Wednesday, February 22, 2017

Cinta Teristimewa untuk Alessandro Florenzi

Permainan Alessandro Florenzi di Roma mengingatkanku pada diriku sendiri waktu aku main untuk IPA 2 dalam kancah sepakbola antar kelas dulu saat di SMA.

Bagaimana seorang Diar menjelma menjadi bek kanan box to box bagi kesebelasan IPA 2. Seorang Diar piawai dalam melakukan tendangan jarak jauh. Seorang Diar bermain senantiasa penuh determinasi. Seorang Diar adalah petarung sejati bagaikan Florenzi.

Demikian aku hanya berkhayal. Tentu saja demikian hanya untuk hiburan. Kau pernah mengidolai pemain sepakbola maka kau akan merasakan bahwa sesungguhnya apa yang menjadi imajnasiku di atas merupakan dampak dari pemujaan terhadap sang idola. Alessandro Florenzi adalah idolaku. 

Tapi jujur, boleh kau percaya boleh tidak, bahwa aku dulu waktu main untuk IPA 2 memang posisiku sebagai bek kanan--dan jujur kuakui bahwa keahlianku bermain bola pada saat itu tentulah jauh banget dengan Florenzi, kalau aku sekupnya sepakbola antar kelas, sementara Florenzi pemain yang amat berkelas.

Sebagaimana yang kita tahu bersama bahwa Alessandro Florenzi merupakan pemain yang serba bisa. Di awal mula karirnya sebagai pemain di skuad utama Roma, kalau kutidak lupa mengingat Florenzi merupakan seorang gelandang serang, dan kemudian lebih sering main sebagai penyerang sayap atau pemain sayap kiri kanan okey. Sejak di era Rudi Garcia, barulah Florenzi dijadikan sebagai bek kanan. Nah, sebelum aku berperan sebagai bek kanan di kesebelasan IPA 2 di sekolahan, di kampungku sebenarnya aku adalah seorang penyerang lubang atau second striker--mirip-mirip Totti atau Del Piero gitu deh. Dari situlah kemudian muncul sebuah gambaran: terdapat kemiripan antara aku dan Florenzi. Membanggakan!

Sebagaimana Totti dan De Rossi, Florenzi merupakan anak didik asli Roma sejak masih youth career. Itu artinya, setelah Totti dan De Rossi, maka Pangeran Roma berikutnya adalah Alessandro Florenzi. Inilah yang kemudian ada cinta yang istimewa kepada Florenzi dari Tifosi Roma--salah satunya dari Tifosi Roma asal Indonesia yakni aku. Dipertegas bagaimana kontribusi Alessandro Florenzi untuk Roma selama ini, ibaratnya lagu Ratu berjudul semakin hari semakin cinta.

Selama kiprahnya bermain bola di Roma. Sepengetahuanku, Alessandro Florenzi merupakan pemain box to box: rutin naik turun bolak balik untuk membantu serangan dan pertahanan. Ia merupakan pemain yang punya fighting spirit. Ia pun pintar dalam mencari ruang kosong di sisi pertahanan lawan kemudian masuk ke ruang tersebut untuk memanfaatkannya. Tak jarang ia menciptakan gol untuk Roma. Pernah kulihat golnya yang tendangan akrobatik, walau dalam keadaan terjepit--posisinya sedang tidak bagus untuk menendang bola--ia mampu melakukan tendangan akrobatik, dan gol. Ia pun pandai menciptakan gol melalui tendangan jarak jauh sebab ia mempunyai skill long ranger. Dalam menghalau bola untuk mengamankan situasi pertahanan ia ditunjang dengan kemampuan acrobatic clear. Alessandro Florenzi merupakan kapten ketiga Roma setelah Totti dan De Rossi, di dalam dirinya terdapat jiwa kepemimpinan. 

Sebagaimana yang kita tahu bersama bahwa Alessandro Florenzi di musim ini terpaksa menghentikan kiprahnya bermain bola bersama Roma sebab didera cedera saat melawan Sassuolo pada 26 Oktober 2016--kebetulan aku menyaksikan pertandingan tersebut secara live streaming. Menyaksikannya aku merasa khawatir jangan-jangan Florenzi akan didera cedera lama. Tentu saja sebagai penggemar Roma lumrah apabila kemudian aku dilanda cemas akan kehilangannya. Alessandro Florenzi merupakan salah satu Gladiator Roma yang amat berguna bagi permainan Roma selama ini, ia bisa dikatakan salah satu pemain Roma yang punya kharisma Serigala Roma. 

Beberapa hari yang lalu--di bulan Februari 2017--cedera Florenzi terlihat mulai membaik sehingga bikin ia mulai berlatih bermain bola kembali bersama tim primavera. Tapi saat berlatih itulah kemudian cedera Florenzi kembali kambuh. Kambuhnya cedera Florenzi segera ditangani dengan naik ke meja operasi. Sebelum laga melawan Torino di pekan ke 25 lanjutan Liga Italia Serie A, para pemain Roma terlihat berkunjung untuk menjenguk Florenzi yang telah sukses menjalani operasi penyembuhan. Dideteksi, Florenzi akan bisa kembali merumput, setelah lima bulan lamanya pasca operasi tersebut.

Dan laga Roma vs Torino Giornata 25, Roma mendedikasikan laga tersebut untuk persembahan cinta kepada Alessandro Florenzi, didukung oleh Tifosi Roma khususnya yang berada di dalam stadion Olimpico dengan membentangkan spanduk dukungan kepada Alessandro Florenzi di tribun penonton: FORZA ALE. Dalam jersey Roma yang dikenakan para pemain terdapat angka '24' di bagian lengan, angka '24' merupakan nomor punggung Florenzi di Roma.

Kita bisa melihat bagaimana aksi Roma saat melawan Torino yang didedikasikan untuk Alessandro Florenzi. Sungguh menakjubkan kawan. Roma berhasil menang meyakinkan dengan skor: Roma 4 vs 1 Torino. Tambah elegan ketika gol-gol yang dicetak Roma semuanya keren-keren. Menjelma menjadi bagai sebuah do'a: Semoga lekas sembuh Alessandro Florenzi, cinta kami teristimewa untuk kamu.

"Salahkah bila diriku terlalu mencintaimu, jangan tanyakan mengapa karena kutak tahu. Aku pun tak ingin bila kau pergi tinggalkan aku, masihkah ada hasratmu tuk mencintaiku lagi," Ratu vokalis Mbak Pinkan Mambo.

sumber yang kubaca: asroma.com, pesdb.net, bola.net
sumber foto: romapress.us

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon