Thursday, February 23, 2017

Kamulah Canduku Ya Salah

"Ya Salah... Allah, Allah, Allah," kata ini bagai selalu terucapkan olehku tatkala kumenonton pertandingan Roma dan Mohamed Salah ikut ambil bagian dalam permainan Roma.

Demikian terucapkan olehku ketika Mohamed Salah melakukan penetrasi ke jantung pertahanan lawan sembari berlari kencang. Demikian terucapkan olehku ketika Mohamed Salah berhasil melewati beberapa pemain lawan kemudian ia tendang bola ke gawang lawan. Demikian terucapkan olehku ketika Mohamed Salah mendapatkan umpan terobosan dari rekan dan ia berlari kencang mengejarnya. Demikian terucapkan olehku ketika Mohamed Salah jadi ancaman bagi lawan.

Menarik untuk kemudian menelisik lebih mendalam menyangkut atribut yang dimiliki oleh Mohamed Salah kenapa bisa sampai Mohamed Salah bisa menjelma senantiasa menjadi ancaman bagi lawan. Kelihatannya aku harus mengacu pada data pes untuk mengungkapnya.

1. Mohamed Salah mempunyai Speed dan Explosive Power menakjubkan

Statistik menunjukkan bahwa Mohamed Salah mempunyai Speed dan Explosive Power menakjubkan: Speed poinnya 93 dan Explosive Power poinnya 94. Atribut demikian masuknya ke dalam kategori dahsyat. Dan memang, kita bisa melihat realita di lapangan, bahwa Mohamed Salah mempunyai kecepatan lari yang dahsyat. Bagai butuh hadangan berupa kontak fisik--yang cadas contohnya dijegal dengan slading teakle--bagi pemain bertahan lawan untuk menghentikan laju Salah sebab bila mesti beradu lari mestilah berpikir dua kali--kalau mau guyon seolah jadi tersadarkan punya nafas djarcok.

2. Mohamed Salah mempunyai Playing Style Prolific Winger

Maksudnya begini. Jadi Mohamed Salah merupakan tipe pemain sayap yang nyaris serupa dengan penyerang. Demikian disebabkan karena Mohamed Salah suka menusuk dari sisi luar ke sisi dalam pertahanan lawan untuk mencetak gol. Nah, maka dari itu, tipe pemain Prolific Winger identik dengan posisi: RWF, LWF.

Mohamed Salah secara posisi termasuk pemain serba bisa--khusus untuk setiap posisi penyerangan. Murninya posisi Mohamed Salah adalah penyerang sayap kanan: RWF. Tapi ia pun bisa bermain jadi: AMF, RMF, LWF, SS, LMF.

Nah, naluri sebagai tipe pemain Prolific Winger yang menjadi khas seorang Mohamed Salah dalam style bermain bola, tentu saja demikian tidak serta merta hilang ketika ia bermain bukan pada posisi aslinya RWF-paling tidak menurutku.

Ketika di musim ini--2016/2017--Mohamed Salah mesti pergi dulu beberapa saat guna membela timnas Mesir dalam ajang Piala Afrika 2017. Sekembalinya Mohamed Salah, bisa dikatakan formasi 3-4-2-1 di Roma sudah mapan--yang mana skema permainan 3-4-2-1 merupakan skema permainan Roma racikan Spalletti di awal mula terbentuknya tanpa Mohamed Salah sebagai starting line up. Itu artinya, jika Roma tetap menggunakan formasi 3-4-2-1 maka Mohamed Salah suka tidak suka mesti pandai menempatkan dirinya untuk bisa bermain di skema 3-4-2-1.

Paling tidak acuan di dua pertandingan--setelah Salah kembali dari Piala Afrika--pada pekan ke 24 dan ke 25 Liga Italia Seria A. Di mana dalam dua pertandingan tersebut, seingatku, Mohamed Salah menjadi starting line up dalam formasi 3-4-2-1. Itu artinya, Mohamed Salah berperan sebagai AMF bersama Kapten Radja Nainggolan berada di belakang bomber maut Bosanski Dijamant Edin Dzeko.

Kita bisa lihat bagaimana kontribusi Mohamed Salah--yang memang dulu-dulu juga hampir senantiasa tidak mengecewakan, nyaris selalu menjadi ancaman bagi lawan. Pada pekan ke 24, saat Roma menang lawan Crotone dua kosong di kandang Crotone, Mohamed Salah berhasil melakukan assist pada Edin Dzeko. Dan di pekan ke 25, saat Roma berhasil menang meyakinkan empat satu lawan Torino di Stadion Olimpico, Salah mencatatkan namanya di papan skor sebagai pencetak gol kedua Roma dengan tendangan--yang kalau menurut beberapa teman romanisti di facebook--bagaikan tendangan Kapten Tsubasa.

3. Mohamed Salah ditunjang kemampuan: Incisive Run, Mazing Run, Speeding Bullet, Scissors Feint, dan Acrobatic Finishing

Sebagaimana kita lihat bersama bagaimana Mohamed Salah bermain bola di Roma. Ia merupakan pemain yang doyan mendribel bola piawai dalam menusuk masuk dari sisi luar ke daerah pertahanan lawan untuk mencetak gol, itu artinya ia dianugerahi Incisive Run. Dan ia mahir dalam melakukan penetrasi ke jantung pertahanan lawan sembari dribel, itu artinya ia pun dianugerahi Mazing Run.

Saat sedang berlari bahkan dengan kecepatan tinggi Mohamed Salah sanggup untuk melakukan Scissors Feint--jujur menyangkut Scissors Feint ini aku pun belum terbayang maksudnya apa bila disangkut pautkan dengan situasi dalam dunia realita, tapi jika kau cakap mengenai istilah asing ini maka kupatut curiga bahwa kau akan mafhum mengenai ini. Sementara atribut Speeding Bullet, demikian mengandung arti bahwa Mohamed Salah merupakan pemain berkecepatan tinggi. Dan tahukah kau bahwa gol Mohamed Salah ke gawang Torino adalah salah satu contoh dari Acrobatic Finishing.

"Ya Salah... Allah, Allah, Allah," kamulah canduku ya Salah.

"Kamulah kamu aku sering tak berdaya. Kamulah canduku buatku jadi gila," Pinkan Mambo.


sumber yang kubaca: pesdb.net/pes2017
sumber foto: asroma.com

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon