Friday, February 10, 2017

Federico Chiesa Menarik Perhatianku

Kalau tidak salah saat nonton pertandingan Roma vs Fiorentina Giornata 23 lanjutan Liga Italia Serie A, aku menemukan ada pemain Fiorentina bernama Chiesa. Pemain bernomor punggung 25 Fiorentina itu menarik perhatianku. Karena waktu nonton streaming koneksi internetku tidak bagus, sehingga kutidak bisa melihat secara mendalam mengenai permainan Chiesa. Paling tidak, nama Chiesa itu sendiri sudah menarik perhatianku--belakangan kutahu bahwa nama lengkapnya adalah Federico Chiesa.

Dulu, aku masih ingat pernah ada pemain sepakbola bernama sama: Chiesa. Enrico Chiesa. Seingatku dulu--waktu zaman aku masih SMA kalau tidak salah--Enrico Chiesa pernah juga bermain di Fiorentina tahun 1999-2002. Belakangan aku tahu bahwa ternyata Federico Chiesa anak dari Enrico Chiesa--sudah aku duga.

Ketika aku mencari informasi lanjutan mengenai Federico Chiesa di internet memang kelihatannya performa Federico Chiesa sedang bagus di Fiorentina pada musim ini, paling tidak sering main padahal usianya masih muda saat ini: 19 tahun. Ia merupakan talenta muda Fiorentina yang diorbitkan oleh Paulo Sousa--pelatih Fiorentina saat ini--sejak musim ini: 2016/2017. Konon kabarnya, penggemar La Viola Fiorentina dibikin terkesima oleh permainan Federico Chiesa di musim ini.

Aku jadi tertarik untuk melihat data pes stats Federico Chiesa. Posisinya bermain, murninya sebagai pemain sayap kanan--RMF. Tapi ia pun bisa bermain di sisi kanan sebagai penyerang sayap kanan--RWF--dan juga wing back kanan--RWB. Bahkan, ia pun bisa bermain di posisi AMF.

Sebagai pemain sayap, ia ditunjang keahlian Mazing Run dan Incisive Run. Sebagai pemain sepakbola, kelihatannnya kalau mengacu kepada data pes stats, memang ia merupakan pemain muda berbakat. Secara technique, ball controll sudah bagus, dribble accuracy sudah bagus. Federico Chiesa pun memiliki kecepatan: explosive power bagus dan top speed juga lumayan bagus.

Aku jadi penasaran untuk mencoba memainkan Federico Chiesa dalam permainan PES 2013. Tentu saja aku akan memainkan AS Roma, bukan Fiorentina. Agar aku bisa memainkan Federico Chiesa, sehingga aku mesti edit transfer dulu. Aku tukar guling Gerson dengan Chiesa. Ok deal.

Bila mengacu pada situasi terkini di AS Roma, maka Luciano Spalletti kerap menggunakan formasi 3-4-2-1, begitu pun aku yang akan memainkan Roma--aku pun menggunakan formasi 3-4-2-1.

Jika dihubungkan bahwa tujuanku bermain PES adalah guna menguji bagaimana Federico Chiesa bermain bola, maka tentulah aku harus memasang Federico Chiesa sebagai starting line up.

Tidak ada kesulitan bagiku untuk menempatkan Federico Chiesa dalam formasi 3-4-2-1. Dari segi posisi, Federico Chiesa kelihatannya cocok dengan skema permainan 3-4-2-1. Ia bisa ditempatkan sebagai pemain sayap kanan, dan juga sebagai gelandang serang di belakang bomber. Untuk sementara aku pasang Chiesa terlebih dahulu di posisi sayap kanan yang biasa diperankan oleh Bruno Peres. Seperti biasa, aku selalu bergairah untuk menaklukan Juventus arahan komputer dengan level permainan superstar.

Boleh percaya boleh tidak, tapi sungguh Federico Chiesa amat berguna bagi skema permainan 3-4-2-1 yang aku mainkan, apalagi dalam hal penyerangan amat bagus namun bukan berarti ia jelek dalam membantu pertahanan. Permainan yang diperagakan Roma--yang aku arahkan melalui joystick yang sedang kupegang--tidak terlepas dari kontirbusi Chiesa. Gol pertama yang dicetak Edin Dzeko merupakan bukti kongkret bagaimana kontribusi Chiesa. Ketika Radja Nainggolan sedang pegang bola--oleh kaki tentu saja, kalau oleh tangan tentu saja jadi hand ball--bagai mengerti Federico Chiesa berlari seperti meminta bola melalui isyarat pergerakan. Nainggolan umpan mendatar kepada Chiesa yang sedang berlari, stop bola sembari terus berlari, Chiesa menggiring bola terus menyisiri sisi kanan lapangan selepas itu Chiesa umpan silang mendatar--tekan bulat dua kali secara cepat--ke mulut gawang Juventus, di mulut gawang Juventus Dzeko sukses melakukan tendangan sekali sentuhan. Goal for Roma.

"Saya melihat karakter saya di dalam dirinya sebab Chiesa selalu memberikan segalanya," Paulo Sousa pada Violanews.


sumber tulisan: wikipedia, juara.net, pesstatsdatabase.com
sumber foto: sport.tiscali.it

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon