Friday, January 20, 2017

Stephan El Shaarawy Lelaki yang Sederhana Meyakini Islam Sebagai Nilai-nilai dalam Kehidupan

Stephan El Shaarawy merupakan nama yang unik bagi seseorang yang memiliki kewarganegaraan Italia, seolah menyiratkan bagai ada darah kearab-araban. Dan benar saja. Stephan El Shaarawy bukan murni asli berdarah Italia, melainkan ada darah keturunan Mesir. Ayahnya berdarah Mesir, dan ibunya asli berdarah Italia. Ayahnya bernama Sabri El Shaarawy, dan ibunya bernama Lucia.

Telah diketahui olehku kini bahwa Keluarga El Shaarawy adalah keluarga muslim. Ibunya telah menjadi mualaf. Dan Stephan El Shaarawy telah dididik sebagai seorang muslim oleh keluarganya, terutama oleh sang ayah. Sebagaimana yang El Shaa tuturkan. "Ajaran Islam menjadi nilai dalam keluarga yang sudah menjadi kebiasaan dalam keluarga."

Sederhana. Sopan. Berbuat baik kepada semua orang. Merupakan tiga hal yang diajarkan oleh Sabri kepada El Shaa. Demikian kupikir merupakan ajaran akhlak Rasulullah.

Kita bisa melihat bagaimana Stephan El Shaarawy mengamalkan ajaran dari sang ayah. El Shaa seperti terlihat mempunyai akhlak yang islami walaupun tak seperti sosok Fahri di Film Ayat-ayat Cinta. Sebagai lelaki muslim, El Shaa bagai terlihat suka mendengarkan ceramah-ceramah Jagalah Hati AA Gym. El Shaa terlihat bagai tidak merasa iri apabila misalkan Diego Perotti menciptakan gol sementara dirinya duduk di bangku cadangan, ia pun sepertinya turut merasakan kebahagiaan. Tidak tampak raut muka kekecewaan ketika misalkan ia diganti oleh Francesco Totti. Tidak terdengar keluhan di media ketika di musim ini di Serie A El Shaa kerap dicadangkan oleh Luciano Spalletti. Tapi lihatlah ketika ia dipercaya sebagai pemain inti, ia acap menyenangkan tifosi. Bila ia sukses menciptakan gol untuk Roma, teman-temannya seperti selalu turut berbahagia untuknya.

Bagaimana harmonisnya hubungan antara El Shaa dengan Pangeran Roma, demikian sebagai suatu sinyal bahwa El Shaa merupakan sosok yang mempunyai sopan santun terhadap sang legenda.

Bagaimana terpilihnya El Shaa sebagai Pembelian Terbaik Roma 2016, demikian sebagai suatu sinyal bahwa El Shaa merupakan sosok pemain yang dicintai oleh tifosi Roma.

Bagaimana Stephan El Shaarawy bersikap, ia adalah sosok yang rendah hati, demikian merupakan aura yang bikin orang-orang di dekatnya mencintainya.

Kupikir Stephan El Shaarawy patut dijadikan tauladan oleh anak-anak muda muslim di Indonesia yang menyukai permainan sepakbola, boleh bergaya rambut dibikin rancung atau rancid atau mohawk sebab demikian kelihatannya tidak bertentangan dengan Quran dan Hadis, tapi tidak dengan mentato tubuh sebab mentato tubuh kelihatannya bertentangan dengan Quran dan Hadis. "Apakah saya punya tato? Tidak, saya tidak suka," kata Stephan El Shaarawy.

Jangan sampai, gaya yang didahulukan namun keahlian bermain bola tidak diperdalam. Di kampungku pernah ada kompetisi main bola antar desa. Kulihat ada pemain dari desa tetangga yang bagai mengikuti trend yang sedang berkembang di kalangan para pemain sepakbola yang main di Eropa, rambut dibikin mirip Neymar dan di lengannya terlihat ada tato. Kupikir tadinya ia pastilah superstar dari desa tetangga. Namun ternyata pas melihat bagaimana ia bermain bola, sungguh orang-orang dibikin ketawa, ia bermain bagai ada power untuk berlari tapi bagai lowbat saat nendang bola. Itu artinya, lihatlah El Shaa, ia bergaya rambut khas namun dibarengi dengan keahlian bermain bola yang beringas. 

Dari Panorama.it El Shaa berkata. "Saya meyakini Islam bukan hanya soal tidak makan babi atau minum alkohol. Islam buat saya adalah nilai-nilai dalam kehidupan."

Tidak pernah kudengar ada kabar mengenai El Shaa yang suka kebut-kebutan di jalanan sambil dalam keadaan mabuk. Tidak pernah kudengar ada kabar mengenai El Shaa yang suka gonta ganti pasangan. Tidak pernah kudengar ada kabar mengenai El Shaa yang menggelar pesta miras oplosan.

"Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya," HR Bukhari dan Muslim.

sumber yang kubaca: artikel dari juara.net dengan judul Stephan El Shaarawy, Keluarga Bersahaja dan Muslim Taat.

sumber foto: asroma.com

Comments
1 Comments

1 komentar so far

Itulah hebatgnya jika orang sudah menyakini kenyakinannya dengan benar. Akan diterapkan dalam tingkah lakunya.
Hebat euy !


EmoticonEmoticon