Monday, February 13, 2017

Baladaku Tentang Nonton Bola Roma Day Giornata 24 Crotone vs Roma

Seperti biasa kuawali Roma Day dengan update status di facebook: buat temanku yg muslim yg mencintai roma. bentar lagi kick off romaday 18:30 WIB akan segera bergulir. sepertinya akan sedikit bersinggungan dgn azan magrib. jgn lupa salat magrib dulu, lalu berdoa kpd allah biar roma menang.

roma tdk membutuhkan bantuan wasit untuk menang lawan crotone d kandang crotone, tapi cukup allah saja yg membantu kita.

#MubalegDiar :D

Optimis tiga poin merupakan keyakinanku terhadap Roma Day Giornata 24 Crotone vs Roma, kuyakin Roma akan meraih kemenangan di kandang Crotone tanpa bantuan wasit melainkan dengan perjuangan para pemain di lapangan dan doa para tifosi Roma--termasuk aku.

Bagai tidak ingin dituding menjadi manusia munafik, suka tidak suka aku pun harus mentaati apa yang telah kusarankan kepada teman-teman romanisti di facebook: salat magrib dulu.

Kulihat kemudian pertandingan Crotone vs Roma sudah bergulir beberapa menit--barangkali lantaran karena aku khusu berdoa dulu tadi. Aku nonton pertandingan secara live streaming--syukurlah kuota internet masih ada.

Karena mungkin tinggal di kampung sehingga suka kulihat tayangan tidak semulus paha bintang film panas. Tapi tak apa, yang penting tidak oh no oh no oh yes oh no waduh, melainkan oh yes oh no oh yes oh yes yeah. Syurkurlah tayangan streaming Crotone vs Roma kurasakan oh yes oh no oh yes oh yes yeah.

Jelas terlihat ada tarikan Bung sehingga Mohamed Salah terjatuh di kotak penalti sebelah kiri dari pandangan kiper Crotone. Keputusan wasit yang kemudian menunjuk titik putih bukanlah kesalahan. Edin Dzeko yang mengambil tendangan penalti. Namun sayang seribu sayang, tendangan penalti Edin Dzeko berhasil diblok kiper lawan. Kedudukan jadinya masih kosong-kosong.

Kulihat Roma mendominasi permainan bagai terlihat benarlah memang Roma diatas kertas sudah menang kualitas ketimbang Crotone. Terlihat Crotone bagai tahu diri apa yang harus mereka lakukan untuk melawan Sang Petarung Gladiator Roma walaupun main di kandang, mereka bagai tampil bertahan dan sesekali melakukan serangan balik.

Pada menit 40' Nainggolan menggiring bola menyamping membelakangi gawang Crotone sebab dibayang-bayangi oleh beberapa pemain lawan, bagai punya naluri membunuh lewat tendangan jarak jauh, tanpa lihat gawang Crotone Radja Nainggolan lepaskan tendangan ke pojok gawang Crotone, dan gol gol gol. Crotone Nil, Roma one. Seandainya saja Nainggolan tidak punya body balance yang tangguh, melakukan gerakan seperti itu bisa bikin lantas terjatuh--tapi Nainggolan tidak lantas rubuh melainkan tetap kokoh. Good Job Lae.

Pada menit 77' Dzeko kelihatannya telah diberkahi oleh Allah. Melalui serangan yang dirancang oleh Leandro Paredes. Paredes umpan lambung melentung ke sebelah kanan sehingga bikin Mohamed Salah berlari, Salah berhasil mengkontrol bola, tidak menunggu lama Salah kemudian umpan silang ke muka gawang, di sebelah kiri gawang Crotone hadir Dzeko tanpa pengawalan, gol gol gol. Dzeko gol. Crotone nil, Roma two. Berkat gol tersebut, bagai melindungi Dzeko agar tidak dibully ribut-ribut. Good Job Dzeko. Apresiasi untuk Paredes dan juga Salah.

Oh yes oh no oh yes oh yes yeah.

Demikianlah: Crotone 0 vs 2 Roma.

Kuawali tulisan ini dengan statusku di facebook, ada bagusnya kututup juga dengan statusku di facebook: kalau kita mau peka maka performa nainggolan yg good--bagai lagi2 cetak gol--demikian didasari oleh dua hal:

pertama, kecintaan terhadap roma

kedua, kebencian terhadap kebatilan--balada cinta juventus dan wasit

#EuforiaKemenanganRomaDalamCrotoneVsRoma
#BangunTidurKuterusUpdateStatus :D

sumber foto: asroma.com

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon