berada dalam deretan top skor kancah Liga Italia Serie A. Segala peluang yang terbuang di musim pertamamu bersama Roma jadinya terburamkan begitu saja. Maafkan aku selama ini yang banyak meragukanmu.

Menarik menyimak salah satu postingan Halaman FanPage Indonesia Ultras Roma di facebook: Spalletti berkata pada Sky Sport. "Dzeko mandul? Mandul ndasmu... Tak ada yang namanya 'Masalah Dzeko'. Dia hanya kurang mendapatkan pelayanan. Dia beda dari tipikal striker-striker klasik... Ini salah kami. Kami belum menemukan cara untuk bisa memaksimalkan tenaganya. Jika kami sudah menemukan solusi untuk hal ini, dia pasti akan membalasnya dengan gol demi gol."

Demikian kupikir mengacu pada performa Edin Dzeko yang tidak good di musim pertamanya bersama Roma: masalah Dzeko. Dan apa yang terjadi di musim keduanya bersama Roma, Edin Dzeko menjelma menjadi penyerang yang berbahaya: membalasnya dengan gol demi gol. Olala Edin Dzeko, kamulah satu-satunya yang ternyata benarlah dibutuhkan Roma selama ini, maafkan aku selama ini yang banyak meragukanmu.

Ibarat lirik lagu Kamulah Satu-satunya Dewa 19 yang ini: Puing-puing janjiku kupugar kembali untukmu. Segala denyut nadi memanggil. Kamulah satu-satunya. Begitupun dengan hatiku terhadap Edin Dzeko, berdebar menggelegar menyanyikan Kamulah Satu-satunya Olala Edin Dzeko. Di sini, aku selalu mendukung Edin Dzeko untuk senantiasa mencetak gol bagi Roma. "Olala Dzeko, gol gol gol."

Performa Edin Dzeko di musim keduanya--2016/2017--bersama Roma masuknya kategori: super good brother. Sebagaimana dilansir laman resmi AS Roma, gol Edin Dzeko ke gawang Torino pada pekan ke 25 lanjutan Liga Italia Serie A, telah menjadi rekor baru klub, di mana Edin Dzeko telah berhasil mencetak gol dalam delapan pertandingan beruntun. Edin Dzeko di musim 2016/2017 saat ini berpotensi besar untuk menjadi pencetak gol terbanyak di kancah Liga Italia Serie A--sampai pekan ke 25 tercatat Edin Dzeko berada diurutan pertama sebagai pencetak gol terbanyak sementara Liga Italia Serie A dengan raihan 19 gol.

"Kamulah satu-satunya... Maafkanlah aku selama ini," Dewa 19.

sumber foto: asroma.com

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon