Saturday, February 11, 2017

5 Hal Tentang Armando Izzo yang Kupikir Cocok untuk Roma

Aku curiga di musim depan Roma akan kehilangan bek tangguh berjiwa petarung Kostas Manolas--kalau aku menjuluki Kostas Manolas di Roma sebagai Pegasus Seiya. Bukannya apa-apa, sebab di bursa transfer januari kemarin sudah ramai beredar isu bahwa Kostas Manolas akan pergi dari Roma. Alasannya, yang kuketahui, bahwa masih ada permasalahan pembahasan perkara bab gaji dalam perpanjangan kontrak Kostas Manolas di Roma, makanya lumrah kemudian banyak klub besar Eropa lainnya untuk menggoda Kostas Manolas dengan besaran gaji yang diinginkan--malahan mungkin lebih tinggi--dan juga menggoda Roma dengan biaya transfer mahal. Apapun, syukurlah musim ini Kostas Manolas masih tetap di Roma, sebab kontribusi Kostas Manolas bagi Roma sudahlah jangan ditanya lagi: good job.

Sehingga menjadi menarik bagiku untuk melakukan spekulasi sebagai langkah antisipasi seandainya Kostas Manolas pergi dari Roma di musim depan. Tentu saja Roma mesti mencari pengganti bek tengah lain untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh pemain berkebangsaan Yunani itu. Nah, sempat kudengar ada kabar--kalau kutidak lupa mengingat dari Halaman FanPage Tifosi As Roma Indonesia di facebook--bahwa Armando Izzo pemain Genoa masuk dalam target transfer Roma untuk posisi bek tengah--yang notabene posisi bek tengah adalah posisinya Kostas Manolas.

Selanjutnya aku rangkum mengenai Armando Izzo dalam tajuk berjudul ini: 5 Hal Tentang Armando Izzo yang Kupikir Cocok untuk Roma.

1. Ternyata Armando Izzo incaran klub besar Eropa lainnya

Itu artinya, Armando Izzo memang pemain bagus. Setelah aku browsing internet, kutemukan beberapa informasi mengenai Armando Izzo yang diincar oleh beberapa klub besar Eropa lainnya. Armando Izzo merupakan target transfer: Arsenal, Inter, dan Milan.

2. Selain jadi bek tengah, Armando Izzo bisa dikatakan sebagai pemain serba bisa, ditunjang umurnya masih bisa dikatakan muda

Saat ini Armando Izzo berumur 24 tahun. Tentu saja, paling tidak sampai 5 tahun ke depan Armando Izzo masih bisa berkontribusi positif untuk klub yang dibelanya.

Selain posisi murninya bek tengah, Amando Izzo pun bisa bermain jadi: bek kanan dan sayap kanan. Secara taktikal, tentunya Izzo yang multi fungsi bisa bikin pelatih tidak menjadi mati akal. Akan ada banyak alternatif untuk menggunakan jasa Izzo di dalam skema permainan--kalau mau guyon bisa dibilang peluang untuk menggaji buta Izzo amat tipis.

3. Armando Izzo mempunyai fighting spirit

Sebagaimana Kostas Manolas, begitu pun Armando Izzo, bek tengah yang punya semangat bertarung. Tentu saja kelebihan tersebut akan cocok dengan julukan ini: Serigala Roma atau Gladiator Roma.

Fighting spirit yang dimiliki oleh Izzo akan menjadi aura dalam membentuk benteng yang kokoh sekiranya Izzo ditempatkan sebagai bek tengah. Ia siap bertarung dalam perebutan bola-bola udara maupun bola-bola darat guna mengamankan situasi di daerah pertahanan. Ia siap memberikan segalanya untuk tim yang dibelanya pastilah dengan sepenuh jiwa.

4. Armando Izzo merupakan seorang Italiano

Maksudnya di sini, Armando Izzo berkebangsaan Italia. Kupikir Roma masih kekurangan stok pemain utama yang berkebangsaan Italia, dan bisa jadi Armando Izzo merupakan solusi nyata.

5. Armando Izzo seolah menjadikan kumis sebagai style

Bisa diperhatikan bagaimana Armando Izzo yang ada sangkut pautnya dengan kumis, ia seolah menjadikan kumis sebagai gaya. Konon ada yang mengatakan bahwa kumis merupakan salah satu simbol kejantanan seorang pria, dengan kumis seorang pria jadi terlihat maskulin abis.

Dan kelihatannya, kumisnya Armando Izzo bisa dibikin menyerupai kumisnya Zorro. Bahaya kalau Izzo mengedit kumisnya jadi menyerupai kumis Zorro, bisa jadi ia menjelma jadi The Mask of Zorro bagi sistem pertahanan klub yang dibelanya.

Begitulah kira-kira.

"Di dadaku... Ada kumismu... Di dalam dadaku... Ada kamu," Vina Panduwinata.

sumber foto: zimbio.com

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon