Sunday, January 29, 2017

Nomor 7. Grenier di Roma Curiga Warisan Pizarro Bukan Peninggalan Iturbe

Selalu ada prasangka untuk pemain baru saat mau memulai bermain bola bersama tim yang baru, tidak terkecuali terhadap pemain baru Roma yang baru didatangkan pada bursa transfer januari ini: Clement Grenier. Prasangka berupa apakah akan bermain bagus ataukah akan bermain tidak bagus. Suatu prasangka yang kupikir biasa di dalam dunia sepakbola.

Ada yang menarik mengenai pemain baru Roma Clement Grenier yang ada sangkut pautnya dengan prasangka apakah akan bermain bagus ataukah akan bermain tidak bagus di Roma, di mana Grenier di Roma memilih mengenakkan jersey no. 7.

Mengenai jersey nomor 7. di Roma sebelumnya dikenakan oleh Juan Iturbe. Kita tahu bagaimana kiprah Juan Iturbe bermain untuk Roma, di luar prasangka kita semua. Ketika pertama kali didatangkan Roma dari Hellas Verona, besar harapan Publik Roma untuk bisa melihat kontribusi dari Juan Iturbe yang mempesona. Namun pada kenyataannya adalah Publik Roma dibikin kecewa sama performa Juan Iturbe tatkala main untuk Roma. Itu artinya, Juan Iturbe merupakan pemain nomor 7. Roma yang bermain tidak bagus.

Nah tapi, nomor 7. di Roma kupikir bukanlah merupakan sebuah nomor kutukan sebagaimana nomor 9. di Chelsea. Dulu cukup jauh sebelum dikenakan Juan Iturbe, jersey nomor 7. pernah dikenakan oleh seorang maestro umpan akurat dari Negara Chile yakni David Pizarro. Kita tahu bagaimana dulu David Pizarro bermain untuk Roma, ia merupakan deep-lying playmaker dalam permainan Roma kala itu di bawah arahan Luciano Spalletti yang turut membantu Roma dalam meraih dua gelar Coppa Italia berturut 2006/2007 dan 2007/2008 serta Piala Super Italia 2007. Itu artinya, dalam hal ini, David Pizarro merupakan contoh pemain nomor 7. di Roma yang bermain bagus.

Sehingga muncullah pertanyaan ini: apakah Grenier pemain nomor 7. Roma saat ini akan bermain sebagus David Pizarro ataukah malah akan bermain tidak bagus seperti halnya Juan Iturbe?

Prasangkaku ini: Nomor 7. Grenier di Roma Curiga Warisan Pizarro Bukan Peninggalan Iturbe.

Kupikir pradugaku adalah logis--bukan berdasarkan emosi sesaat sebab di dalam jiwaku telah bersemayam Serigala Roma, serius. Kucoba untuk menuturkan beberapa hal yang akan bikin prasangkaku menjadi dapat diterima oleh akal.

Pertama, Clement Grenier bukanlah pemain cepat sebagaimana Juan Iturbe, tapi Clement Grenier merupakan pemain yang tidak mengandalkan kecepatan lari dalam bermain bola sebagaimana halnya dulu David Pizarro.

Kedua, dari segi bagaimana Clement Grenier bermain bola, lebih cenderung mendekati seperti David Pizarro, dan jauh gaya mainnya dari Juan Iturbe. Grenier mendekati Pizarro, bisa bertugas sebagai seorang talisman atau seorang playmaker atau seorang trequartista--tapi Pizarro kala itu betugas sebagai deep-lying playmaker: bukan di AMF posisinya melainkan di DMF atau CMF. Sebagaimana Pizarro, Grenier dikarunai keahlian dalam memberi umpan jitu, ia doyan melakukan umpan lambung jauh akurat, dan pintar pula dalam mengambil posisi untuk melakukan tendangan jarak jauh. Sebagaimana Pizarro, Grenier pun jago dalam mengambil tendangan bola mati.

Itu artinya, profil Clement Grenier curiga akan cocok dengan gaya main Roma arahan Luciano Spalletti. Kecocokan itulah yang akan bikin permainan Grenier di Roma menjadi bagus. Itu artinya, Nomor 7. Grenier di Roma Curiga Warisan Pizarro Bukan Peninggalan Iturbe.

"Jangan berprasangka buruk pada orang lain agar anda terhindar dari prasangka buruk orang lain," Abraham Lincoln.

sumber foto: lequipe.fr

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon