Sunday, February 26, 2017

Gladiator Roma Radja Nainggolan: Karena Ku Cinta Kau Roma

Jika ada yang bilang Radja Nainggolan tak setia, jangan kau dengar. Banyak tawaran yang datang mendekati Radja Nainggolan, Radja Nainggolan menolak. Karena Radja Nainggolan cinta Roma. Karena Radja Nainggolan menginginkan juara bersama Roma.

Radja Nainggolan didatangkan Roma sejak tahun 2014 pada bursa transfer Januari 2014 dari Cagliari dengan rumusan transfer: status pinjaman sebesar 3 juta euro dan mempunyai opsi pembelian pada akhir musim sebesar 6 juta euro--Roma kemudian mempermanenkan Radja Nainggolan di akhir musim 2013/2014 dengan harga transfer sekitaran segitu.

Bisa dikatakan: semakin hari Roma--termasuk tifosi Roma--semakin cinta kepada Radja Nainggolan sebab Radja Nainggolan senantiasa terlihat memberikan performa yang terbaik bagi Roma.

Radja Nainggolan punya playing style Box to Box, secara natural ia merupakan tipe gelandang Box to Box. Ia ditunjang memiliki stamina yang kuat untuk rutin bolak balik menjelajahi nyaris di semua area lapangan. Itu artinya, Radja Nainggolan, bisa dikatakan, sebagai seorang gelandang tengah, pemain yang bagus dalam menyerang maupun bagus dalam bertahan. Ia merupakan pemain yang bisa ditempatkan di segala lini tengah: CMF, DMF, AMF, LMF, dan RMF.

Radja Nainggolan merupakan pemain yang bagus dalam Man Marking. Ia sanggup untuk mengejar pemain lawan untuk merebut bola, dan mampu untuk menempel ketat pemain lawan sehingga pemain lawan jadi kewalahan dibikinnya. Ketika ia misalkan ditempatkan agak menyerang, jadi AMF, ia punya naluri untuk ikut aktif menekan pemain lawan yang sedang memegang bola dan berusaha merebutnya, walaupun bola masih berada di daerah lapangan lawan.

Jangan diragukan mengenai fighting spirit yang ia miliki, nyaris di setiap pertandingan yang dilakoni Radja Nainggolan bersama Roma, senantiasa terlihat ia selalu memberikan yang terbaik bagi Roma. Radja Nainggolan punya semangat bertarung yang lelaki layaknya seorang Gladiator.

Ketika ia dalam posisi yang kurang bagus dalam menghalau bola namun ia suka terlihat sanggup untuk menanganinya dengan gerakan-gerakan kategori acrobatic clear. Ketika ia sedang menggiring bola dan kemudian dijatuhkan lawan, ia punya teknik menjatuhkan diri yang bikin wasit meniup peluit sebagai sebuah pelanggaran kepadanya, kelebihan malicia--teknik ini bukan teknik curang, sebab sebelumnya memang ada benturan dengan pemain lawan. Dan tidak jarang tendangan spekulasi jarak jauh dari luar kotak penalti yang dilakukan oleh Nainggolan menjadi berbuah gol, karena ia mempunyai keahlian long ranger.

Kita bisa melihat bagaimana permainan Radja Nainggolan untuk Roma, hampir selalu berkontribusi positif. Paling tidak acuannya di musim ini--2016/2017--sungguh mengagumkan kawan. Di musim ini Radja Nainggolan lebih banyak bertugas sebagai AMF, baik itu ketika Roma menggunakan formasi 4-2-3-1 maupun saat Roma menggunakan formasi 3-4-2-1, posisi demikian--ditunjang atribut seorang Radja Nainggolan sebagaimana yang diungkap di atas--bikin Radja Nainggolan jadi produktif dalam hal gol--bagi seorang gelandang tengah sampai pekan ke 25 tercatat telah menciptakan 7 gol di kancah Serie A musim ini kupikir merupakan catatan yang produktif Bung.

Aku pernah menulis status di facebook begini: kalau kita mau peka maka performa Nainggolan yang good--bagai lagi-lagi cetak gol--demikian didasari oleh dua hal. Pertama, kecintaannya terhadap Roma. Kedua, kebenciannya terhadap kebatilan--balada cinta Juventus dan wasit. Demikian merujuk pada euforia diriku terhadap kemenangan Roma lawan Crotone di kandang Crotone dua kosong pada pekan ke 24 Liga Italia Serie A di mana Nainggolan turut menyumbang satu gol, dan sebelumnya kudengar ramai di pemberitaan bahwa Nainggolan mendeklarasikan diri sebagai Anti Juve.

Marilah aku ramaikan konten ini dengan memperjelas kedua poin yang dimaksud:

Pertama, kecintaannya terhadap Roma

Ada beberapa data yang menyatakan bahwa Radja Nainggolan mencintai Roma. Berikut akan kusajikan beberapa pernyataan Nainggolan yang kukumpulkan hasil browsing internet--itu artinya di sini kusedang tidak mengarang cerita melainkan berdasarkan data-data yang kukutip dari sumber-sumber terpercaya.

Senin (30/1/2017) Nainggolan berkata pada Sky Sport. "Aku sudah membuat pilihan hidup. Aku sudah tinggal di Italia selama 12 tahun. Aku merasa dihormati di sini dan aku tidak mau meninggalkan semua kebahagiaan ini."

Bila mengacu pada tanggal terbit, maka demikian tidak terlepas dari rumor transfer bulan Januari 2017. Di mana di bursa transfer Januari 2017 kemarin, Radja Nainggolan menjadi incaran beberapa klub besar Eropa lainnya, yang terlihat paling ngebet adalah Chelsea yang dilatih Antonio Conte.

Radja Nainggolan sudah berada di Italia sejak dari youth career, tercatat dari tahun 2005 sampai 2007 sebagai pemain binaan Piacenza. Kemudian bermain di tim senior Piacenza sampai tahun 2010. Dari tahun 2010 sampai 2014 bermain untuk Cagliari. Nah, dari tahun 2014 sampai saat ini Radja Nainggolan bermain untuk Roma. Demikian merujuk pada kata-kata Nainggolan yang ini: Aku sudah tinggal di Italia selama 12 tahun. Tersirat dengan jelas bahwa Radja Nainggolan mempunyai rasa cinta terhadap klub-klub yang sudah dibelanya, terlebih untuk Roma klub yang dibelanya saat ini.

Jauh hari sebelumnya pada Minggu (8/11/2015) usai partai Derby melawan Lazio, Radja Nainggolan berkata. "Aku ingin bertahan di sini selamanya, sekalipun tidak menjadi kapten... Kemenangan merupakan suatu momen yang indah dan menggunakan ban kapten akan selalu aku ingat selamanya."

Perkataan Radja Nainggolan (8/11/2015) di atas mengandung arti bahwa ia punya hasrat ingin pensiun di Roma, demikian tentu saja ungkapan cinta yang dalam terhadap Roma--yang pada saat pertandingan itu kebetulan Radja Nainggolan menjabat sebagai kapten Roma.

Kedua, kebenciannya terhadap kebatilan--balada cinta Juventus dan wasit

Corriere dello Sport menggugah video yang mana Radja Nainggolan berkata begini. "Aku merupakan orang yang bertentangan dengan Juventus. Aku benci Juventus, selalu. Di Cagliari, aku senantiasa mengerahkan segalanya demi mengalahkan Juventus, dan di Juventus Stadium aku senantiasa bermain imbang bersama Cagliari tatkala melawan mereka. Mereka memenangkan Scudetto melawan kami saat kami berada di Trieste. Aku benci mereka sebab selalu memenangkan pertandingan berkat penalti atau tendangan bebas..."

"...Aku datang ke Roma untuk memenangkan sesuatu atas Juventus, yang senantiasa diuntungkan wasit. Bila kami tidak memenangkan Scudetto, maka Piala Italia adalah target kami, aku katakan itu pada kalian."

Demikianlah yang menyuratkan betapa Radja Nainggolan Anti Juve. Masih ada satu data lagi, perkataan Radja Nainggolan pada Football Italia. "Aku tak tahu kenapa ini terjadi, namun itu telah terjadi. Juventus merupakan klub yang senantiasa ingin aku kalahkan dan dalam hal apapun anda tak akan pernah melihat aku mengenakan kaus tim Juventus."

Untuk kasus Radja Nainggolan, Juventus kelihatannya mesti gigit jari ketika sejak di zaman kepelatihan Antonio Conte mereka menginginkan Radja Nainggolan. Tapi Radja Nainggolan snubs bermain untuk Juventus. Justru, kedatangan Radja Nainggolan ke tim besar lainnya di Serie A yakni Roma, guna mengalahkan hegemoni Juventus di kancah Serie A, ia ingin juara bersama Roma secara satria.

Terbukti pada pekan ke 26 ketika Roma bertandang ke kandang Inter, di mana sebelumnya sudah ada kabar bahwa sang rival Juventus sukses menang melawan Empoli di Juventus Stadium, tentunya kemenangan Roma lawan Inter adalah harga mati jika Roma ingin terus menempel ketat dalam perburuan Scudetto musim 2016/2017 saat ini--di mana sebelumnya sampai pekan ke 25 selisih poin Roma dengan pemuncak klasemen sementara Juventus terpaut tujuh poin.

Dengan semangat kecintaan kepada Roma dan kebencian terhadap kebatilan, Radja Nainggolan bermain bak Serigala mengaung di kandang Inter, berikut Laporan Pertandingan yang kukutip dari laman resmi AS Roma yang ada kaitannya dengan teriakan seorang Gladiator Roma bernama Radja Nainggolan:

12 '- GOAL! ROMA UNGGUL! Dari SISI kiri, Nainggolan masuk ke dalam dan menembak dengan keras dari jarak 20 meter yang terbang ke sudut jauh atas! Handanovic tidak punya kesempatan! 1-0!

56 '- GOAL! RADJA MELAKUKAN LAGI! Gol apa ini! Sebuah serangan balik 3 lawan 3 ketika Nainggolan membawa bola dari garis tengah - dan ia menembak ke arah sudut atas lagi dari jarak 20 meter! 0-2!

Begitulah. Full time-nya itu sendiri antara Inter vs Roma adalah ini: 1 vs 3. Dan Radja Nainggolan mencetak dua gol untuk kemenangan Roma tersebut. Menakjubkan--menurut catatan saya Bung--sampai pekan ke 26 jadinya Radja Nainggolan sebagai gelandang tengah Roma telah mencetak 9 gol di kancah Liga Italia Serie A musim ini, tercatat sejak peristiwa deklarasi Anti Juve Radja Nainggolan tak henti cetak gol tiga pertandingan berturut.

"Banyak cinta yang datang mendekat ku menolak, semua itu karena ku cinta kau," Once Mekel.

sumber tulisan: wikipedia, asroma.com, pesdb.net, kompas.com, juara.net, goal.com
sumber foto: asroma.com

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon